Posted in Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Mamak’s Planner

Nice Homework (NHW) kedua dari kuliah Matrikulasi IIP, yang adalah tantangannya lebih kece dari NHW sebelumnya. Tugas kali ini membuat indikator profesional bagi diri sebagai pribadi, istri, dan ibu. Materi tugasnya diberikan ketika di luar rumah, sedang tidak bersama suami. Langsung deh wawancara suami via Whatsapp, ciri-ciri istri yang profesional di matanya itu seperti apa. Jawabannya dong.. hehehee :

Istri yang ideal adalah yang mendukung pekerjaan suaminya, yang dapat merubah suaminya ke arah lebih baik dalam segi sifat, keagamaan, dll. Juga yang memperhatikan dan melengkapi kekurangan suaminya serta memberi semangat saat suami sedang lelah.

That’s way too general, Honey! Hahahaa.. Memang kemudian kita ngobrol lagi secara langsung perkara ini. Tapi mendapat balasan seperti itu membuat saya jadi mikiiiiiiiir…banget. Sudahkah saya menjadi ideal barang secuil, di mata suami saya tercintah? Aaah.. that’s way too far, nampaknya. Hiks. Ehtapiiii.. sebagai ibu (yang ingin menjadi) profesional, tidak boleh sedih dan galau duluan! Maju hadapi segala rintangan menggapai cita-cita…! Bismillah.. Allahu Akbar!!!

Berhubung indikator yang harus dibuat ini harus SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, & Timebond), maka Mama susun berdasarkan hasil dikusi dengan suami, pengamatan lapangan (karena mewawancarai bocah usia 16 bulan itu pasti tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan, hahaa), dan pengalaman sana-sini. Berikut ini list Indikator Profesionalisme Perempuan menurut Mamak Arsyad:

A. Sebagai Individu

  1. Melaksanakan sholat wajib tepat waktu.
  2. Melaksanakan sholat Dhuha di pagi hari (min. 5x dalam seminggu).
  3. Sholat Tahajjud di 1/3 malam terakhir (min. 3x dalam seminggu).
  4. Membaca Al-Quran dengan terjemahannya min. 1 lembar setiap subuh/malam.
  5. Mengalokasikan penghasilan pribadi untuk wakaf Al-Quran Braile (min. mampu wakaf 1 juz/bulan).
  6. Merapikan kembali catatan keuangan keluarga. (Review dan evaluasi dengan suami min. sebulan 2x).
  7. Merutinkan membuat tulisan di blog (one post in a week).
  8. Merutinkan menulis draft naskah buku (min. 5 halaman dalam seminggu).

B. Sebagai Istri

  1. Senantiasa mengkondisikan suami untuk bergegas sholat subuh berjama’ah di masjid. Termasuk sholat magrib & isya jika beliau pulang kerja dan sampai di rumah sebelum magrib.
  2. Senantiasa mengingatkan suami, baik itu via Whatsapp/telpon, untuk sholat wajib di masjid ketika sedang bekerja.
  3. Selalu siap air hangat untuk mandi dan minuman yang diinginkan apakah itu teh manis, wedang jahe atau kopi (ditanya dulu sebelumnya) ketika suami tiba di rumah kemalaman.
  4. Mengkondisikan suami untuk mengikuti kajian islam setidaknya satu kali dalam seminggu.
  5. Mengajak suami nonton bareng di rumah, bermain tenis meja, atau melakukan kegiatan-kegiatan yang beliau sukai ketika beliau terlihat kurang bersemangat.
  6. Memperbanyak membicarakan rencana-rencana ke depan di saat suami senggang dan tidak dalam keadaan lelah.

C. Sebagai Ibu

  1. Membersamai Arsyad tanpa HP min. 1 jam setiap harinya.
  2. Membatasi screening time Arsyad maks. 2 jam saja setiap hari.
  3. Menambah waktu membacakan buku untuk Arsyad setiap hari 20 menit.
  4. Setiap hari Minggu, selalu sudah siap dengan lesson plan Arsyad untuk seminggu ke depan.
  5. Ketika kesal, tidak mengomel. Kekesalan dipendam dulu dan perbanyak istigfar, sambil pikirkan “aktifitas pelampiasannya” misal nonton, baca novel, dll untuk dilakukan saat senggang nanti.
  6. Merevisi checklist parameter perkembangan Arsyad dengan menambah satu sumber baru, dan selalu memperhatikan perkembangan Arsyad untuk kemudian dicatat dalam checklist yang sudah diperbaiki.

Kurang lebih begitulah indikator perempuan yang profesional untuk saat ini. Karena berdasarkan pada Timebond tadi, jadi saya beri rentang waktu 1 semester untuk mampu mengkategorikan diri sendiri sebagai pribadi, istri, dan ibu yang profesional. Supaya evaluasi dapat dilakukan dengan mudah, saya nanti akan membuat tabel di Ms. Excel untuk diisi. Dan evaluasi insyaAllah dilakukan setiap bulannya dengan berdiskusi bersama suami tersayang.

Bismillah.. Allahumma yassir wa laa tu’assir.. Semoga ketika dievaluasi, justru menemukan dan mampu menambah indikator baru sebagai target untuk “dikejar”. Semangat menuju ibu profesional…! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s