Posted in IIP, Kisah Mamak

Fixing the Gear (4)

(Catatan perjalanan Mamak berkomunikasi produktif dalam keluarga)

Gambar dari Google yang sedikit diedit pake Picsart

Ini baru hari ke-4 dari total 10 hari tantangan pertama kelas Bunda Sayang sih. Tapi sepertinya untuk poin intonasi dan suara dalam berkomunikasi dengan Arsyad, secara garis besar Mamak bisa menggambarkannya dengan grafik naik seperti gambar di atas. Dan efeknya luar biasa, baik bagi Mamak, pun bagi Arsyad. Semakin hari, Mamak semakin mudah ngelemesin hati demi mengontrol intonasi. Di sisi lain, kemampuan bahasa Arsyad mengalami peningkatan yang cukup baik. Dalam satu hari, pasti ada setidaknya satu kosakata baru yang diproduksinya. Semisal hari ini, Arsyad mengubah kata “u-ush” menjadi “cucu” untuk menyebutkan “susu”.

Continue reading “Fixing the Gear (4)”

Posted in Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Adaptasi Arsyad

Salah satu buku favorit Arsyad 😀

Sekitar seminggu sebelum Ramadhan, Abah dan Nenek Arsyad di Cimindi (Mertua Mamak) pindahan. Mereka pindah ke rumah lama mereka setelah 2 tahun sebelumnya menempati rumah alm. Uyut yang kosong. Dan, kemarin adalah pertama kalinya Arsyad mengunjungi rumah lama Abah dan Nenek. Seperti biasa, Arsyad kalau di tempat baru suka minim bersuara, raut wajah serius, susah senyum dan menunjukkan serentetan indikasi “this is not my place” lainnya, meskipun ngga sampai rewel sih. Lumrah sih, ya. Itu bentuk adaptasi anak-anak terhadap lingkungan baru yang mereka tempati. Arsyad sejauh ini bukan tipe anak yang ngga betahan. Sore kemarin pun, Arsyad sudah bisa santai dan bermurah senyum, sudah menandai rumah Abah dan Nenek sebagai one of his places. Hahaa. Di tempat lain pun seperti penginapan dan tempat wisata, Arsyad tidak menunjukkan rasa ketidaknyamanan yang bikin Mamak, Papa dan orang sekitar riweuh bin panik. He usually enjoys new places later or immediately. Memang dasar hobinya jalan-jalan sih ya.

Saat puncak masa sapihnya sebulanan yang lalu, Arsyad pertama kalinya menginap di rumah Enin (Mamanya Mamak) tanpa Mamak sama Papa. Menurut laporan sih, Arsyad hanya menangis sekali tengah malam (waktu itu memang Arsyad masih suka bangun malam) dan minum susu plus ngemil sedikit lalu tertidur kembali. Hmmm.. Arsyad seperti punya kekuatan menguasai emosinya untuk bisa menyatu dengan tempat-tempat yang sedang dia singgahi. Halah, analisa macam apa sih itu. Alhamdulillah, Arsyad ngga nurun ke Mamak yang ngga betahan di tempat orang. *emoticon ketawa sampai keluar airmata* Continue reading “Adaptasi Arsyad”