Posted in IIP, Kisah Mamak

Fixing the Gear (5)

(Catatan perjalanan Mamak berkomunikasi produktif dalam keluarga)

Sesorean tadi suasana di rumah tegang…

Mamak sampai di rumah sepulang dari mengawas UKK dan mendapati Arsyad sedang menangis dan berseru, “mbis.. mbis!” (Jatuh! Jatuh!) Oh, mungkin dia terpeleset dan jatuh. Mamak ucapkan salam, kasih senyum dan memeluk Arsyad.

“Jatuh, ya. Ngga sakit kan? Ngga apa-apa…” Kata Mamak sambil memeluk Arsyad.

Dapat laporan dari Papanya, Arsyad beberapa kali menumpahkan air dispenser. Sepertinya itu menjadi salah satu penyebab dia menangis, dinasehati supaya tidak buang-buang air oleh Papa. Alhamdulillah, nangisnya hanya sebentar. Intonasi dan nada suara Mamak pun stabil. Mamak sedikit kurangnya berhasil mengontrol emosi atas teraduk-aduknya hati di sepanjang perjalanan menuju rumah. Ada beberapa “tantangan” di sekolah yang membuat Mamak sedih. Dan rencananya setiba di rumah Mamak ingin puas-puasin mengalirkan rasa ke Papa. Tapi Mamak perhatikan, bahasa tubuh Papa menyiratkan rasa letih dan lelah. Jadi, aliran rasanya ditunda sampai waktu yang belum bisa ditetapkan.

Continue reading “Fixing the Gear (5)”