Posted in Kisah Mamak

kASIh yang terbaik

Dari sebelum menikah, Mamak memang sudah berniat untuk memberikan hanya ASI pada anak-anak Mamak sampai usia mereka 6 bulan (ASI Eksklusif). Mamak sungguh senang karena IMD (Inisiasi Menyusui Dini) berhasil dilakukan dengan cerdas oleh Arsyad yang baru berusia beberapa belas menit itu. Terlebih ASI-nya juga cukup lancar meskipun di awal keluarnya sedikit-sedikit. Sayangnya, ketika Arsyad umur 1 bulan, kuning di tubuhnya tidak kunjung hilang. Setelah cek darah, kadar birilubinnya masih tinggi tapi tidak sampai angka bahaya. Dokter bilang Arsyad “cukup” diterapi sinar biru selama beberapa waktu sambil dipantau perkembangannya. Dalam 5 hari, kadar birilubinnya turun ke angka normal dan hasil cek lab tidak menunjukkan ada indikasi penyakit hepatitis. Nah, ketika menjalani terapi sinar ini, Mamak kurang bisa mengontrol emosi yang berakibat pada stress berlebih dan kelelahan. Mamak sampai keteteran menyediakan ASIP untuk diantarkan ke klinik tempat Arsyad dirawat karena Arsyad membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak dari biasanya (akibat panas selama penyinaran). Memang, Mamak lalai karena tidak mulai menabung stok ASIP dari awal. Ini penting untuk saat-saat seperti ini. Apalagi Mamak sebenarnya (masih) berstatus ibu rumah tangga paruh waktu alias ibu pekerja, seharusnya Mamak lebih giat dalam menyiapkan bekal ASIP untuk Arsyad nanti ketika Mamak kembali bekerja. Pelajaran yang sangat berharga untuk diingat dan lebih diperhatikan saat adik-adik Arsyad lahir kelak.

Dengan terpaksa, Mamak menyetujui permberian susu formula sebagai selingan saat Mamak belum bisa setor ASIP ke klinik. Sedihnya itu ganda, bukan hanya di sini. Ya sedih karena berpisah dengan anak yang baru sebulan digendong-gendong. Juga sedih karena Arsyad gagal lulus ASI eksklusif. T_T   Setelah Arsyad sehat dan dinyatakan boleh pulang oleh dokter, Mamak pun rajin pumping dan merapikan freezer untuk diisi tabungan ASIP Arsyad. Ketika usia Arsyad belum genap 3 bulan, Mamak kembali mengajar di sekolah (SMA). Mamak merasa cukup tenang karena sudah membekali Arsyad dengan satu-satunya asupan terbaik. Tapi… Mamak juga jadi gampang kangen dan sedih karena ketika Mamak pumping di sekolah pikiran melayang ke saat Arsyad sedang ngASI (menyusu). Rasanya jauuuuh lebih menyenangkan dan menenangkan ketika ASI disedot Arsyad ketimbang disedot alat pompa ASI. Ah, dasar emak-emak beginner yang baperan, apa-apa segala dirasa. Baru sekitar sebulan dari kembali mengajar, Mamak mulai kelelahan. Intensitas Mamak pumping berkurang drastis dengan alasan capek dan mengantuk. Mungkin sebenarnya itu disebabkan karena kurang baiknya manajemen waktu Mamak. Pekerjaan sekolah dan rumah serasa tidak ada habisnya dan sulit sekali beresnya. Padahal untuk urusan menyetrika ada yang membantu, ART-nya Nenek Arsyad. Mamak yang jarang pumping dan stok ASIP menipis mengakibatkan pada suatu hari terlihat di freezer, ASIP yang tersedia hanya 3 botol!! Waktu itu, kebutuhan ASIP Arsyad dari Mamak berangkat sampai pulang lagi ke rumah adalah sekitar 5-6 botol. Kembali lah Mamak stress. “Masa, kejadian waktu Arsyad diterapi terulang lagi!” Pikir Mamak. Sebelum-sebelumnya, Neneknya Arsyad sempat kasih saran untuk sedia susu formula jika sewaktu-waktu Mamak tidak bisa menyediakan ASIP. Hiks, ternyata kejadian juga. Balada Arsyad minum susu oplosan terjadi lagi. Akhirnya, dengan sangat sedih.. Mamak menghubungi Papanya Arsyad via Whatsapp untuk membeli 1 kotak susu formula yang berukuran paling kecil. Awalnya, Papanya Arsyad menyemangati Mamak untuk terus berusaha pumping dan Arsyad akan baik-baik saja meski besok hanya dibekali 4 botol. Tapi Mamak juga memikirkan bekal Arsyad untuk lusa. Apalagi, lusa adalah waktunya Arsyad bersama Neneknya. Mamak tidak mau Nenek kalang-kabut bin riweuh gegara Arsyad rewel karena bekal ASIP-nya kurang. Rewelnya Arsyad karena ingin ngASI itu… beuuh seperti mengamuknya anak kecil yang tidak digubris keinginannya! Dan Papa pun membelikan susu formula yang Mamak pesankan. Meskipun cadangan bekal Arsyad sudah Papa belikan, Mamak bukannya merasa lega tapi justru malah tambah sedih. Ibaratnya, Mamak seperti menjaga dan merawat sebuah kain putih yang bersih tapi kemudian dengan lalainya mengotori kain tersebut dengan noda. Dua kali malah. Hhh.. Semoga dengan sejumlah susu formula yang masuk dan dicerna oleh tubuhnya Arsyad ini, tidak malah membawa keburukan padanya. Aamiin.

