Posted in Kisah Mamak, Ulasan Buku

Ilmu Pasti

Keluarga kami adalah keluarga yang masih menyimpan TV di rumah. Dinyalakan untuk melihat berita dan beberapa tayangan yang kami anggap “aman”, seperti Khalifah, Ruqyah, Poros Surga, Laptop Si Unyil, dan Serial Upin & Ipin. Dan kadang kami gunakan untuk menonton beberapa film yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi. Nah, tayangan yang pertama disebut tadi adalah “tontonan wajib” di hari Minggu sebelum kami memulai aktivitas, bebersih rumah atau berkebun biasanya. Tayangan Khalifah ini sangat menginspirasi dan menohok kami dalam-dalam, membuat kami berpikir betapa Mamak dan Papake telah dibutakan sewaktu sekolah dulu. Kami tahunya (sedikit sebetulnya) para ahli-ahli sains dari Eropa, begitu terpesona dengan kecerdasan mereka merangkum rumus demi rumus yang hingga saat ini gagal kami kuasai sepenuhnya. *Antara terpesona dan “hayang ceurik” karena tidak mengerti* . PADAHAL! Sumber dari segala pengetahuan yang mereka persembahkan pada dunia adalah berasal dari ilmu yang telah dikaji dan dikitabkan oleh para ilmuwan muslim jauh sebelum ilmuwan barat lahir. *very deep sigh*

Alhamdulillah wa syukurillah.. Makcha punya Ensiklopedia Anak Shaleh yang salah satu serinya membahas tentang ilmuwan muslim. Ensiklopedia ini dibelikan Enin untuk Makcha beberapa tahun yang lalu, insyaAllah ilmunya nanti bisa diserap juga oleh Arsyad (beserta junior-juniornya nanti, ihiy!). Karena pengetahuan Mamak dan Papake juga nihil tentang ilmuwan muslim ini, jadilah si ensiklopedia mondok sampai tenggat waktu yang tak bisa ditentukan di rumah Arsyad. Biasanya kalau Arsyad mau tidur siang, Mamak atau Papake suka bacakan ensi ini ke Arsyad. Narasi banget sih ini, lha wong ensiklopedia namanya juga, masa ada dialog. Jadi terdengarnya monoton. Ah, selama Arsyad “anteng mendengarkan” yang terjemahannya adalah anteng gulang-guling dengan mainannya, kami terus saja bacakan kisah ilmuwan yang di ensi itu.

Para ilmuwan yang terangkum sejarah hidupnya dalam Ensiklopedia Anak Shaleh Seri Ilmuwan Muslim ini adalah: Ibnu Hayyan, al-Khawarizmi, al-Kindi, al-Razi, al-Farabi, al-Haitsam, al-Biruni, Ibnu Sina, al-Idrisi, dan Ibnu Khaldun. Mamak sampai saat ini baru baca sampai Ibnu Sina, itupun kisah ilmuwan-ilmuwan sebelumnya sudah lupa lagi. *ceurik* Jadi pas bikin tulisan ini Mamak sambil nyontek-nyontek dikit banyak dari bukunya. Mamak kasih contekan sedikit dari rangkuman yang ada di buku Ensi, yaa..

