Posted in Arsyad's Journal, Fiksi, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Sapi dan Tikus

Suatu hari………

Ada seekor sapi melewati sebuah pedesaan. Si sapi hendak mencari rumput makanannya di sawah. Ketika tiba di sawah, si sapi melihat seekor tikus sedang mencoba mencuri padi.

Sapi berkata, “Moooo…. Apa yang kamu lakukan tikus?” Tikus kaget dan menjawab terbata-bata, “Citt… ciiiitt.. Aku.. eh aku.. aku sedang membawa padi milikku! Ciiit.. ciitt..”

Sapi curiga, “Moooo…. Benarkah? Memangnya kamu bisa menanam padi?” “Tentu saja! Cittt.. ciiitt!” Jawab tikus.

“Moooo… Kalau begitu, coba tunjukkan padaku bagaimana caranya?” Tanya si sapi lagi.

13886858_10208553092202671_8712412789318110701_n

Dan cerita pun bersambung.. Hehee. Ini cerita dadakan ala Papa saat memakaikan Arsyad baju tadi pagi. Keren ih Papa πŸ˜€ Two thumbs up!

Nah, kemarin waktu Makche main ke rumah Arsyad, Makche menagih kelanjutannya. Makche lihat cerita Sapi dan Tikus itu dari instagram Mamak. Ya mana Mamak tahu itu kan karangan dadakannya Papake. Tapi kemudian Mamak sambung juga dengan cerita versi Mamak, yang adalah sama-sama dadakan. Eh, sambal dadakan itu enaknya luar biasa, ini juga karena dadakan pasti luar biasa makyoss. Hehehee.

Inilah kelanjutan ceritanya….

“Moooo… Ayo Tikus! Tunjukkan padaku bagaimana caranya!” Ucap Sapi tak sabar.

Tikus pun menjadi salah tingkah dan menggerak-gerakkan padi sekenanya. Sapi pun berkata, “Moooo….! Kok begitu?! Sudah kuduga kamu bohong, Tikus! Kamu hendak mencuri!”

Tikus mulai panik, “Tidak! Aku tidak bohong! Ini memang caraku supaya padinya cepat tumbuh! Ciiitt… ciiitt!”

“Mooo… Aku tidak percaya! Akan aku laporkan kamu pada kepala desa!” Kemudian Sapi bergegas menemui Kepala Desa Arsyad. “Kepala Deas Arsyad! Kepala Desa Arsyad..! Mooo… Gawat! Tikus sedang berusaha mencuri padi di sawah!”

Mendengar hal itu Kepala Desa Arsyad berdiri dan menyiapkan sesuatu, dengan wajah tenang. “Moooo… ayo cepat Kepala Desa Arsyad!” Sapi sudah tak sabar, khawatir Tikus akan mencuri semua padi.

“Tenang..” kata Kepala Desa Arsyad. Dia lalu pergi ke sawah bersama sapi. Dia ternyata membawa sebuah kotak berukuran agak besar. Hmmm… apa ya isi kotak itu? Arsyad tahu? Makche tahu? Hmmm… Mamak juga tak tahu. Yuk, kita ikuti saja mereka!

“Itu dia si Tikus, Kepala Desa Arsyad! Si pencuri padi”

“Bukan! Aku tidak mencuri! Sapi bohong!”

Mendengar adu mulut sapi dan tikus, Kepala Desa Arsyad malah tersenyum tenang sambil membuka kotak yang dibawanya tadi.

“Ssssshhhh…. Aku lapaaar….!” Oooo… ternyata kotak itu berisi ular! Bahkan tidak hanya seekor, lima ekor! Dan mereka sedang kelaparan. Begitu mereka melihat tikus, mereka langsung memburunya.

“Ada makanaaaaan…! Kebetulan sekali aku sangat lapaaar!” Seru si ular.

“Aku duluan yang akan menangkapnya!” Sergah ular yang lain.

Tikus lari terbirit-birit, tak mau jadi makanan kelima ular itu. Tapi nasib tikus sudah ditetapkan untuk jadi santapan ular. Dan pada akhirnya, padi pun selamat dari ulah si tikus.

 

Hikmah apa yang bisa diambil dari cerita ini? πŸ™‚

Meskipun kita menyajikan cerita karangan mengandung hikmah, tapi tetap… utamakanlah untuk berkisah tentang sosok-sosok yang ada dalam Al-Qur’an. Para Nabi dan Rasul, dan sosok teladan lainnya seperti keluarga Imran, Maryam, Luqman, dan lainnya. Juga kisah para sahabat Rasulullah SAW, ilmuwan muslim, dan para pejuang muslim. Kesemua kisah itu sudah yang paling top, deh.

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu,…” (QS. Yusuf : 3)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s