Posted in Arsyad's Journal, Kisah Mamak

Asiknya BerCLODI

20160713_154309

Dulu, mana tahu Mamak kalau di dunia ini ternyata sudah ada teknologi kain yang bisa menyerap dan menampung pipis bayi selama beberapa jam. Semacam bentuk lebih kece dari popok sekali pakai. Iya lebih kece. Soalnya menurut Mamak, kain itu bahannya lebih aman buat bayi dan lebih ramah lingkungan. Secara bisa dicuci dan dipakai kembali, ngga langsung buang gitu habis pakainya. Mamak sempet galau sih pas sudah menikah, memikirkan urusan persampahan. Langsung menerawang ke masa dimana Mamak nanti sudah punya bayi. Mau segede apa ini keresek sampah yang dititip ke Abah-abah pengumpul sampah tiap harinya. Konsumsi popok kan ngga mungkin cuman satu per harinya. Alhamdulillah, Allah SWT menjawab kegalauan Mamak dengan memelekkan mata Mamak terhadap clodi/ cloth diaper ini alias popok kain modern. Awalnya dari obrolan dengan emak-emak lain di grup whatsapp. Mereka yang sudah senior, dalam perihal perbudakan (eh, perbayian) rerata mengenal dan memakaikan bayi mereka dengan clodi. Walhasil, kepo lah Mamak. Dari nanya-nanya iseng sampai browsing sana-sini di sumber daring lokal maupun luar. Sampai dikatain suhu clodi sama rekan sejawat. Hahahaa.. Suhu yang ini mah lebih banyak sok tahunya kali yak, daripada banyak tahunya. *ceurik gemes*

Setelah lumayan PD dengan keilmuan perCLODIan yang mungkin masih nihil, mulai lah Mamak gencar presentasi alias gembar-gemborin kampanye pemakaian CLODI ke suami tercintah. Alhamdulillah, semua pertanyaan Papake sukses dijawab ala kadarnya. Tapi embikin doski merestui rencana mengCLODIkan anak Kami nanti ketika lahir. Daaaaan… setelah Tuan Arsyad Muhammad Ad-Dimasyqi berusia 7 hari, lulus popok kain langsung naik level ke CLODI. πŸ˜€ Sempat pakai pospak (popok sekali pakai) juga sih. Waktu Arsyad dirawat karena kadar birilubinnya tinggi. Dan waktu CLODI Arsyad masih “ngΓ©ntΓ©p” dij jemuran alias belum pada kering. Karena waktu itu koleksi CLODI-nya Arsyad belum banyak.

Beberapa kawan sempat bertanya tentang menggunakan CLODI ketika si bayi ikut dalam perjalanan jauh. Semisal mudik gitu. Yaaa… Mamak jelaskan saja kalau CLODI ini memang hanya mampu bertahan paliiiiiiing lama sekitar 5 jam. Anyway, katanya pospak juga sebaiknya tiap 4/ 5 jam seklai diganti. Kasian cyiiiiin… itu bayinya manteng terus sama popok yang sudah terkontaminasi banyak air kencing :O Jadi kurang handy untuk dipakai bepergian. Tapi eh tapiiiiiii…… Mamak sama Arsyad punya cerita asik nih tentang pengalaman kami berjalan-jalan menggunakan CLODI. *Ini Arsyad-nya ya yang pakai CLODI, bukan Mamaknya.

Hari Selasa lalu, Mamak dan Arsyad jalan-jalan ke Sumedang berdua saja pakai Bis. Mamak sengaja menunggu agak lama di halte bis dekat gerbang masuk Kampus Unpad Jatinangor supaya dapat Bis yang enak dan nyaman. Alhamdulillah dapat Mini Bis AC jurusan Semarang. Perjalanan lancar dan menyenangkan sampaaaaaai…… tiba di titik Cadas Pangeran, Mamak pegang itu celananya Arsyad sedikit basah. Aduh, udah penuh ini CLODI-nya. HARUS GANTI SEKARANG JUGA. Hal pertama yang Mamak lakukan adalah tenang dan fokus. Karena ini akan menjadi pengalaman pertama Mamak menganti diaper di perjalanan menggunakan angkutan umum tanpa bantuan orang lain. Bismillah…

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.. Arsyad sangat kooperatif dan tidak rewel. Seat sebelah Mamak memang kosong, jadi lebih memudahkan Mamak untuk eksekusi. Hap. Hap. Happ. Diaper changed in no time! Yippiii! Mamak ketjup basah juga nih anak shalih! Hehee.

