Master (of) Mind

Gambarnya Koleksi Mbah Google

Hehee..

Sebetulnya istilah aslinya Master Mind (MM). Di komunitas IIP, salah satu aktifitas WAG alias Whatsapp Group-nya adalah menyetorkan MM masing-masing pada jadwal yang sudah ditentukan. Dalam sepekan, ada beberapa orang anggota yang terjadwal menyetorkan MM. Setelah MM dibagikan oleh yang bersangkutan, biasanya suka ada diskusi mengenai MM tersebut.

Apa sih Master Mind itu?

Continue reading “Master (of) Mind”

Advertisements

Mencetak Generasi Penghafal Quran

Catatan KulWapp “Emak Rempong Bisa Punya Balita Hafal Al-Qur’an” bersama Bunda Judhita Elfaj

 

images (66)
Photo Courtesy :ย https://kuri007.blogspot.co.id

Siapa sih yang ngga kepengen anak-anaknya hafal Qur’an? Menyandang gelar hafidzh dan hafidzah? Pasti itu jadi mimpi yang kita tanamkan pada anak-anak kita, yekan buibu pabapa?

Sayangnya, kebanyakan dari kita cita-cita mulia ini hanya sebatas angan-angan yang kemudian dengan mudahnya dihempas oleh angin lalu. Karena apa? Karena niat dan ikhtiar kita kurang kuat untuk mewujudkannya. Seringnya kita disibukkan oleh rutinitas harian yang memforsir sebagian besar energi kita. Akhirnya niatan mengajak anak menghafal Qur’an terlupakan oleh rasa lelah dan letih kita. Kita pun kadang berdalih dengan mengambinghitamkan sifat-sifat anak kita yang tidak kooperatif. Hiks.

Mari introspeksi diri, luruskan niat, dan memohon pada Allah supaya kita diberi kekuatan dan kemudahan dalam mengeksekusi impian kita yang satu ini.

Lantas, mari cari ilmunya. Biar tidak salah kaprah, biar tidak melulu mengambinghitamkan sifat-sifat “unik” anak kita. Dan, Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu ada undangan untuk mengikuti kuliah via whatsapp bersama Bunda Judhita Elfaj yang merupakan anggota Tim Ahli Rumah Main Anak dan treatments-nya pada anak-anaknya sangat perlu kita jadikan contoh.

Continue reading “Mencetak Generasi Penghafal Quran”

Ma, Jangan Lepaskan Tangan Arsyad…

Mamak berangkat ke sekolah itu tiap pagi, hampir setiap weekdays. Biasanya, Arsyad dan Papa mengantar Mamak ke depan gerbang sambil mereka pergi jalan-jalan pagi. Arsyad memang tak pernah rewel apalagi sampai menangis kencang saat Mamaknya berangkat ke sekolah. Orang-orang bilang, “Meni bageur.. anak teh ngajurung ka Mama na.” (Baik banget anaknya, ngedukung kerjaan Mamanya). Ah, mereka tidak tahu. Itu anaknya tidak menangis, yang menangis itu justru emaknya. Sedih harus meninggalkan anaknya yang masih bayi itu dalam waktu yang lama (sampai rumah bisa lewat Ashar).

Lebay, ya? Hmm.. tidak tahu sih. Beberapa waktu lalu juga diingatkan di salah satu materi kuliah Matrikulasi IIP kalau Ibu yang bekerja di ranah publik itu pasti oleh Allah diberikan kekuatan dan kemampuan yang lebih untuk bisa mengampu amanahnya, tanpa melalaikan tanggung jawab domestiknya. Hmmm.. benar-benar jadi renungan juga. Continue reading “Ma, Jangan Lepaskan Tangan Arsyad…”

Menemukan Harta Karun

Berbinar-binar…

Kalau kita menemukan harta karun, salah satu ekspresinya, begitu mungkin ya: berbinar-binar. Harta karun yang Mamak maksud di sini bukanlah limpahan koin atau batang emas beserta aneka ragam perhiasan berkilauan dalam kurungan peti kayu. Bukan… Tapi yes, ini soal perkara yang membuat para emak berbinar-binar: keberhasilan anak-anaknya. Jadi ini tadinya Mamak bikin perumpaan, gitu.. Seorang ibu yang melihat anaknya berhasil, sukses, pasti ibarat dia menemukan harta karun. Bahagia luar biasa. Betul kan?

Betul apa betul banget?

Continue reading “Menemukan Harta Karun”

Jadi Ibu Cerdas, Selalu Beride

Buibuuuuu…

wp-1494299915118.jpg
Duet Ummi Haneen bersama Teh Fiena

Ini dia secuil materi Open House IIP Senin lalu yang dipaksa ringkas oleh Mamak dikarenakan gagal fokus 100% fuuullll. Ckckck. Walau secuil, semoga kita bisa mengambil hikmahnya, yaaa… Aamiin.. *emoticon senyum sambil tutup mata*

Selain materi, Mamak juga berbagi aliran rasa tentang serba-serbi wisuda dan perkuliahan Matrikulasi batch 3 kemarin. Mangga dibaca juga tulisan ini, yaaa… hehehee.

Continue reading “Jadi Ibu Cerdas, Selalu Beride”