Posted in IIP, Kisah Mamak

Wisuda Kali Ini

Senin kemarin, pas May Day, adalah hari yang Mamak rasa paling meaningful sepanjang semester awal 2017 ini. Mamak wisuda, cuy!

Mamak mau pakaikan toga ke kepala Arsyad, nantinya malah menghalangi Papa, heuheu (Arsyad baru bangun)

Jadi acara wisuda kelas Matrikulasi Batch 3 ini sekaligus Open House IIP Bandung, mengundang para Ibu dan calon Ibu yang bukan anggota IIP untuk lebih mengenal komunitas ini. Acaranya super duper keren! Judulnya saja ciamik begini: “Ibu, Agen Perubahan”. Isinya, lebiiiiih…. mantap!!! Mamak bersyukur sekali, dikasih kesehatan sekeluarga sehingga kami bisa menghadirinya. Izin Pak suami juga turun dengan mudahnya.

Mamak dapat kursi di belakang, sih. Tapi alhamdulillah materinya tidak terlalu ketinggalan.

Materi pertama dari Ummi Haneen Akira. Dibuka oleh beliau dengan lantunan salah satu ayat yang Mamak hanya sempat mendengar nama suratnya saja waktu itu: Ali Imran. Lagi belum fokus tuh si Mamak pas Ummi Haneen sudah buka materinya. Yang jelas, begitu Mamak dengarkan lantunan ayat yang dibacakan Ummi, Masya Allah… suaranya Ummi itu seperti panah yang langsung nancep ke hati. T_T  Perasaan jadi campur aduk antara kagum, haru, malu dan sedih. Dua perasaan terakhir itu karena Mamak belum bisa memperdengarkan ayat Al Quran dengan suara seindah itu di rumah. *sedih sesedih-sedihnya* Pembukanya mantap, isinya lebih mantap lagi. Secuplik ringkasan materi yang sempat Mamak simak, bisa disimak ulang di tulisan Mamak yang ini, ya. Setelah penyampaian materi dan sesi tanya jawab dengan Ummi Haneen selesai, acara selanjutnya diambil alih oleh Teh Nca, ketua IIP Bandung, yang mengupas tuntas komunitas IIP yang eksis di Bandung sejak tahun 2013 ini. Sayang, Mamak tidak menyimak dengan baik pas sesi ini, *sungkem sama Teh Nca* soalnya Mamak keluar dulu, mengunjungi Papa dan Arsyad di KidsCo. Aaaah… mereka asik sekali. Mamak sampai iri. Heuheuu..

Kemesraan Arsyad bersama Papa :’)

Di kidsco terjadi beberapa kali insiden Arsyad berebut mainan dengan anak-anak lain. Tidak sampai heboh, sih..karena Mama dan Papa langsung mengalihkan Arsyad untuk mencoba permainan lain. Hehee.. memang seusianya ini sudah bisa main di tempat yang ada beberapa anak seusianya tapi dia belum bisa berbagi mainannya, alias bisanya baru main sendiri-sendiri. Kalau disuruh main basket, pasti harus dikasih bola dan ring-nya untuk masing-masing. 😀

Wisuda IIP…

Hmmm… meskipun baru lulus kelas matrikulasi, yang adalah tahap awal dari pembelajaran kuliah di Institute Ibu Profesion, dan.. meskipun tidak lulus 100% karena Mamak absen tidak mengumpulkan 1 tugas di perkuliahan kemarin…. *emoticon monyet tutup mata* …tapi alhamdulillah Mamak senaaaang sekali. Bukan predikat lulusnya sih. Lebih ke merasa senang karena selama belajar di kelas matrikulasi kemarin Mamak sukses menampar diri sendiri (akibat materi dan tugas-tugas yang selalu menohok dan menonjok!!), Mamak berhasil berperang melawan diri sendiri (walau jatuh bangun sih. Beraaaaat sungguh), Mamak dikasih Allah SWT fasilitator yang kece tiada tara, Bubu Wiwik dan Teh Ismi, daaaan… teman sekelas yang luar biasa energinya. Bikin semangat Mamak terpompa terus.

