Posted in Kisah Mamak

Kumaha sih Nyeuseuhna?

Hehee.. Judul di atas Mamak pakai bahasa Sunda yang kurang lebih kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah, “Bagaimana sih mencucinya?”

Mamak tulis ini mudah-mudahan bisa jadi referensi buibu perihal cuci-mencuci CLODI alias popok kain modern. Atau bisa juga jadi inspirasi buibu yang belum coba pakaikan CLODI ke bayinya, untuk segera memerdekakan si adek bayi dari popok sekali pakai. Merdekaaaaa!!! *Efek 17 Agustusan*

Gaya mencuci tiap buibu pada umumnya pasti berbeda. Ada yang sambil duduk di jojodog (bangku kecil pendek), ada yang sambil cingogo (jongkok), ada yang sambil berdiri karena pakai mesin cuci.. ada yang sambil dengar musik, sambil dengar radio, dsb, dsb. Nah, gaya mencuci CLODI juga sebenarnya berbeda antara ibu satu dengan yang lainnya. Tergantung nyamannya bagaimana. Mamak juga ganti-ganti gaya, nih, dari semenjak Arsyad punya CLODI sampai sekarang usia CLODI-nya sudah hampir 10 bulan. Kadang gaya katak, tak jarang gaya bebas, tapi gaya punggung belum bisa. *Oke, yang barusan itu garing banget. Skip.* Karena sebelumnya Mamak baca-baca referensi kalau mencuci CLODI itu disarankannya pakai tangan dengan memakai detergent yang hanya 1/4 atau 1/2 dari takaran yang ditetapkan pabrikan, ya Mamak langsung laksanakan. Detergent-nya jangan yang mengandung zat pemutih dan pelembut karena akan merusak CLODI-nya. Membersihkan noda pakai cairan/bahan penghilang noda dan sabun mandi juga dengan menggunakan sikat itu haram hukumnya, hehe. Penggunaan mesin pengering memang tidak disarankan, tapi karena Mamak tinggal di Indonesia dengan curah hujan tinggi, jadi itu CLODI pasti selalu melewati proses pengeringan pakai mesin sebelum dijemur. Maklum, koleksi CLODI Arsyadnya juga tak begitu banyak jadi jam terbangnya (mungkin lebih tepatnya jam nempel di badan Arsyad) banyak. Cuci – kering – simpan – pakai. Dengan masa simpan tak lebih dari setengah hari, heuheuu..

Sudah sekitar 3 bulan belakangan ini Mamak lebih nyaman mencuci CLODI tanpa detergent! Alhamdulillah kondisi air di rumah cukup bersih jadi Mamak pikir tak apalah tak pakai detergent juga. Toh, sebagian detergent-nya nanti akan menjadi residu yang tertinggal di CLODI. Yang nantinya harus diluruhkan dengan cara stripping. Mencuci CLODI tanpa detergent lebih praktis dan hemat. :p Hemat detergent, maksudnya.. Airnya tetap butuh banyak. Khusus CLODI yang terkena air kencing saja yang dicuci tanpa air. Kalau yang terkena pup, yaa.. harus ditaburi detergent biar noda dan aroma pup-nya yang semerbak itu hilang. Karena hanya bermodalkan air bersih, Mamak cukup mengucek dan membilas CLODI-nya sampai tidak tercium lagi aroma pesing. Itu bisa sampai 7x pengerjaan, tergantung banyaknya CLODI yang dicuci dan kadar aroma pesingnya. Terkadang, Mamak kepikiran juga apakah dengan cara cuci seperti ini aman buat Arsyad atau tidak. Alhamdulillah, selama CLODI-nya dicuci seperti ini, tidak terlihat penampakan gangguan kulit semacam ruam dan semisalnya. Berarti aman. Yess.

