Posted in Catatan Kajian, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

3 HAL !

Sepenggal catatan seminar Parenting bersama Bunda Kurnia 

Alhamdulillahirabbil’aalamiin.. Minggu pagi cerah nan ceria ini Mamak dan Papake Allah langkahkan kakinya hingga bisa sampai ke Gd. Rabbani Hypnofashion di Jl. Dipati Ukur untuk mengikuti Seminar Parenting ” Pesan Nubuwah dari Manusia Pilihan ” bersama Bunda Kurnia Widhiastuti, pakar parenting dan pengasuh Sygma Learning Community.

Di rumah Mamak komat-kamit supaya dapat doorprize *eh*. Doorprize berupa ilmu pasti yang nantinya Mamak dan Papake harus amalkan. Well, readers.. ada buanyaaaaak sekali ilmu yang embikin Mamak dan Papake meriang saking miskinnya ilmu yang kami peroleh selama ini. Huhuu. Tapi di tulisan Mamak kali ini, Mamak akan bahas 3 HAL yang menjadi garis besar materi yang disampaikan Bunda Kurnia. 3 HAL yang harus dipegang erat dan dipahami oleh para parents sekalian.

3 HAL yang pertama adalah : 3 Momentum Sejarah

  1. Bonus Demografi. Di tahun 2025, diperkirakan Indonesia akan mengalami lonjakan angka penduduk yang berusia produktif. Katanya, setiap negara hanya akan mendapatkan 1 kali saja bonus menggiurkan ini. Bagaimana tidak menggiurkan? Pemuda yang akan berkarya menorehkan sejarah, siap gerak dan berdaya dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yanh bersamaan!
  2. Masa emas Indonesia. 29 tahun lagi terhitung dari sekarang (2016) Indonesia menginjak usia emas kemerdekaannya. Para ahli sosial mengatakan bahwa sebuah negara akan mengalami perkembangan dan kemajuan pesat di berbagai bidang saat usianya kurang lebih seaabad setelah negara tersebut dibentuk.
  3. Masa kebangkitan Islam. Kejayaan Islam runtuh pada tahun 1924. Pada umumnya, ketika suatu kedaulatan mengalami kejatuhan, sekitar satu abad yang akan datang, kedaulatan tersebut akan muncul kembali ke masa jayanya.

3 momentum sejarah ini, AyahBunda.. merupakan modal besar bagi kita untuk dapat mencetak generasi pembangun perabadaban. Kesempatan emas yang tak boleh disia-siakan, harus diikhtiarkan semaksimal mungkin agara kita, orangtua, generasi yang menjembatani mereka melangkah ke peradaban yang dimaksudkan. Kalau tidak ikhtiar dengan benar dan bersungguh-sungguh, bisa jadi ancaman, bisa jadi petaka! Jembatan yang kita bangun malah akan menyebrangkan mereka ke dalam keterpurukan jaman.

3 HAL yang kedua adalah : 3 Ancaman Peradaban

  1. Hancurnya jiwa anak.
  2. Hancurnya keluarga.
  3. Hancurnya tokoh masyarakat.

3 kehancuran yang perlahan dan mungkin tanpa kita sadari sedang terjadi di tengah-tengah kita. Poin 1 dan 2 saja, TOLONG diperhatikan dengan seksama karena itu yang paliiiiiing dekat dengan genggaman tangan kita. Ternyata, gadget, kenikmatan online dan gaya hidup adalah salah tiga hal yang diyakini menjadi penyebab 2 permasalahan tersebut terjadi. Mari, AyahBunda.. kita sama-sama bebenah hati, bebenah pikiran, bebenah keluarga kita agar yang namanya Baiti Jannati itu nyata adanya, bukan hanya angan belaka. Biar keluarga kita terjauhkan dari 2 perkara yang menjadi ancaman peradaban ini.

3 HAL yang ketiga adalah : 3 Penyelamat Peradaban

  1. Visi ibadah.
  2. Visi masa depan.
  3. Visi peradaban.

Pernikahan kita, AyahBunda.. memang dulu kita niatkan sebagai ibadah. Tapi ibadah yang seperti apa? Mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang bagaimana? Tidak bisa kita hanya bermodalkan kata “ibadah” saja. Mamak dan Papake juga harus cek dan ricek lagi, apakah niat dan visi ibadah membangun pernikahan ini sudah sesuai dengan yang Allah SWT perintahkan dan klop dengan yang ditunjukkan oleh Baginda Nabi SAW.. Tentang masa depan, kita sebagai orangtua harus punya dan menanamkan mimpi besar pada keturunan kita. Mimpi besar di dunia, pun di akhirat. Every big thing starts from dream, AyahBunda.. So let’s have a big, extremely big dream! Dream yang diikuti oleh action yang super kece agar dream-nya terlaksana. Kalau tidak ada mimpi, tidak akan ada gairah. Ketika tidak ada gairah, maka sulitlah kita melakukan pergerakan-pergerakan. Terakhir, visi peradaban. Keluarga kita harus think globally, AyahBunda.. Kepekaan kita dan anak-anak kita terhadap lingkungan dan kemajuan ummat harus dibangunkan karena jika kita hanya bergerak sendiri-sendiri, tidak bahu-membahu dengan keluarga lainnya, tidak akam ada tuh yang namanya peradaban. Yang ada mungkin ketimpangan antar keluarga. *Ah apa sih Mak.. bahasamu ini*

Sebenarnya masih banyaaaaak yang ingin Mamak bagikan dari seminar tadi. Tapi apalah daya, Mamak kebelet pengen segera posting ini tulisan. Nanti, insyaAllah kalau Mamak punya waktu yang lebih senggang. Mamak uraikan lagi materi yang super duper keren tajam dan menohok ini. Jazakumullah Bunda Kurnia atas materinya, Teh Husna di HSKM Bandung atas info seminarnya, Teh Elin dan segenap pihak Sygma juga Rabbani atas pelaksanaan seminarnya yang sungguh luar biasa menginspirasi..

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan bagi kita semua dalam mengemban amanah sebagai “petugas penyebrangan” yang sebenarnya amat sangat berat ini..

Allahumma shalli ‘alaa Muhammad.. Mari, AyahBunda.. Mamak tutup tulisan ini dengan mengajak AyahBunda sekalian untuk bershalawat untuk kekasih kita yang sangat kita rindukan.. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad..


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s