Posted in Kisah Mamak

Lebaran Ke-3

Yup, ini adalah kali ketiga Mamak berhari raya bersama Papa. Ada highlight di setiap lebarannya. Lebaran pertama, 1436 Hijriah, kami sedang dugdugser menanti kelahiran anak pertama kami yang kemudian diberi nama Bryan Arsyad Muhammad Ad-Dimasyqi (Ide Abahnya tuh ngasih nama Bryan. Katanya biar bisa dipanggil “Braay!” Ckckckck). Saat itu Mamak sedang hamil 6 bulan. Lebaran kedua, 1437 Hijriah, Arsyad sudah lahir, sudah jago ngeremes makanan, sudah lincah merangkaknya, dengan kedua pipi yang masih tumpah-tumpah, hahaa. Lebaran ketiga, tahun ini…

Continue reading “Lebaran Ke-3”

Advertisements
Posted in IIP, Kisah Mamak

Rerimbun Rasa Mengalir (Aliran Rasa Kelas BunSay IIP Bag. 1)

Alhamdulillah, tantangan pertama belajar di Kelas Bunda Sayang IIP bisa terlewati dengan penuh drama. Heuheuu.. Mamak beruntuuuung sekali, Allah sudah kasih Mamak, Papa sama Arsyad yang sangat mendukung Mamak untuk terus belajar meski belajarnya harus sampe ngesot-ngesot. *lebay

Jadi di kelas Bunda Sayang ini, kita berkuliah selama 12 bulan dengan sajian 12 materi yang gurih nan sedap. Setiap teteh fasilitator memberikan materi di hari Senin di minggu awal bulan dan terjadi perhelatan diskusi asik di WAG (WhatsApp Group) mengenai materi tersebut, kami para emak-emak pembelajar ini kemudian diberi tugas praktek langsung di lapangan. Istilahnya kalau di sini Game Challenge/ Tantangan 10 Hari daaaan.. tidak lupa melaporkan hasil praktek ini dalam bentuk tulisan setiap harinya selama tantangan. BulanΒ ini, materi pertama adalah komunikasi produktif. Materi yaaaang luar biasa menguras energi Mamak untuk belajar. Karena eh karena, Mamak merasa memang agak bermasalah dalam cara berkomunikasi selama ini. Dan lewat challenge ini, alhamdulillah Mamak belajar banyak dan (sedikit) mampu melakukan perubahan. *baru sedikit, yaa.. huhuu.

Continue reading “Rerimbun Rasa Mengalir (Aliran Rasa Kelas BunSay IIP Bag. 1)”

Posted in Catatan Kajian, IIP, Kisah Mamak

Mamak Rempong juga Pengen Hafal Qur’an

(Sekelumit catatan Mamak dari Kajian “Emak Rempong Bisa Ngafal Qur’an bersama Ibu Hj. Salmiah Rambe S.Pd.I)

img_20170527_164600_586.jpgKajian offline pertama (sekaligus terakhir) yang Mamak ikuti di bulan Ramadhan tahun ini. Beberapa hari sebelumnya, Mamak antusias sekali dengan acara yang dibuat oleh RB Tahfidz IIP Bandung ini. Begitu lihat flyer-nya sudah bertekad dalam hati, bisa ikut dan belajar di sini. Bi Idznillah..

Alhamdulillah, izin dari Papa keluar dengan mudah. Mamak juga dikasih sehat daan.. Adek-adek Mamak lagi ngga ada kegiatan jadi bisa nitipin Arsyad ke mereka. Hehehee. Kok dititip Arsyadnya? (1) Karena Mamak pengen bisa menangkap sinyal-sinyal pencerahan dengan baik, (2) Saving energy; bumil lagi shaum itu bener-bener perlu pinter mengatur kegiatan yang dilakukan dan strategi hemat energi (hihii).. Arsyad itu bukan tipe anak yang bisa duduk diem anteng dalam kurun waktu yang lama meski udah bebekelan buku, mainan, pun makanan.. jadi: saving energy! πŸ˜€ Ini kajiannya betul-betul sekece judulnya. Hehee.. Keputusan yang tepat memang tidak mengikutsertakan Arsyad. Energi positif dan semangatnya bisa terserap maksimal sama Mamak…

