Posted in IIP, Kisah Mamak

Fixing the Main Gear (1)

(Catatan Perjalanan Mamak Ber-Komunikasi Produktif dalam Keluarga)

. . . fallahu khairun haafidzon wa Huwa arhamur roohimiin (. . . maka Allah sebaik-baiknya penjaga dan Dia Maha Maha Penyayang diantara para penyayang). – QS. Yusuf : 64

Ya Allah… jagalah hati dan lisan Mamak.. Mudahkan Mamak dalam menimba ilmu di kelas ini dan mengamalkannya…

Materi Bunda Sayang pertama adalah mengenai Komunikasi Produktif. Betul syekalee lah kata Teh Ismi, Fasilitator kelas Mamak waktu kuliah matrikulasi kemarin. Katanya, moment Ramadhan ini pas banget belajar praktek komunikasi produktif. And yes, terbukti di lapangan, heuheuu..

Kenapa harus komunikasi produktif yang didahulukan di awal kelas BunSay ini? Mangga simak penjelasannya di video Ibuk Kepsek di youtube ini.

Dari sekian banyak materi (ngga banyak sih, cuma padat saja. Saking padatnya, menguyah materinya juga harus pelan-pelan supaya lembut dan tercerna dengan baik 😀 ), di Game pertama ini Mamak diminta melatih 1 poin yang Mamak anggap paling penting. Masing-masing 1 poin komunikasi prioritas dengan pasangan dan anak. Poin pertama yang Mamak praktekkan ke Papa adalah “Kaidah 7-38-55” dan “Intonasi & suara ramah” untuk Mamak praktekkan ke Arsyad.

Mamak memilih mendahulukan Kaidah 73855 untuk berkomunikasi dengan Papa karena Mamak merasa perlu berlatih intonasi suara dan bahasa tubuh Mamak. Kan katanya (kata Mbah Albert Mehrabian), komponen verbal/ kata-kata itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi dan komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%). Alhamdulillah, Mamak dapat sedikit banyak contekan dari karyanya Ust. Salim A. Fillah “Bahagianya Merayakan Cinta” dan bisa langsung dipraktekkan meskipun tidak paripurna.

Untuk Arsyad, Mamak memilih poin intonasi dan suara karena Mamak masih gampang terbawa suasana dan terpengaruh kreativitasnya Arsyad. Jadilah nada suara sering naik tajam meski marah-marahnya sudah bisa lebih teratasi. Ah, makanya do’a Nabi Ya’qub as. yang di atas itu benar-benar jadi pegangan Mamak dalam menghadapi semua ini. *halah, apaaa..

Continue reading “Fixing the Main Gear (1)”

Advertisements