Posted in Arsyad's Journal, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Téko Karuhun

Inginnya sih bercerita fiksi, tapi apalah daya ini ceritanya benar-benar terjadi. Sedikit digubah oleh penulis agar sedap saja dipandang mata. *Mamak kalo nulis banyak bumbunya, kalo masak malah pelit nabur bumbu, hihihi*

Jadi, dini hari tadi sekitar setengah jam menuju adzan Subuh, Arsyad merangkak dengan semangatnya ke area dapur. Saat itu Papake sedang di kamar mandi. Mamaknya, sedang cuci piring di dapur. Mamak sudah menduga Arsyad pasti masuk ke dapur karena ingin mengutak-atik teko. Si teko buhun (sudah tua, red) yang dipakai untuk memasak air untuk mandi sedjak doeloe kala Mamak masih tjilik nan imoet-imoet. Dan benar. Arsyad langsung menuju tempat teko bersemayam yang adalah di dekat pintu kamar mandi. Begitu senangnya Arsyad mainkan si teko. Macam ketemu kawan lama saja dia. Sebelumnya, saat awal-awal Arsyad melihat teko itu…. *Pandangan pertama~ awal Arsyad berjumpaaaa~ (musik dangdutnya kemudian jadi lagu latar)*

Sebelumnya, saat awal-awal Arsyad melihat teko itu, dia asyik memainkan tutupnya. Dua tiga kali, dia coba membuka tutupnya tapi selalu gagal. Nah, tadi itu dia berhasil membukanya. Girang sekali dia, boeiboe.. Sampai mengungkapkan kebahagiannya dengan melantunkan mars yang Mamak tak mengerti sama sekali liriknya. Karena sudah tertaklukan si tutup teko, Arsyad coba melanjutkan tantangan berikutnya : tantangan gua dalam teko. Hehee, bagian dalam tekonya memang cenderung gelap, apalagi dengan bantuan pencahayaan lampu dapur yang temaram. Tambah tak kelihatan si dasar tekonya. Prinsip Arsyad : sesuatu yang baru dilihatnya, terlebih kalo dia merasa kesulitan melihat benda itu (dalam hal ini karena gelapnya bagian dalam teko), WAJIB DIEKSPLORASI. 😀 Awalnya hanya “ditoong” (diintip), lama kelamaan Arsyad makin penasaran nampaknya. Dia intip lagi, lalu bersenandung. Begitu terus sampai rasa ingin tahunya bertambah lagi. Dia masukkan satu tangannya ke dalam teko, meraba-raba.. ketika (mungkin) tangannya itu sampai di dasar teko, dia berteriak saking senangnya. Mamak sampai tidak khusyu mencuci piringnya gegara sambil memperhatikan Arsyad the Explorer! 😀

20160823_042453
“What’s inside? Hmmm… I gotta find it out!”

Entah sampai kapan Arsyad anteng bermain dengan si teko karuhun ini. Teko yang menemani jam mandi-nya Mamak dahulu dan kini menemani mandi dan mainnya Arsyad. Mamak dan Papake memang mengkondisikan Arsyad untuk bermain dengan benda-benda sekitarnya (yang aman dan selalu diawasi, tentunya). Jadi menganut faham mainan minimalis. Hehehee. Harapan kami sih salah satunya supaya rasa ingin tahu dan daya eksplorasinya bisa dioptimalkan. *Well, masih coba-coba sih kami juga, hihiii* Syaratnya ya, bendanya harus aman dan situasinya terawasi. Beberapa teori malah mengatakan bahwa mainan yang palih mudah tapi dampaknya luar biasa adalah tubuh orangtua anak. Selain mengasah kreatifitas orangtua dan daya imajinasi sang anak, efek psikologisnya juga dapet banget. Maka kami maksimalkan juga menjadikan tangan, kaki, punggung, pundak, kepala kami sebagai media eksplorasi Arsyad. Arsyad senang, kami cape, hehee. Capenya terbayar lunas oleh tawa. Tawa yang menjadi pertanda untuk kami, bahwa Arsyad percaya kami mampu membersamainya menggapai ridho Allah SWT. :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s