1-kitab-al-kimya
Salah satu bagian halaman dari Kitab al-Kimya karya Ibnu Hayyan.
  1. Ibnu Hayyan (721 – 815 M). Bernama lengkap Abu Musa Jabir bin Hayyan. Beliau yang dikenal di dunia barat dengan nama Geber ini menguasai ilmu kimia, farmasi, fisika, filsafat, dan astronomi. Namun, dunia lebih mengenalnya sebagai bapak kimia modern dari Iran. Salah satu kitab karyanya adalah Kitab Al-Kimya.
  2. Al-Khawarizmi (780 -850 M). Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Beliau adalah ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Al-Khawarizmi merupakan Penemu konsep algoritma dan aljabar. Salah satu karyanya di bidang matematika adalah Kitab Hisab al-Jabar wa al-Muqabalah (Kitab Perhitungan dan Perbandingan).
  3. Al-Kindi (801 – 866 M). Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq bin Shabbah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin al-Asy’ath bin Qais al-Kindi adalah nama lengkap beliau. Beliau dikenal sebagai bapak filsafat dan fisika yang lahir di Irak.
  4. Ar-Razi (865 – 925 M). Bernama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi. Beliau dikenal sebagai ilmuwan serba bisa yang berasal dari Iran. Dari mulai filsafat, kimia, matematika, farmasi, kedokteran, sampai kesusastraan Beliau tekuni dan pelajari. Salah satu karyanya yang berjudul al-Judar wal-Hasbah membahas perbedaan cacar dan campak yang dinyatakan oleh Ensyclopedia Britannica sebagai pernyataan paling akurat dan terpercaya.
  5. Al – Farabi (870 – 950 M). Abu Nashir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi ini dikenal sebagai ahli logika dan musik. Selain kedua area keilmuan itu, beliau juga mendalami matematika, sains, seni dan budaya, dan sosial-politik.
  6. Al-Haitsam (965-1039 M). Abu Ali Muhammad al-Hassan bin al-Haitsam merupakan peneliti optik pertama. Meskipun di bidang optik inilah yang membuat beliau lebih dikenal, al-Haitsam juga menguasai berbagai ilmu lainnya seperti ilmu falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Kitab al-Manazhir merupakan karyanya yang menarik perhatian para ilmuwan lain di bidang optik.
  7. Al-Biruni (973-1048 M). Abu Raihan al-Biruni adalah ilmuwan yang menguasai matematika, fisika, filsafat, sejarah, farmasi, dan sains yang berasal dari Persia.
  8. Ibnu Sina (980 – 1037 M). Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina yang berasal dari Iran ini terkenal dengan gelar bapak kedokteran. Ibnu Sina tidak hanya mendalami ilmu kedokteran saja, banyak sekali bidang ilmu yang beliau kuasai. Hingga pada masanya, beliau juga dikenal sebagai dokter sekaligus astronom, apoteker, fisikawan, negarawan, ilmuwan, psikolog, dan guru. Karyanya yang menjadi rujukan akademisi kedokteran di Eropa berjudul Qanun fi at-Thibb.

Sangat super singkat sekali memang ini ringkasannya. Mamak memaklumi durasi tahan mata para pembaca scrolling postingan blog ini di layar. Padahal mah emang dasar si Mamak aja ngga mau ngetik lama-lama. Terlepas dari kisah luar biasa dari para ilmuwan muslim ini (yang sayangnya diringkas paksa oleh si Mamak), ada beberapa hal yang Mamak temukan di hampir semua kisah:

  1. Para ilmuwan ini sudah didoktrin al Qur-an sejak kecil. Mereka sudah hafal al Qur-an sebelum menginjak usia belasan. Ini PR sekali buat Mamak dan Papake untuk tidak dulu bernafsu mengajari ilmu-ilmu lain sebelum mengenalkan al Qur-an.
  2. Mereka memang ahli dan terkenal di bidang tertentu tetapi mereka juga menguasai banyak ilmu lain. Pelajaran dan pemahaman al Qur-an sejak dini memiliki andil yang sangat besar dalam menjamin kinerja otak agar mampu mengampu banyak ilmu. Mamak believes it …..
  3. Karya para ilmuwan ini meskipun tidak disebutkan satu per satu jumlahnya mencapai ratusan. Hal ini membuktikan Ke-Maha Besar-an Allah SWT yang telah menciptakan otak yang mampu melahap berbagai macam informasi dan mengolahnya menjadi karya yang spektakuler. Terlebih lagi ketekunan, keseriusan, serta keistiqomahan mereka patut kita teladani jika kita ingin berkarya. Ini mah niatan ingin one day one post, baru beberapa hari saja sudah beralasan “belum bisa bagi waktu karena banyak pekerjaan”. *ngaca sembari melotot*
  4. Semua ilmuwan yang dirangkum kisah hidupnya di ensiklopedia ini tidak menimba ilmu di satu tempat saja, tapi berbagai kota yang mereka yakini bisa membawa mereka ke gerbang pemahaman ilmu yang lebih mendalam, mereka jajaki, bahkan meskipun mereka terbentur masalah-masalah seperti biaya/ongkos. Contohlah Mamak.. Mamak tinggal di Jatinangor, sekolah menengah pertamanya di Tanjungsari, sekolah menengah atasnya di Sumedang, kuliah di Setiabudhi, Bandung. Mungkin kuliah magisternya di Kairoa… *kemudian melamun* aamiin..amiin.. Hehehehehehee

Intinya, (karena Mamak banyak ngelantur jadi mungkin para pembaca terbingungkan ini postingan mau dibawa kemana *sigh, again* ) dengan menelusuri perjalanan luar biasa para jenius muslim ini, seharusnya kita terbangun dari mimpi bercita-cita menangkap pokemon sebanyak mungkin… BANGUN WOY! Mau sampai kapan nyari pokemon..??! Kisah hidup para ilmuwan yang harusnya jadi cambuk buat kita, terkhusus Mamak dan Papake, supaya lebih keras lagi belajar, belajar al Qur-an dan sunnah terutama. Lebih menutrisi otak dengan ilmu-ilmu yang pasti bisa memberikan jaminan paripurna untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s