Posted in Kisah Mamak, Masakan Mama

Cinnamonized Banana Cake

Hampir tengah malam, Papa masih dalam perjalanan pulang. Mamak ingat 4 buah pisang hasil “rampasan” dari rumah Eninnya Arsyad belum dieksekusi. Khawatir keburu busuk karena itu pisang-pisangnya udah overripped, Mamak ke dapur deh eksperimen untuk kedua kalinya. Hihihii. Sebelumnya pernah buat banana cake sekali, mencontek resep dari mamamertua. Hasilnya, pantatnya gosong! Haha. Karena apinya kurang kecil dan manggangnya kelamaan. Tapi rasanya enak. Papa lho yang bilang. Semoga Papa tidak melakukan white lie ya waktu itu.

Beberapa hari belakangan ini Mamak lagi seneng nangkring lihat channel youtube-nya Ceu Yolanda Gampp dan sempat pelajari sedikit how she cakes banana. Ada beberapa poin yang berbeda dengan resep mamamertua, dari bahan yang digunakan dan urutan langkah mixing-nya. Berbekal rasa penasaran, Mamak kombinasikan lah resep mamamertua dengan resep Ceu Yo, hehehe.

14520568_10209056110657818_8649871438440192759_n
Pemirsa, “legok” di sebelah kanan bawah itu bukan kecelakaan saat pemanggangan, ya. Itu ulah Mamak yang penasaran sama rasa bolu pisang hasil eksperimen yang kedua. 😀

So, inilah bahan-bahan yang Mamak gunakan kemarin malam :

  • 4 buah pisang ambon ukuran sedang
  • 250 gram terigu protein sedang (Mamak pakai Segitiga Biru)
  • 4 buah telur ayam
  • 200 gram gula pasir
  • 2 sendok makan margarine butter (Mamak pakai Palmia Royale)
  • 3/4 cangkir minyak (mungkin kalau dikira-kira ada sekitar 120 ml)
  • 1 sendok teh soda kue
  • 1/2 sendok teh SP
  • 2 sendok teh kayu manis bubuk

Pertama-tama, Mamak lumatkan semua pisang dengan menggunakan tangan. Some say kalau meracik adonan makanan pakai tangan kosong itu katanya suka lebih enak, hihihi. Wallahu alam. Sudah lumat dengan sempurna, pisang disisihkan dulu.

Next, campurkan telur, gula pasir, dan margarine butter dengan kecepatan medium sampai ketiga bahan tersebut tercampur rata. Sambil menunggu telur, gula dan margarin butter tercampur, Mamak campurkan soda kue ke dalam terigu. Nah, kalau kata Ceu Yo ini dinamakan dry ingredients. Setelah itu, masukkan campuran terigu dan soda kue sedikit-sedikit ke dalam mixer yang masih berputar. Saat sudah tercampur, masukkan lumatan pisang, sedikit dulu. Ketika pisang sudah membaur dengan adonan, masukkan kembali dry ingredient. Begitu terus, sampai dry ingredient dan lumatan pisang habis.

Masukkan SP dan minyak sedikit… demi sedikit. Adonan bolu siap dituangkan ke dalam loyang ketika sudah tercampur rata. Mamak sebelumnya sudah melumuri bagian dalam loyang dengan margarine. Mamak panggang dalam baking pan. Actually, proses baking yang paling sip adalah pakai oven. Tapi karena Mamak belum punya, berdayakan yang ada dulu saja sambil melatih tangan. Mudah-mudahan nanti ketika oven sudah kebeli, tangan Mamak sudah lincah dan lihai sekaliber Azuma Kazuma di Yakitate! Japan. Muehehe, ngarep. Hasil evaluasi bolu yang kemarin, apinya masiiiiiiih kurang kecil dan Mamak masih kelamaan manggangnya. Harusnya tepat 30 menit, Mamak matikan kompor hampir di menit ke 40. Maklum, Mamak sambil nyuci waktu itu. Jadi fokusnya terbagi. Ah, tapi pantat bolu yang over brown itu terbayar dengan aroma kayu manis yang menyeruak ke seluruh ruangan rumah. Hmmmmm…..

yakitate2121_japan_volume_1
Suatu hari nanti, Arsyad.. tangan Mamak jadi “Solar Hands” yang legendaris kayak punya si Azuma. :p
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s