Kalaupun masih belum yakin dengan mencuci hanya pakai air, buibu bisa gunakan detergent yang biasa dipakai untuk mencuci pakaian keluarga. Kalau semisal untuk pakaian bayi sudah disiapkan detergentnya, lihat dulu komposisinya. Apakah mengandung pelembut dan pemutih atau tidak. If they have, skip and replace them. Oya, kan suka ada tuh detergent yang menghasilkan busa melimpah. Saran Mamak sih, pilih detergent yang aman dan nyaman di tangan buibu dan busanya nihil. Biar gampang gitu pas bilasnya. Soalnya ngga boleh pakai cairan 1x bilas itu lhooo.. Kan mengandung pelembut. Jadi bilas berulang-ulang sampai airnya tak berbusa. Lumayan memang ini mencuci CLODI menguras keringat. Bisa buat alternatif olahraga, heuheu.

IMG-20160817-WA0019
Saat seorang Mamak tak punya waktu tuk berolahraga, mencuci CLODI jadi alternatif! 😀

Pemakaian CLODI perhari-nya bisa sampai 5-6 paket (Diaper + insert/bahan penyerap pipis). Biasanya Mamak kumpulkan dulu dalam keranjang (yang adalah bekas keranjang sampah yang masih bagus dibersihkan sampai kinclong dan dialihfungsikan), lalu tumpukan CLODI beraroma itu dicuci setiap harinya di subuh hari atau malam hari. Pokoknya jadwal cuci CLODI sehari sekali, kalau ngga subuh, ya malam. Biasanya malam hari nyuci CLODI kalau subuhnya keteteran, riweuh mau berangkat ke sekolah.

Ohyes, tadi sempat disebutkan istilah stripping. Stripping itu kalau di dunia cuci pakaian adalah pembersihan pakaian dari residu detergent atau agent cuci lainnya. Stripping juga tak kalah bervariasi metodenya. Dari yang tradisional dengan menggunakan baking soda dan cuka, sampai pakai bahan heuseus, semacam RLR. Mamak dulu biasa pakai citrit acid buat mencerahkan warna pakaian yang sudah kumpeu (kumal). Nah, Mamak coba pakai citrit acid lagi nih kalau CLODI Arsyad sudah “teriak-teriak” minta stripping. Biasanya pertandanya adalah kalau CLODI-nya baru dipakai sebentar sudah bau pesing atau gampang bocor. And it happens more or less in a month. Si citrit acid ini kurang kece kerjanya kalau ngga digandeng sama air hangat. Sementara katanya dari beberapa sumber, air hangat itu baiknya dihindari untuk perawatan CLODI. Khawatir merusak bahan luaran CLODI yang tahan air (PUL) atau bahan elastisnya. Tapi bismillah.. Mamak pakai saja itu citrit acid dicampur air hangat yang cenderung ke dingin. Celupkan CLODI yang sudah dikucek-bilas sampai 5 atau 7x, rendam sekitar 20 menitan, bilas lagi dengan iar bersih dingin sampai 2 atau 3x. Keringkan, lalu jemur. CLODI ini kalau sudah ketemu citrit acid suka ngga malu-malu. Ngga malu mengeluarkan residunya, hehee. Biasanya air rendaman hasil stripping pakai citrit acid suka berubah jadi kekuningan. Seperti warna kencing bayi. Berarti berhasil yes stripping pakai si asem ini. Cihuyy.

Kalau dibaca lagi dari awal sih, kelihatannya ribet ya mencuci CLODI itu. Ngga boleh ini, ngga boleh itu. Harus beginilah, harus begitulah. Tapi, yaa.. Mamak mikirnya it’s jut nothing kalau buat Arsyad mah (cieeeh) dan kalau Mamak bisa berkontribusi menjaga lingkungan, kenapa tidak? 🙂

Tapi kan ngga save water ya, jadinya? Yaa… daripada ikut menimbun banyak sampah, Mamak pikir lebih baik agak “boros” air. Karena air merupakan komposisi terbesar bumi ini, jadi mungkin tidak apa jika digunakan lebih banyak untuk kebutuhan yang adalah salah satunya demi menanggulangi satu dua masalah tersakitinya bumi. *Ngomong apa sik, Mamak niiii…

Ada pertanyaan seputar CLODI?

Sila hubungi Mamak lewat Whatsapp 085222703763/ BBM 5C8D28D1 😀IMG-20160817-WA0020

Advertisements

One thought on “Kumaha sih Nyeuseuhna?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s