Segala puji bagi Allah SWT, Arsyad memiliki ketahanan tubuh yang menurut Mamak sangat kuat. Di saat orang-orang di sekitarnya sedang mengidap flu atau batuk, Arsyad nampak seperti tidak terpengaruh. Paling hanya 1 atau 2x lah hidung Arsyad meler-meler atau terdengar suara batuknya. Dan, biidznillah, dengan keyakinan kami bahwa ASI adalah sumber gizi dan obat yang paling utama bagi bayi, Arsyad hanya dikondisikan untuk ngASI lebih banyak dan lebih sering dari biasanya ketika sudah terlihat tanda-tanda akan flu, pilek atau batuk. Tanpa kami berikan obat apapun. Mamaknya saja yang melahap segala macam herbal dan makanan dengan gizi ciamik. Jadinya, tak butuh waktu lama untuk Arsyad kembali sehat. Demam bagi Arsyad adalah pasca imunisasi saja, selebihnya hampir tidak pernah!

IMG-20160818-WA00101
“Multitasking Breastfeeding Mama” & “Pintar ASI dan Menyusui” adalah salah dua referensi Mamak dalam perASIan

Mamak sempat mendengar cerita dari beberapa rekan guru yang tidak bisa memberikan ASI pada anaknya karena katanya ASInya kering tanpa sebab yang jelas. Langsung bikin parno kan itu. Ketakutan yang kemudian membuat Mamak langsung baca-baca lagi buku tentang ASI dan cari-cari alamat klinik laktasi atau kontak konsultan laktasi. Kalau semisal terjadi sesuatu dengan ASI Mamak, bisa segera menghubungi ahlinya. Ini tekad Mamak untuk bisa mengantarkan Arsyad lulus ASI sampai 2 tahun tanpa ada hambatan (lagi). Oya, waktu masih merasakan nikmatnya bersama-sama Arsyad di masa cuti Mamak, Mamak rajin minum suplemen booster ASI. Saking inginnya ASI banyak, Mamak sampai coba berbagai macam, dari resep tradisional sampai yang sudah berwujud kapsul. Tapi kok seperti yang tidak berpengaruh kalau ke Mamak, ya! Setelah Mamak cari tahu lagi via daring, ternyata makanan yang dipercaya dapat meningkatkan kuantitas ASI itu hanya mitos, belum dapat dibuktikan kebenarannya karena belum ada penelitiannya. Jadi yang minum suplemen anu atau makan makanan anu bisa kemudian jadi banjir ASI-nya, itu mah sugesti mungkin ya. Yang jelas, Mamak harus berusaha keras agar tidak terlalu stress dan mengatur pekerjaannya agar tidak telalu capek sehingga jumlah ASI dan kualitasnya dapat terjaga. Terlebih asupan air mineral yang banyak juga masak makanan yang bergizi itu tidak boleh terlewat. Dalam hal ini, Papa sangaaaaat berperan besar sebagai reminder juga costumer yang senantiasa request/ suggest masakan ini, itu, yang gizinya yahud. Bantuannya dalam mengerjakan sebagian PR, luar biasa mengurangi lelah Mamak. *Sun pipi Papa* Bagi kaum Ayah yang membaca tulisan ini, semoga kelakuan Papa yang mungkin mengundang cibiran ini (“Ih, ngapain Bapak-bapak nyuci piring? Ngapain Bapak-bapak nyuci diaper? Ngapain Bapak-bapak nyapu?”), membuat kalian tersadar bahwa kaum Ibu akan sangat bahagia ketika suaminya mengerjakan satu atau dua PR. Apalagi ditambah memijat tangan dan pundak istrinya. Ihik.

Arsyad saat ini berusia 10 bulan. Permintaan ASIP-nya saat tidak sedang bersama Mamak memang tak sebanyak dulu sebelum kenal MPASI. Tapi ketika Mamak ada di rumah, Arsyad masih rajin dan anteng ngASI. Saat ngASI, sambil usap-usap kepala Arsyad, Mamak bilang, “Sekarang memang Mamak baru bisa kASIh ini buat Arsyad. Semoga dari ASI ini Arsyad bisa terus sehat, dari ASI ini Arsyad jadi anak shalih dan cerdas seperti namanya: ARSYAD.”

Ah, nanti tahun depan Arsyad akan lulus ASI. Dalam rentang waktu 14 bulan ini, Mamak akan coba kASIh yang terbaik buat Arsyad supaya nanti Arsyad lulus dengan predikat summa cum laude. *Yang seperti apa itu, ya? Hehe. Paripurna usahanya Arsyad, Mamak dan Papa mengamalkan perintah Allah SWT dalam surat cinta-Nya.


Para Ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan… (QS. Al – Baqarah : 233)

Ditulis dengan penuh cinta …

Dari Peppy Febriandini, Mamanya Arsyad, Untuk Pekan ASI Dunia

Advertisements

2 thoughts on “kASIh yang terbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s