Posted in IIP, Kisah Mamak

Fixing the Gear (3)

(Catatan perjalanan Mamak berkomunikasi produktif dalam keluarga)

Tidak banyak yang Mamak lakukan di hari ketiga tantangan Game 1 kelas Bunda Sayang ini. Masih, untuk berkomunikasi dengan Arsyad yang menjadi poin prioritas latihan adalah intonasi dan suara ramah. Alhamdulillah, hari ini tidak ada kendala sama sekali. Mamak rasa intonasi dan suara Mamak dalam menyampaikan pesan pada Arsyad, pun dalam merespon pesan Arsyad, terjaga kestabilannya. Mamak merasa ada banner besar muncul di benak Mamak, habis gelap terbitlah terang. 🙂

Pagi ini kami berdua naik bis Damri jurusan Elang-Jatinangor, menuju rumah Nenek Cimindi. Di tengah perjalanan, Arsyad yang style-nya tidak bisa duduk manis dalam waktu yang lama, mulai berusaha turun dari kursi penumpangnya dan memancarkan sorot mata “explorer”-nya. Terlebih saat itu bis dalam keadaan hampir kosong, hanya tersisa beberapa penumpang yang duduk di kursi depan. Awalnya Mamak dapat mengalihkan keinginannya menjelajah dengan memberikan susu UHT kotak dan biskuit. Tapi itu hanya bisa menahannya sebentar. Lalu Mamak mengajaknya melihat-lihat aneka ragam kendaraan di jalan dari arah jendela bis, memintanya menyebutkan nama jenis kendaraan yang Mamak tunjuk. Itu juga tidak berhasil menahan Arsyad sampai waktunya kami turun.

Arsyad the Bus Conqueror! 😀

Pada akhirnya, terjadilah adegan Arsyad’s comfort test, uji kenyamanan kursi penumpang di bagian depan dengan cara: menaiki kursinya sendiri (hanya dipegangi satu tangannya oleh Mamak), duduk sebentar sambil manggut-manggut, lalu turun dan berjalan menuju kursi lain. Mamak pikirkan terlebih dahulu konsekuensi dari tindakan yang diambil ini dan kemungkinan efek dari kerewelan Arsyad jika keinginannya dicegah. Mamak keeps woles first. Hmm…

Continue reading “Fixing the Gear (3)”

Advertisements