Posted in Yaa Bunayya

“Trah” Guru

Well, sebenarnya Mamak kurang mengenal dengan baik sih leluhur Mamak sampai level kait siwur (Eh ternyata begitu googling nemu level lebihΒ  tinggi alias ada istilahnya juga buat orangtuanya kait siwur: bau sinduk).

Di Sunda, ada yang namanya panca kaki alias silsilah keluarga. Mamak jadi teringat waktu sekolah dulu ngapalin istilah-istilah dalam panca kaki ini susahnya minta ampun. Semoga ketika menghapal nama sebutan leluhur ini, dosa-dosa pun berguguran karena menghapalnya sambil minta ampun, hehee *garing pisan sih, Mak*

Wahai, kalian para mojang dan jajaka penerus tradisi.. pelajari lah silsilahmu! Saha deui atuh sok anu ngarawat panca kaki teh iwal ti urang? (Siapa lagi yang akan merawat silsilah itu selain kita sendiri?) Nih, Mamak kasih contekan hapalan istilah panca kaki. Hasil googling Mamak pleus nyontek ke guru Basa Sunda aseli, rekan sejawat Mamak di sekolah.

Panca Kaki
Copy-paste-edit dari Bang Wiki

Jangan lupa, yang dipelajari jangan cuma nama istilahnya saja, tapi nama moyangnya juga. Sirahnya juga. Sirah atau kisah hidupnya biar jadi pelajaran buat kita semua.

Seperti yang sudah Mamak bilang tadi kalau Mamak kurang begitu kenal dengan karuhun Mamak (As same as Papake).. sebatas level Uyut lah Mamak tahu sedikit sirahnya dari Abah sama Enin. Ini adalah PeeR besar buat Mamak sama Papake karena menurut Ust. Budi Ashari, membentuk generasi yang berkualitas itu salah satunya dengan kita (orangtua) mengenal dengan baik silsilah keluarga dan mengenalkannya pada anak cucu kita. Mengapa mengetahui silsilah ini penting? Karena dengannya, insyaAllah akan tertanam rasa tanggung jawab dalam menjaga nama baik serta kehormatan para leluhur. Bisa menjadi alarm ketika terbersit pikiran ingin melakukan sesuatu yang melenceng. Bisa juga menjadi pemicu semangat untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dari para pendahulu.

Mamak melihat profesi sebagai guru ini cukup mendominasi di lingkungan keluarga besar Mamak dan Papake. Nene Cimindi (Mamaknya Papake) adalah guru di sebuah PAUD dan TK di dekat rumahnya di Cimindi, Cimahi. Enin Cikeruh (Mamaknya Mamak) juga adalah guru Biologi di sebuha SMA. Adiknya Enin juga guru SMP, ada juga yang berprofesi sebagai dokter sekaligus tenaga pengahar di sebuah perguruan tinggi. Ene (Neneknya Mamak) dan Alm. Aki (Kakeknya Mamak) juga guru. Belum lagi dari keluarga Abah Cikeruh, ada yang guru SD, guru madrasah.. Masya Allah.. kalau dikumpulkan ini bisa bikin sekolah sendiri nih. πŸ˜€ Tak lupa, Makche juga sedang merajut asa di perhelatan kampus UPI *tsaaaahh*. Calon guru juga dia.

Arsyad yang Mamak & Papake lengkapi namanya dengan Muhammad Ad-Dimasyqi juga semacam ditanami do’a dan keinginan leluhurnya supaya bisa meneruskan trah guru ini. Hehee.. Ad-Dimasyqi sebenarnya berarti kota Damaskus di Suriah (Al Faatihah buat SUriah dan negara-negara Timur Tengah yang sedang mengalami konflik T_T), dan memang merupakan salah satu kota pencetak para ahli ilmu. Diambil dari nama seorang ulama besar Syeikh Aaq Syamsuddin (Nama aslinyaΒ Muhammad bin Hamzah Ad-Dimasyqi Ar-Rumi) yang merupakan gurunya sang penakluk Konstatinopel, Muhammad Al Fatih. Ketika ditanya Enin, “Kenapa bukan Muhammad Al Fatih? Kan sang penakluk? Arsyad nanti jadi pahlawan besar!” Mamak jawab, “Karena pahlawan besar pun lahir dari seorang guru hebat. Satu guru hebat bisa melahirkan banyak manusia-manusia mulia nan hebat. InsyaAllah”

Berat, booooo… Berat buat Mamak sama Papake eksekusi “walk the talk”-nya. Heug siah pek! (Ungkapan yang ini agak sulit diterjemahkan dengan istilah yang pas) Jangan cuman mulutnya saja yang besar, Maaak… Paaaak. Kakinya jugaaaaa… *laah, emang buat apa kaki besar? | KanΒ walk the talk, hihi. | Sarekeun, luuur!*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s