Posted in Catatan Kajian, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Kuliah Mendongeng

Rabu Malam kemarin Mamak ikut menyimak materi mendongeng bersama Kak Dimas Guslaga di grup Whatsapp. Cuman 2 jam tapi alhamdulillah ilmunya banyak syekaliii. Syedaaaapp.

gcfloorpuppettheater

Di awal, Kak Dimas kasih materi tentang apa itu dongeng dan macam-macamnya, pleus tanya jawab untuk menyenangkan hati buibu yang kepo macam Mamak. Hehee.. Berikut cuplikan materi yang sanggup Mamak catat:

Dongeng ini adalah cerita khayal atau fiksi yang sifatnya menghibur dan mengandung nilai edukasi. Selain itu, ternyata ada pula dongeng yang mengandung sindiran. (Semalam Kak Dimas ngga kasih contoh nih dongeng yang mengandung sindiran, PR ah ditanyain nanti pas mulai belajar lagi). Dongeng bisa saja dibuat karena terinspirasi dari suatu peristiwa. Menurut Pak James Danandjaja, dongeng termasuk ke dalam cerita rakyat lisan yang tidak benar-benar dianggap ada. Dongeng terbagi ke dal 5 jenis berdasarkan isinya: Fabel (tentang binatang), Mite (tentang dewa-dewa dan makhluk halus), Legenda (tentang asal usul suatu tempat), Sage (tentang tokoh yang berhubungan dengan sejarah), dan Parabel (berisi hikmah/ pedoman hidup). 

Pendongeng panggung, menurut Kak Dimas, biasanya menggabungkan dongeng dengan teater sehingga anak-anak yang menjadi sasaran dongengnya seperti menonton pertunjukan drama. Ini kalau menurut Mamak, anak-anak jadi kasih atensi lebih banyak dengan adanya tambahan teater. Soalnya ada yang dilihat, tidak hanya didengar.

Teater itu apa sih? Katanya, teater itu segala adegan peran yang dipertunjukan/visualisasi di depan orang banyak (biasanya di atas panggung), seperti ketoprak, wayang, dagelan, sulap, dan lain-lain berdasarkan naskah yang tertulis (drama).  Adapun jenis-jenis teater di antaranya: teater boneka, drama musikal, teater dramatik, teatrikalisasi puisi, dan teater gerak. Nah, membahas kembali penggabungan unsur teater ke dalam pertunjukan dongeng, memang benar ciamik banget ketika dongeng dibawakan dengan bumbu musik, ragam suara, keindahan bahasa yang digunakan, tambahan sastra seperti puisi, ekspresi wajah dan gerakan yang bersumber dari teater. Tapi oh tapi, Mamak bukan anak teater, nih. Bisakah Mamak menampilkan sajian dongeng yang fantastik tanpa mengantongi ilmu teater sebelum-sebelumnya? Olalalaaaa… ternyata ada jawaban bagus dari Kak Dimas yang sekaligus membesarkan hati Mamak yang gelap soal teater ini. Beliau mengatakan bahwa, “Tidak semua pemain teater bisa mendongeng tapi semua pendongeng jadi belajar teater.” Cihuyyy!

Mendongeng itu modal utamanya berani! Hehee. Suara, deng. :p Karena suara memiliki andil yang besar dalam kesuksesan penampilan dongeng kita, maka kita harus pandai memainkan suara kita agar ada perbedaan suara untuk setiap tokoh yang muncul dalam dongeng yang kita bawakan. Suara karakter kalau kata Kak Dimas. Daaan.. suara karakter itu mengeluarkan banyak energi, apalagi untuk yang masih beginner macam Mamak, akan cepat lelah. Salah satu trik supaya tidak cepat lelah adalah mengatur nafas! Belajar qiro’at aja deh kayaknya, biar sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Ngaji Qur’annya jadi bagus, mendongeng pun mahir. Huhuyy.

“Saya pernah mendongeng selama 3 jam. Dalam durasi itu saya pake trik ketika mendongeng satu tokoh saya kuatkan karakternya agar jadi tokoh utama, yang lainnya pake suara biasa aja. Hehehe.” Trik lain dari Kak Dimas. Gila aja 3 jam mendongeng, udah engap-engap kali kalau Mamak. Hahaa

Sehabis materi dan tanya-jawab, Kak Dimas kasih tugas tantangan: Merekam suara sendiri yang sedang mendongeng dalam durasi 1 – 3 menit! *Mamak gosok-gosok telapak tangan* Sebelumnya, Kak Dimas kirimkan satu rekaman suaranya sebagai contoh. Lalu, Bunda-bunda yang mengirimkan rekamannya diberikan masukan oleh Kak Dimas. Tak terkecuali Mamak. Hihii.

Komentar Kak Dimas untuk rekaman dongeng Mamak :

“Narasinya pelan tapi jelas suaranya luar biasa ada emosinya lagi wah sudah biasa bercerita ya bun 😀 Temponya emang bikin ngantuk bun tapi itu sudah bagus untuk anak. Kecuali bunda mau mendongeng di panggung harus agak cepat temponya agar lebih menghibur :)”

Ini kayaknya gegara Mamak suka bacakan buku buat Arsyad sebelum dia tidur, jadi temponya lambat-lambat, ya.. karena seperti pengantar tidur. Hahaaa. Entah karena pilih cerita yang belum pernah dibaca sebelumnya, jadi kagok dan bacanya hati-hati. *mesem-mesem* Tidak sabar untuk mengikuti kuliah selanjutnya! 😀

 

Sumber gambar: http://www.creativityinstitute.com/ProductImages/puppets/GCfloorpuppettheater.jpg

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Kuliah Mendongeng

    1. Kisah dalam Al Qur’an mah tidak bisa dibandingkan atuh, Paps~ Kewajiban hakiki untuk kita ceritakan. Mamak ambil ilmu teknisnya saja di sini, hehee. Alhamdulillah, luarrr biasa ilmunyaa! 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s