Posted in IIP, Kisah Mamak

Master (of) Mind

Gambarnya Koleksi Mbah Google

Hehee..

Sebetulnya istilah aslinya Master Mind (MM). Di komunitas IIP, salah satu aktifitas WAG alias Whatsapp Group-nya adalah menyetorkan MM masing-masing pada jadwal yang sudah ditentukan. Dalam sepekan, ada beberapa orang anggota yang terjadwal menyetorkan MM. Setelah MM dibagikan oleh yang bersangkutan, biasanya suka ada diskusi mengenai MM tersebut.

Apa sih Master Mind itu?

Master Mind atau MM merupakan ciri khas IIP, membantu para anggota untuk menyusun rencana menuju ibu profesional. Ciri khas MM terletak pada 3 pertanyaan, yaitu: (1) Sudah sukses apa sebelumnya? (2) Mau sukses apa selanjutnya?, dan (3) Apa Hikmah yang bisa dibagi?

MM ini ada formatnya juga, lho.. Pertama, penyetor MM menjelaskan secara singkat biodata anggota keluarganya disertai foto keluarga. Kedua, penyetor menuliskan perencanaan diri & keluarga per satu bulan dengan menjawab 3 pertanyaan tadi. Biasanya dibuat list/daftar.

Menyenangkan sekali bisa berbagi dan menyimak MM para anggota yang super duper keren. Sangaaaaat menginspirasi!

Nah, Senin kemarin Mamak kebagian jadwal setor MM di RB Cibiru. Pengalaman pertama berbagi MM, isinya juga ngga sehebat anggota-anggota lain, hihihi.

MM-nya dimulai dari perkenalan anggota keluarga (berbadan tidak) kecil kami.

  • Papa Irvan Yogaswara (Well, jenggotan aja sih.. ngga pake kumis, hihii), menuju 27 Tahun,
  • Mama Peppy Febriandini, sudah 26 Tahun,
  • Aa Arsyad Muhammad Ad-Dimasyqi, menuju 20 Bulan
  • Dede bayik yang insyaAllah lahir di awal bulan September. Mohon do’anyaaa.. πŸ™‚

20170314_110653

Sudah Sukses apa 1 bulan lalu

  • Menyelesaikan tugas sebagai mahasiswi IIP menamatkan kelas matrikulasi. Ikut hadir di wisudanya juga, alhamdulillah dapat ilmu banyaaaak sekali di acara wisuda, pun di masa matrikulasi. Bisa ditengok sedikit catatan curhatannya di link ini. Heheee. Tinggal pengamalan ilmunya perlu lebih dioptimalkan.
  • Merutinkan menghadiri kajian ilmu luring (selain pengajian Qur’an) yang berhubungan dengan isu parenting/ yang menunjang passion (literasi) seperti yang ditargetkan, yaitu min. 1x dalam sebulan. Efeknya luar biasa setelah mengikuti kajian keilmuan ini. Karena selain oleh-oleh yg didapat, hati juga semacam mendapatkan rekreasi dan kesegaran. Macam kayak orang kurang piknik kalau sebulan pleng ngga ikut seminar/talkshow itu.

Sekarang memang sedang trend-nya kulwapp, yaa. Tapi Mamak agak sulit mengikuti alurnya karena tidak kuat daring berlama-lama. Selain suka pusing, memang sudah dicatat dalam diri dan NHW (heee), membatasi waktu online di HP tidak lebih dari 20 menit. Kurang suka scrolling, apalagi klo sudah ratusan chat. Duuuh.. hehehee

  • Meluangkan waktu lebih banyak berdiskusi dengan suami.
  • Meluangkan waktu lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya untuk mengolah makanan di dapur daripada meluangkan lebih banyak uang untuk membeli makanan di luar. *emoticon monyet tutup mata*
  • Memutuskan resign mengajar di SMA pada semester ini dengan segala pertimbangan dan berdasarkan hasil diskusi dengan suami. Meskipun hari ini masih berangkat ke sekolah, ngawas UKK. Masih ada sisa pekerjaan sampai pembagian raport. Hahaaa..
  • Menyapih (dini) Arsyad. Pekan ini menuju 4 minggu Arsyad tanpa nenen, walaupun masih saja Arsyadnya “menanyakan” nenen.
  • Meskipun sudah terpapar gawai (nonton video anak di HP atau netbook), masih bisa mengkondisikan Arsyad untuk tetap menyukai dan menikmati buku2nya dan aktifitas di luar.
  • Membereskan proyek Learning Files Compilation bersama anak-anak kelas XI IPA untuk 1 tahun ajaran ini.
  • Membuat target Ramadhan bersama suami, yang ditulis dan diawasi pelaksanaannya bersama-sama.

 

Mau sukses apa dalam 1 bulan ke depan?

  • Mengikuti Kelas BunSay dengan sebaik-baiknya sehingga ilmu dapat diperoleh secara optimal dan diaplikasikan dengan tepat.
  • Target Ramadhan tercapai. Yeah!
  • Menyemangati pak suami mencapai target Ramadhannya dan dalam melaksanakan tugas-tugas tambahannya di masjid dan kepengurusan RW di tengah kesibukan pekerjaannya.
  • Mengurangi intensitas Arsyad menonton video.
  • Melaksanakan ODOA for Arsyad (One Day One Activity). Membersamai Arsyad bermain sambil belajar lewat kegiatan terencana yang fokus pada pengenalan huruf hijaiyah dan kisah-kisah binatang dalam Al-Qur’an.

 

Hikmah yang didapat?

Hati yang jernih adalah modal utama seorang ibu profesional untuk terus bergerak. Jika hati terjaga, (1) ilmu dapat diserap dan diamalkan dengan sebaik-baiknya, (2) komunikasi dapat berjalan dengan harmonis, (3) Family ambience akan terjaga. Jika sudah merasakan indikasi hati terkotori, segera perbanyak istigfar yang khusyuk sambil mengingat-ingat dosa yang telah dilakukan dan memohon ampun pada Allah atas dosa-dosa tersebut. Diabsen gitu salah-salahnya, biar jadi muhasabah diri sekaligus meyakinkan diri bahwa Allah akan mengampuni kesalahan tersebut. Setelah itu, segera bangkit dan bersemangat beramal shalih.

Hati-hati dengan hati” πŸ™‚

Referensi yang direkomendasikan Mamak terkait hati ini:

  • Karya-karyanya Prof. Ibrahim Elfiky
  • Tulisan dan ceramahnya Aa Gym
  • Tulisan dan ceramahnya Ust. Salim A. Fillah
  • Tulisan dan ceramahnya Ust. Yusuf Mansur
  • Tulisan dan ceramahnya Ust. M. Fauzil Adhim
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s