Posted in IIP, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Melek Baca, Melek Nulis

Ini adalah tulisan pertama di blog di tahun 2017 (Where have you been, Maaak??!!l) yang sekaligus memenuhi panggilan tugas pertama dalam kuliah Matrikulasi IIP. Tugas pertama, Nice Homework 1, adalah tentang jurusan yang akan diambil dalam universitas kehidupan ini. Bercermin pada pengalaman yang telah lalu saat menempuh pendidikan formal, saya tidak ingin memilih begitu saja jurusannya. Tidak serta merta atas dasar menyukai bidang ilmu tertentu lantas kemudian langsung menetapkannya sebagai pilihan. Ini butuh tarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya setenang mungkin. Dan istikharah.

Setelah berdiskusi dengan Pak Boss, Bismillah.. saya akan menekuni jurusan literasi. Menurut yang saya lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah satu arti literasi adalah kemampuan baca dan tulis. Berarti ilmu yang akan saya perdalam ini adalah seputar dunia membaca dan menulis. Kenapa kok malah ini yang diambil sementara selama ini diri begitu merasa haus akan ilmu pengasuhan? Bersama suami sejak awal menikah memang sudah berkomitmen bahwa kami berdua akan terus menerus belajar ilmu parenting selama hayat dikandung badan demi mencetak generasi rabbani. Namun, setelah merenung dan mempertimbangkan banyak hal, saya akhirnya memilih literasi. Ilmu parenting memang akan selalu mengiringi proses belajar kami menuju orangtua yang lebih baik karena ilmu tersebut merupakan modal utama kedua kami setelah ilmu agama. Saya memfokuskan diri akan mempelajari ilmu literasi dikarenakan sekian poin pertimbangan.

Pertimbangan pertama, saya dan Pak Boss sangat mengharapkan anak-anak kami menggilai buku dan menggemari aktifitas membaca sebagai salah satu kegiatan menimba ilmu dan juga sebagai kegiatan hiburan (reading for fun). Kebiasaan membaca buku atau media cetak lainnya kami tanamkan sejak dini karena kami ingin sedapat mungkin meminimalisasi penggunaan gawai (di berbagai aktifitas sebenarnya). Selain budaya membaca, kami juga ingin anak-anak kami kelak mampu dan mencintai kegiatan menulis sebagai jalan untuk mengikat ilmu dan berbagi ilmu yang telah mereka pelajari. Ini pun butuh pendampingan dengan bermodalkan pengetahuan yang tidak sembarangan. Oleh karena itu, supaya prose pembiasaan ini dapat teroptimalkan, saya bertekad untuk mempelajari secara terstruktur beragam hal mengenai membaca, menulis dan perbukuan.

Kedua, saya ingin memanfaatkan ilmu yang sempat saya pelajari di bangku kuliah. Qadarullah, beberapa tahun lalu saya masuk jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di sebuah perguruan tinghi di Bandung. Berbekal ini, saya berharap akan dapat lebih banyak berbagi dengan orang lain, terutama suami dan anak-anak saya nanti mengenai asyiknya membaca dan menulis.

Ketiga, ini merupakan salah satu rangkaian strategi saya dan suami dalam hal belajar mempersiapkan diri menjadi mentor yang kompeten untuk anak-anak kami. Saya dan suami membagi pos-pos ilmu mana saja yang masing-masing kami harus perdalam, supaya efektif. Maka, sentuhan literasi lah yang insyaAllah akan anak-anak kami dapatkan dari Mamanya terlebih dahulu sebelum mereka mengetahui dan mempelajarinya lebih banyak dari luar rumah.

Agar tidak mengulangi “dosa” yang sama saat bersekolah dulu, saya harus pandai mengatur strategi. Berikut saya tuliskan rencana-rencana belajar ke depannya dengan memperhatikan adab-adab berilmu yang saya dapatkan pencerahannya di materi pertama matrikulasi.

  1. Mengikuti kajian ilmu seperti seminar dan pelatihan literasi di tahun 2018. Tahun 2017 ini, saya belajar secara otodidak terjadwal dengan bantuan sumber-sumber ilmu yang mendukung terlebih dahulu karena saya dan suami masih menginvestasikan diri dan waktu untuk memperbanyak mengikuti kajian parenting.
  2. Kembali konsisten membuat tulisan di blog, seminggu minimal 1 tulisan (One week One post). Sesekali meminta saran dan kritik para ahli mengenai tulisan yang dibuat dengan tentunya memperhatikan situasi dan kondiai yang bersangkutan.
  3. Merutinkan sesegera mungkin membuat catatan yang rapi setiap memndapatkan ilmu dari kegiatan apapun. Apakah itu kulwap, membaca buku, kajian dan seminar secara langsung, dll.
  4. Belajar ikhlas dan selalu istigfar sebagai bentuk paling mudah dalam membersihkan hati. Juga belajar konsisten melaksanakan ibadah sunnah agar diri lebih mudah menerima ilmu.

Alhamdulillah, selesai. Semoga yang membuat juga yang membaca tulisan ini dimudahkan Allah SWT dalam menempuh perjalanan kuliah kehidupannya. aamiin.. :’)

Advertisements

One thought on “Melek Baca, Melek Nulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s