Posted in Catatan Kajian, IIP, Kisah Mamak

改善, The Philosophy

改善 (Kaizen) adalah sebuah filosofi Jepang yang secara singkatnya dapat diterjemahkan sebagai perubahan ke arah yang lebih baik. (Kemudian “disurakan” sama para pemaham Japanese). Oke, jadi ini ada tulisan NHW terakhir. Hiks. NHW ke-9 ini, para buibu diminta untuk bisa menjadi ibu yang berperan juga sebagai Agent of Change. Yeah, the double agent mom. Sebenarnya, title ibu itu perannya sangat banyak seperti yang sudah dibahas di materi-materi matrikulasi sebelumnya. Nah, kali ini peran yang harus ditaklukan si ibu adalah peran agen perubahan, salah satunya dengan terlebih dahulu memahami dan mempelajari filosofi Kaizen ini. Mamak akan coba bahas tentang Kaizen di tulisan yang lain, ya. Jadi mari langsung ke NHW-nya saja.

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Rumus apakah ini? Mamak kira, selepas dari kelulusan SMA, Mamak tidak akan bertemu dengan reurmusan lagi. Tapi ini, udah jadi buibu juga masih sempet aja itu si rumus pada nyamperin. Hahaa. Penjelasannya begini, kita kalau sudah berhasil menemukan minat kita (passion) itu berada di ranah mana, dan mampu melihat isu sosial di sekitar kita (emphaty) maka kita akan belajar membuat solusi terbaik untuk keluarga dan masyarakat (social venture). Solusi yang dimaksud adalah solusi sistemik guna mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Social venture adalah the next stage of professional mother. Kan, mulai dari dalam keluarga dulu. Kalau sudah approved as pro oleh paksu dan anak-anak, barulah “bergerilya” di tengah-tengah masyarakat sebagai social enterpreneur/ agent of change tadi. Dengan catatan, urusan domestik tidak malah jadi terabaikan. Sebelum memasuki si next stage ini, kita mulai dari yg sederhana terlebih dahulu. Melihat diri kita, mencari tahu apa permasalahan yg kita hadapi selama ini. Jika kita mampu menyelesaikan permasalahan tersebut dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi solusinya juga dapat menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena di luar sana, mungkin banyak orang yang memiliki permasalahan yang sama dengan kita. Setelah selesai dengan diri sendiri, baru keluar mengkaji isu sosial yang ada di sekitar kita. Naaaaaaaah…. ini PR besaaaaar buat Mamak. (Perasaan matrikulasi ini banyak bangeeet PR besar buat dieksekusi) SELESAI DENGAN DIRI SENDIRI. *Sigh* *Deep sigh*. Some says, menyelesaikan urusan diri sendiri ini sampe “berdarah-darah” saking beratnya. Tapi iya, Man, beraaaaaat. *Deep sigh* Oke, daripada ujung-ujungnya Mamak curhat ngga jelas, yang jelas itu si urusan dengan diri sendiri KUDU SELESAI TITIK Secepatnya. Ya kalau tidak begitu, kapan naik ke next stage-nya, Maaaak…

Jika sudah selesai, maka saatnyaaaa… jadi agen! The first thing first adalah menguraikan rumusan tadi ke dalam bagan di bawah ini:

Laaah… Kok bagannya udah Mamak isi? Jadi sudah selesai dengan diri sendirinya?

Beluuuuuuuuuum….! Ini mah dirancang saja dulu seperti ini. Jadi, selanjutnya tinggal eksekusi rencana dalam bagan ini. Bismillah.. selesai dengan diri sendiri secepatnya! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s