Posted in Kisah Mamak

Hujan Buku

Dulu, mungkin sekarang juga masih, peristiwa hujan uang itu sudah jadi andai-andai umum. Everybody wants it come true (Lu aja kali, Mak.. kita mah ngga). Kalau, hujan buku?ย 

Hmmmm… mungkin yang kepengen itu terjadi cuman para kutu buku saja, ya. Well, ini tulisan bukan tentang mimpi si Mamak tentang hujan buku tapi, ya. Atau acara giveaway buku yang hmmm… kayaknya boleh juga kita adakan suatu saat nanti. “Suatu saat nanti”, yaaa. Heheheee… Bukan sekarang, bukan di tulisan ini. Sebenarnya ini tentang Arsyad dan Mamak di hari ini, Sabtu ini, yang mendung berlanjut hujan. Dan buku. Buku-buku.

Sabtu, Mama libur, tapi Papa tidak. Jadilah Sabtu = Mama + Arsyad. Formula sederhana yang masih berlaku di keluarga kecil Kami untuk saat ini. Formula dasar ini, Mama kondisikan tidak diturunkan menjadi rumusan kegiatan-kegiatan yang lebih rumit. Tertanggal 1 April ini, Mama membiarkannya tetap sesederhana formula dasar. Duh, apa sih ini kenapa nyerempet-nyerempet ke formula dan turunannya, sih? *garuk-garuk kepala sendiri. Oke, jika diterjemahkan ke dalam bahasa manusia kurang lebih menjadi seperti ini:

Biasanya, kalau Mama libur seharian di rumah, ada satu atau dua kegiatan belajar Arsyad yang sebelumnya ter”lesson plan“kan terlebih dahulu. Tapi hari ini Mama dan Arsyad hanya berkutat dengan buku saja. Ya, buku-buku. Acara berceritanya seperti biasa saja, dengan media buku cerita bergambar. Acara “outing” Arsyad hanya di pagi hari saja bersama Papa sebelum berangkat kerja. Jalan-jalan di sekitar rumah membawa mobil-mobilan besar yang ditariknya pakai tali rapia (hasil rampasan perang di rumah Nenek dokter, haha). Dua buku favorit Arsyad belakang ini adalah 136 Fakta Menakjubkan tentang Dunia dan Ayo, Bagi Muatannya dan Isi Truknya!. Di buku kedua, Arsyad bisa menikmati ilustrasi unik truk pengangkut muatan di pelabuhan sambil tunjuk-tunjuk dan berseru, “brmm.. brrmm!” Muatannya yang berbentuk karung berwarna kuning ditunjuk-tunjuk Arsyad sebagai “mamam!” Mungkin karena bentuknya mirip buah nanas, ya! Freckles, si karakter utama Arsyad sebut, “Aa”. Selain itu, Arsyad juga mulai bisa menjawab (dengan menunjuk gambar yang dimaksud) pertanyaan-pertanyaan Mama.

Mama: “Arsyad, mana burung? Burung? Mana burung, Nak?”

Arsyad: (menunjuk gambar burung camar) “Uuu.. uuuu..!”

Mama: “Topi Aa mana, Arsyad? Topi? Topi Aa?”

Arsyad: (menunjuk gambar topi yang dipakai Freckles) “Emmm..”

Mama: “Arsyad, ada kapal laut, Nak! Kapal laut! Mana kapal laut? Kapal? Mana kapal? Kapal?”

Arsyad: (menunjuk gambar kapal laut di dekat pelabuhan) “Emmm..”

Belum ada kosakata untuk “kapal laut” di Kamus Bahasa Arsyad Terkini. ๐Ÿ™‚

Di buku pertama, karena merupakan rangkuman sangat singkat dari ensiklopedia beragam hal, Arsyad bisa betah dengan sajian foto-foto binatang dan alat transportasi. Kalau Arsyad sudah bawa buku ini ke Mama untuk “dibacakan”, sudah pasti halaman-halaman yang memuat foto kesukaannya lah yang diperlihatkan. Kedua buku ini bahan isinya semacam kertas majalah, tapi alhamdulillah Arsyad tidak menunjukkan rasa sayangnya pada buku dengan menyobek-nyobek halamannya. Heuheuu.. Mungkin karena dia sudah tertarik duluan dengan gambar-gambar di dalamnya, ya. Pikiran untuk menyenangkan hatinya sendiri dengan mendengarkan suara robekan kertas dari buku tersebut pun lenyap. Hahahaa ๐Ÿ˜€

Jadi sebetulnya, acara baca buku ala Arsyad adalah “mengeksplorasi dan menikmati ilustrasi yang ada dalam buku”. Itupun gambar-gambar yang dikenalinya saja, seperti aneka satwa, alat-alat transportasi, anak-anak, dan makanan. Waktu Mama dan Papa beli kedua buku ini, Mama yakin seyakin-yakinnya kalau dua buku ini akan jadi investasi yang bagus sebagai bacaan Arsyad dan adik-adiknya nanti. Ternyata, tak harus menunggu Arsyad wisuda balita. Buku-buku ini sudah menjadi kesayangan Arsyad dari sebelum lulus batita! Ihiiy!

Back to the title, kenapa judulnya “Hujan Buku”? Hmmm.. karena acara bermain Arsyad bersama Mama di rumah disponsori mendung di sepanjang siang dan hujan yang cukup deras sedari sore tadi. Dan buku adalah bintang utama acara ini. Hehe, mungkin seharusnya judulnya “Hujan dan Buku”, ya.. tapi da Mama maunya “Hujan Buku”. *maksa*

Oiya, di sela-sela acara, ada “iklan” kue celup yang sangat digemari si tuan cilik. Snack yang sedang sangat digandrungi Arsyad sekaligus menambah kosakata baru di KBAT : “รฉtong”. ร‰tong (n) artinya kue/biskuit yang dicelup ke dalam cairan; (v) proses mencelupkan kue/biskuitย ke dalam cairan dalam gelas/cangkir; cairan bisa berupa susu, teh manis, bahkan air mineral sekalipun. Entahย darimana asal muasal munculnya kata “รฉtong” ini. Secara jauh sekali pembunyiannya dari “kue celup”. Hahahaa.

Sabtu bersama Mama. Ada hujan, buku, dan รฉtong!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s