Awal perkuliahan itu pas minggu keempat Januari. Dapat 9 materi berikut 9 Nice Homework yang sensasional, diberikan masing-masing setiap minggunya. Agak sedih memang, karena di kelas itu seringnya jadi silent reader. Baca materi sama penjelasan tugasnya saja nyolong-nyolong waktu. Heuheuu.. padahal diskusi di kelas selalu seru. Huhuu. Jadilah, Mamak rajin nengokin resume yang dibuat oleh korming (koordinator mingguan) karena tidak sedang online pada saat yang tepat. Hmmm.. Di sela-sela materi dan tugas, para fasilitator sesekali menghadirkan tamu-tamu luar biasa untuk berbincang seputar dunia kepengasuhan anak dan bidang keahlian sang tamu. Ada Bu Septi Peni Wulandari, founder IIP, yang bikin sekelas ingin berlama-lama ngobrol online dengam beliau. Kemudian di acara “Mengenal lebih Dekat” selanjutnya, fasilitator mengundang suami Bu Septi, Pak Dodik Mariyanto, yang… duhai.. “peureus” banget jawaban-jawabannya di sesi tanya jawab. Aseli makjleb. Hehehe. Kalau jawaban-jawaban Bapak itu dianalogikan bermangkok-mangkok ramen, muka-muka kita sekelas udah pada merah semerah-nya lengkap dengan cirambay dan ingus menghiasi. Karena ramennya level paling pedaaaaaasss!!! *Kata teman-teman sekelas : “Sekelas???! Lu aja kali, Makpeeeppp….!!!” Hahahaaa.

Sensasi lain yang tak berkesudahan selama 9 minggu itu adalah, perut mules dikejar deadline pengumpulan tugas Nice Homework (NHW). Hahaa. Well, NHW ini sebetulnya tidak boleh hanya sekedar disetorkan saja. Lebih tepatnya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari si ibuk dan keluarganya. Mamak sendiri merasa belum sepenuhnya bisa mengamalkan semua yang telah terpelajari dalam materi dan tertulis dalam NHW sih.. Belum bisa optimal. Manajemen waktu Mamak juga kadang masih terasa berantakan, meskipun sudah pernah bikin daily schedule di NHW ke-7. Sedih.. kalau dievaluasi, Mamak mungkin belum menemukan kebahagiaan terhaqiqi (halah.. apa sih, Maaak…). Buktinya, stress sedikit saja langsung males dan malesin orang di sekitar. *hayang ceurik* Yaaa.. meskipun katanya emosi ibuk yang lagi hamidun itu labil, tapi kok malah menjadikan dede bayik dalam perut alasan untuk segala kebathilan yang dilakukan emaknya. *hayang ceurik (2)*

Tarik nafas, Maaaaak… keluarkan pelaaaan… tarik nafas lagi… keluarkaaaan.. Istigfar banyak-banyak, Mak.. Baca shalawat… *hayang ceurik (3)*

Ini baru awal, lho. Baru matrikulasi. Next step adalah kuliah “Bunda Sayang”. Alhamdulillah, begitu ada pengumuman pendaftaran kelas ini dibuka, Mamak langsung kirim pesan whatsapp ke si Papaps. Dikasih lampu hijau, Mamak langsung tancap gas. Daftar saat itu juga, dengan keadaan sinyal yang entah bersahabat pada siapa. Allah SWT mungkin memang menghendaki Mamak untuk terus belajar di sini, langsung terus tanpa jeda dahulu. Karena kemarin Teh Ismi memberitahu di grup kelas bahwa pendaftaran kelas Bunda Sayang sudah ditutup, padahal tanggal akhir daftar itu masih sekitar semingguan lagi. Katanya kuotanya terbatas karena fasilitator untuk kelas ini masih terbatas. Sedih juga banyak teman-teman di kelas yang belum sempat daftar. InsyaAllah 4 bulan yang akan datang, teteh-teteh shalihah bisa lanjut dancing with the rain, yaaaa. Uhuuuy!

Do’akan Mamak Arsyad bisa istiqomah dalam menimba dan mengamalkan ilmi di kelas ini dengan sebaik-baiknya, yaaaa. Salam cinta untuk suami yang super hebat dan anak-anak Mamak yang rock ‘n roll! Salam sayang untuk Bubu Wiwik, Teh Ismi, Ibu Ketua Kelas dan teman-teman Matrikulasi Batch 3 Bandung 1 (maafin tak bisa menyebutkan kalian di sini satu per satu. Nanti dikiranya ini presensi kehadiran, hehehe. Canda, buibuii..).. peluk semua satu per satuuuu. Daaan.. untuk semua ibu keren di dunia.

You are the strongest and the most beautiful creatures Allah has created with His very love. ❤

Advertisements

One thought on “Wisuda Kali Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s