Posted in IIP, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Menyusun Kerangka Belajar Sekeluarga

Berbicara mengenai desain pembelajaran, Mama serta merta diajak bernostalgia ke masa dimana Mama belajar di bangku kuliahan dulu. Well, dulu adalah kurang lebih 7 tahun yang lalu. Tak terasa sudah agak lama Mama lulus kuliah. Dan tak jarang, informasi-informasi yang Mama dapatkan ketika kuliah itu, terlupakan dengan tanpa sengaja.

Dari NHW kelima ini, Mama kemudian mencoba mengingat kembali materi-materi kuliah yang berkenaan dengan desain pembelajaran. Agak banyak sih teori tentang desain pembelajaran ini, akhirnya Mama pilih materi dari University of Wollongong, Australia, untuk diaplikasi sebagai kerangka pembelajaran Mama, Papa, Arsyad dan adik-adik Arsyad nanti.

Diagram diambil dari laman Learning Designs UoW berdasarkan tulisan Oliver, R (1999). Exploring Strategies for Online Teaching and Learning. Distance Education, 20(2), 240-254.

Meskipun diagram tersebut adalah strategi untuk pembelajaran daring, tapi Mama rasa ini bisa dijadikan referensi yang cocok. Menurut diagram, desain pembelajaran mencangkup 3 hal utama, yaitu (1) Sumber belajar, (2) Tugas belajar, dan (3) Media pendukung.

  1. Sumber Belajar. Selain Terjemahan, Tafsir Al Qur’an dan Hadits, Mama dan Papa juga mulai sekarang harus rajin memilah dan memilijh sumber belajar untuk masing-masing pribadi dan anak-anak, juga memperbanyak berilmu dari buku, kajian-kajian, dan sumber daring yang terpercaya.
  2. Tugas Belajar. Setelah beberapa sumber belajar didapat, Mama kemudian menyusun tugas-tugas yang harus dikerjakan masing-masing setelah satu materi dipahami dengan baik. (Seperti pemberian NHW di kuliah matrikulasi). Tugas-tugas ini juga bisa digunakam sebagai bahan evaluasi untuk dipelajari bersama.
  3. Media Pendukung. Hal-hal lain yang sama pentingnya seperti poin 1 dan 2 juga kemudian menjadi PR Mama untuk disusun sesegera mungkin. Poin no. 3 ini meliputi jadwal belajar, pengumuman (sosialisasi kepada anggota keluarga yang akan belajar), juga prosedur dan instruksi yang dalam istilahnya Mama di sekolah adalah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

Wuhuuu.. PR Mama dan Papa semakin banyak! Yeay. Untuk poin no. 1, Mama dan Papa akan memanfaatkan buku-buku yang ada di rumah terlebih dahulu. Kemudian apabila saat mempelajari 1 materi, Mama atau Papa membutuhkan sumber lain, Mama akan terlebih dahulu mengunjungi perpustakaan umum untuk mencari referensi lain di sana (meminimalisasi penggunaan sumber online). Sampai saat ini, memang baru pembelajaran Arsyad yang dibuat (tertulis) lesson plan-nya. Mama dan Papa masih belajar dengan kerangka “sekenanya”. Sungguh PR besar, sangat besar. Karena.. bukan kah, untuk mendidik anak menjadi shalih, kita sebagai orangtua harus menjadi shalih dulu. Begitu pula dengan belajar. Jika ingin anak-anak kita belajar dengan optimal, kerangka pembelajarannya didesain sedemikian rupa, orangtuanya dulu lah yang harus belajar dengan optimal dengan desain pembelajaran yang terpetakan dengan baik pula.

Bismillah, laa hawlaa walaa kuwwata illaa billah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s