Continue reading “Mamak Rempong juga Pengen Hafal Qur’an”

Posted in Catatan Kajian, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Komunikasi Efektif

(Sepenggal catatan Mamak dari kajian Parenting bersama Bunda Siti Sarah Hajar N., S.Psi, “Komunikasi Efektif pada Anak“)

Mamak ikut kajian ini udah lamaaa.. sekitar 5 bulan yang lalu, tepatnya 14 Januari 2017. Daaaan… baru sempat (gayanya sok sibuk) mindahin paririmbonnya ke blog sekarang. *emoticon monyet tutup mata*

Seminar ini Bunda buka dengan menayangkan sebuah video yang berceritakan seorang pelatih american football sedang meneriaki para pemain di timnya. Mamak awalnya mikir itu pak pelatih lagi emosi tinggi tersebab di pertandingan sebelumnya timnya kalah jadi main bentak-bentak aja. Eh, di akhir pak pelatih memeluk beberapa pemain dan bilang, “You’re doing great!” (Entah apa ucapan pastinya yang jelas macam tuh lah.) Bunda Sarah lalu menjelaskan itu adalah salah satu contoh komunikasi efektif. Ya, meskipun si pelatih teriak-teriak. Tapi itu efektif diaplikasikan di lingkungan seperti itu. Pertanyaannya, apakah atmosfir keluarga kita sama dengan atmosfir lapangan football tadi? Tentu tidak kan. Berarti, apakah ketika kita sang orangtua berkomunikasi pada anak kita dengan cara berteriak, komunikasi yang dilakukan itu efektif? Jelas tidak berarti, ya. Meskipun pesan yang ingin disampaikan adalah baik, tapi caranya salah (berteriak tadi, misalnya) pastinya tidak akan diterima dengan baik oleh si anak. Mungkin, masuk telinga kanan lalu keluar dari telinga kiri. Mending kalau hanya begitu.. kalau si anak merasa sakit hati karena diteriaki? Lebih berabe lagi..

Jadi, bagaimana dong melakukan komunikasi yang efektif pada anak-anak?

Continue reading “Komunikasi Efektif”

Edisi Papa Kangen

Papa: “Nak, udah lama yaa.. kita ngga berduaan.”

Arsyad: (sibuk buka-buka halaman buku)

Papa: “Mama sekarang ngga ke sekolah sih.. Jadi aja..”

Mama: “Kan tiap pagi suka jalan-jalan berdua.”

Arsyad: (masih sibuk dengan buku sambil tiduran)

Mama: “Kangennya berduaan sama Arsyad aja. Berduaan sama Mama mah ngga kangen, ya. Huh.”

Papa: “Ih, bukan gitu…”

Mama: “Bukan gitu gimana… Papa mah da gitu!”

Pembicaraan konyol ini tidak berujung dengan jelas. *emoticon ketawa sampai keluar airmata

Posted in Family Project

DIY “Nampan” Buku

Apa iniiiiii…..???

Hehehee. Sudah lama sekali Mamak merindukan sebuah rak atau lemari buku yang kece yang bertebaran itu di laman-laman google atau linimasi Facebook Mamak. Tapi apa daya… rumah mungil begini, kurang hegar sepertinya kalau ditambahi lagi furnitur. Lagipula… budget-nya masih harus diprioritaskan untuk hal lain. Tapiiii… buku-buku kami yang tidak seberapa banyak itu kan perlu “rumah”, tak bisa teronggok begitu saja di kamar depan. Sebagian nyempil, numpang di tempat bukunya Arsyad. Weleh… weleeeeh…