Pengalaman kedua adalah ketika kemarin, Abahnya Arsyad ngajakin kita-kita ke toko buku sama Makcha (Panggilan Arsyad untuk adik Mamak yang bungsu). Emang dasar judul yang dikasih Abah adalah jalan-jalan, ke toko buku aja sampai harus putar-putar ke Pasteur, Karang Setra, Setiabudhi, Pasir Kaliki… Hahaha.. Ke Setiabudhi mah emang mau nganter Makche (panggilan Arsyad untuk adik Mamak yang pertama). Niatnya Abah mau ke toko buku yang di Jl. Sudirman. First try, ternyata kelewatan. Berputar lah ke Kalipah Apo, Alun-alun.. Second try, ngga kelewatan tapi kelihatan tokonya tutup. Akhirnya Abah terbujuk rayuan Mamak dan Makcha untuk bersegera ke Toko Buku Togamas yang di Jl. Supratman. Baru melewati RS. Sentosa, tindak tanduk Arsyad mulai mencurigakan. Sekejap kemudian doski langsung mengejan. Alamaaaak. Pup ini maaah. Mamak bawa diaper ganti dan pretelannya sih.. *Item yang paling harus dibawa kalau bawa bayik* Tapi Mamak tak membayangkan akan indah begini akhirnyaaa… Oh Marisooooool…! Melipir lah Kami ke Masjid Al Ukhuwah di Jl. Wastukencana karena waktu juga sudah menunjukkan jelang Ashar. Dieksekusi lah itu Arsyad dan pup-nya. Sampai kinclong pantat-nya (maaf) Arsyad. Karena ada Makcha, Mamak jadi less rempong dalam pengeksekusian. Fyuuuhhh.

Eits, sebenarnya sebelum 2 kehebohan ini terjadi, Arsyad mengalami outside diaper changing (halah bahasamu, Maaak… ) yang agak meriweuhkan untuk pertama kalinya pada hari Minggu 24 April. Arsyad baru 6 bulan lebih 8 hari waktu itu. Mamak ingat sekali karena waktu itu adalah kali pertama Mamak ikut seminar dengan peserta banyak sambil gembol Arsyad dan ransel gembung yang udah kayak bawaan hiking aja. Beberapa hari sebelum seminar, Mamak sempat memikirkan how-to in detail diaper changing dengan situasi sedang ada di tengah-tengah kegiatan seminar yang bertempat di aula kampus yang luas. Karena ada waktu pergantian clodi buat Arsyad di dalam durasi seminarnya. Hmmm… hmmmm.. Mamak berpikir keras dan akhirnya berimajinasi Mamak sedang mengganti diaper Arsyad di dekat washtafel di toilet yang bersih dan nyaman. Tapi Mamak pikir lagi itu agak kurang nyaman nampaknya buat tempat ganti popok Arsyad. Mamak berpikir lagi… lalu membayangkan Mamak ganti diaper Arsyad dengan membaringkan Arsyad di sebuah meja yang sebelumnya dilapisi alas ompol yang dibawa dari rumah. Hmmm… tapi apa ada meja seperti itu di tempat seminar? Ah, Mamak berdo’a saja semoga nanti pergantian diaper-nya lancar dan dieksekusi di tempat yang nyaman buat Arsyad.

AND……! My mind projection happened, sodara-sodara! Jadi Mamak menemukan sebuah ruangan tempat menyimpan kursi, agak mirip gudang sih tapi bersih dan quite tidy lah buat ukuran ruang penyimpanan di sebuah aula yang dipakainya sesekali. Di ruangan itu ngajagrag satu meja kayu panjang semacam meja sekolahan. Pas waktunya Arsyad ganti diaper, Mamak lap dulu itu meja dengan tissue basah. Digelarlah itu alas ompol, Arsyad dibaringkan. Hap. hap. happpp! Selesai tanpa memakan waktu yang lama. Arsyadnya juga tidak rewel. Mungkin karena Mamak sebelumnya sudah kasih Arsyad kode untuk tenang dan tidak panik because everything will be alright, son. Hihihi. Mainannya Mind power lagi, tuh. πŸ˜€

Alhamdulillah, kalau yang dihiraukan sisi positifnya saja, segalanya enak dan asik berCLODI ria~ Dibawa santai gituuu… kayak Mamak. Engg, ngga juga deng. Mamak lebih sering riweuh rempong ketimbang santai. Hihihii

Happy Clothdiapering, Boeiboe Ketjeh! πŸ˜‰

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Asiknya BerCLODI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s