Akhirnya, Mamak ngobrol lah ke Papa, kepengen punya rak buku yang nempel di dinding. Jadi tidak memakan banyak tempat begitu… Dan dalam rangka memanfaatkan beberapa benda yanh sudah tak terpakai, jadilah alas raknya pun bikin sendiri, ngga pake kayu atau bahan lainnya. πŸ˜€

Nah, lebih jelasnya… bahan dan alat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

Continue reading “DIY “Nampan” Buku”

Posted in Kesehatan, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Ketika Arsyad Sakit…

Arsyad 10 bulan, masih gembil dan mau dipakein kompres demam.

Yang jelas, Mamak sudah sugestikan sebelum-sebelumnya kalau anak-anak Mamak nanti sakit, first thing first is KEEP CALM alias ngga panikan. Dan sebisa mungkin, jangan ada pikiran “Mendingan Mamak aja yang sakit daripada kamu, Nak…“. Kenapa begitu? Karena sepertinya justru akan lebih repot kalau si emak yang sakit. Everything in the house will turn messy! Incredibly messy! Dan malah bikin tambah stress, heuheu. Dan lebih kasian anaknya, perhatian dan lain sebagainya otomatis akan berbeda dibanding ketika si emak lagi sehat. Dan… (‘pabila esok.. datang kembali.. *karokean lagunya om Duta dkk)

Alhamdulillah sugesti ini cukup bekerja sesuai harapan. Sehingga, ketika Arsyad sakit, Mamak ngga nimbun-nimbun stress berlebih dengan panik dan khawatir. Mungkin orang-orang ngeliatnya Mamak kelewat santai, yaa. Bisa jadi mereka punya opini, “Ini Emak, anaknya sakit kok tiis aja.” Hush. Su’udzan itu, Maak..! Astagfirullah.. Anyway, selain sugesti macam tuh, Mamak sama Papa juga sepakat kalau kita adalah keluarga sehat dan kuat yang bisa meminimalisasi kunjungan ke dokter karena sakit. Hehee.. Jadi, Kami akan berikhtiar dulu dengan home remedies sebelum berobat ke dokter, atau bahkan sebelum mengkonsumsi obat kimia buatan yang dijual di apotek-apotek. Bi idznillah..

Dan, beginilah.. keluarga kami sakitnya ngga jauh-jauh dari masuk angin, flu, dan batuk. Alhamdulillah masih bisa ditangani dengan treatment dari rumah. Beberapa hal yang biasa kami lakukan bila mulai terserang penyakit “langganan” : Continue reading “Ketika Arsyad Sakit…”

Posted in Kisah Mamak

Ketegasan Lisan Seorang Ghifar

Screenshot_2017-06-10-15-07-47-1-1

Sabtu lalu, 10 Juni 2017, Mamak memenuhi undangan bu menejer untuk menonton sebuah drama musikal di Sabuga, Bandung, bertajuk “Abu Dzar Al-Ghifari“. Drama musikal ini persembahan dari kawan-kawan Sensyar’i, sebuah komunitas syiar Islam yang bergerak di bidang seni, teater khususnya. (Mamak sok ikrib banget yak, bilang kawan-kawan, heuheu. *emoticon monyet tutup mata) Dan merupakan kolaborasi bersama Sygma Daya Insani, yang menghadirkan ke tengah-tengah keluarga kita buku-buku Islam berkualitas, seperti Muhammad Teladanku. Mamak yakin, kalau SDI ngadain acara, pas kece badai. Acara-acaranya selalu luar biasa menyentuh sanubari, membawa jiwa seperti bermusafir dalam rangkaian siroh yang disajikannya. Well, meski Mamak baru sempat dua kali sih dengan ini, menghadiri acara SDI (yang satu lagi sebelumnya berformat seminar parenting), tapi Mamak selalu yakin kalau persembahan SDI tak akan pernah mengecewakan. ❀

Continue reading “Ketegasan Lisan Seorang Ghifar”