Posted in IIP, Kisah Mamak

Fixing the Gear (9)

(Catatan perjalanan Mamak berkomunikasi produktif dalam keluarga)

Tidak ada yang begitu membuat latihan komunikasi Mamak dengan Arsyad meluncur bebas atau melesat tajam hari ini. Everything is still under control. Arsyad juga tidak serewel kemarin. Hanya saja, sekarang-sekarang Arsyad jadi suka teriak, “MAMAAA!” atau “PAPAA!” kalau merasa Mamak Papa nya menghilang dari hadapannya terlalu lama. Tadi siang begitu tuh. Mamak izin dulu ke Arsyad akan keluar jemur diapernya di teras depan karena pas siang itu sedang terik mataharinya. Belum selesai semua diaper dijemur,

“MAMAAA…!!” Dari arah ruang tengah.

“Oh, hihihi. Iya, Nak. Ini belum beres jemurnya. Sebentar.”

“MAMAAA…!” Sepertinya tidak boleh ada tawar menawar lagi kalau sudah berteriak begini. Hmmm..

“Iya, beres ini Mamak langsung ke dalam.”

Akhirnya, itu bocah malah keluar sendiri lewat pintu belakang yang terbuka. Senyum-senyum mungkin karena berhasil menemukan Mamaknya yang hilang, tidak seperti anak ayam yang gagal cari ibunya di video lagu-nya Pipipin (Upin Ipin). Hehehee.

Dan tadi sore Arsyad agak susah mandi. Mungkin karena sedang asik main lego bersama Papanya yang ditodong main padahal baru pulang jeja (kerja).

“Ayo, Arsyad mau sambil mandiin apa sekarang? Bis? Truk? Pesawat? Mobil?”

Biasanya kalau ditawari begitu, doski suka langsung jalan ke kamar bawa salah satu atau dua mainan yang akan “dimandikannya”. Tapi sore itu tidak terjadi.

“Ah, Arsyad. Mandi dulu, yuk. Mau jalan-jalan ngga? Mau kan? Yuk, mandi dulu.”

Tawaran yang ini tak bisa dia tolak. Langsung serta merta mau diboyong ke kamar mandi. Dan, sehabis berbaju rapi dia berseru sambil menarik tangan, “Yuk! Jaja’an!” (Yuk, jalan-jalan!) 😀

Nampaknya latihan intonasi suara dalam komunikasi bersama Arsyad berjalan dengan baik dengan catatan Mamak harus berhati-hati ketika emosi sedang tidak stabil. Saat itu, godaan untuk meluapkannya ke dalam suara sangat tinggi. Heheee..

Bagaimana dengan Papa?

Today is a mess.

Pagi-pagi Mamak sudah mengomel. Sedari kemarin malam Mamak sudah mengingatkan Papa untuk segera melakukan transfer ke temannya. “Besok, ya.” Begitu. Karena Mamak inginnya kalau masalah uang orang lain, segera dituntaskan gitu. Nah, Papa kan mau berangkat, Mamak khawatir transfer mentransfer ini terlupakan karena Papa kalau sudah sama pekerjaannya kadang suka tidak ingat dengan hal lain.

Sok sebelum berangkat, transfer dulu.”

“Iya.”

“Udah minta kan nomor rekeningnya?”

“Iya ini baru mau nanyain.”

“Ih, dari tadi main HP ngapain aja?”

Di sini suara Mamak kerasa banget meninggi, diksinya juga ngga enak lagi. Kelihatan kalau Mamak kesel lihat Papa pegang HP terus dan gagal memberitahunya dengan cara yang bijak. (Pas sore sih lumayan berhasil: “Pa… simpan dulu dong HPnya.. Kan lagi sama Arsyad..” | “Oiya..” sambil simpan HP. Suara kita di situ sama-sama enak, ngga sesembér tadi pagi.)

“Iya!” Akhirnya suara Papa ikutan berubah.

Ah, Mamak. Padahal ada ribuan cara menyampaikan yang lebih enak didengar. Kesemua itu jadi tak terlihat gegara tergelapkan oleh rasa kesal. Huuuh. Lagipula, “hari ini” kan masih bersisa 16 jam lagi (tadi) jadi ya masih ada waktu untuk transfer “hari ini”. Mamak.. Mamak..

Malamnya, puncak dari kekesalan Mamak yang tidak mentolerir kelelahan Papa yang tadi sore bilang, “Pegel banget, yaa..” Padahal mungkin itu kode minta dipijat tapi Mamak tak hiraukan dengan alasan masih banyak yang harus dilakukan setelah memandikan Arsyad. Ckckck.

Jadi, sepulang Papa tarawih di masjid…

“Pa, coba cek deh diaper Arsyad. Tadi tingkah lakunya kayak yang pup tapi ditanya ngga jawab. Mamak liat diapernya, ngga keliatan ada pup, ngga kecium bau lagi. ” Anak yang dimaksud sudah tidur pulas.

“Iya, dia pup ini mah.”

“Hayu atuh kita bersihkan. Siapin ya, buat ceboknya.” Mamak masih rebahan di sebelah si anak. Ternyata hari ini melelahkan juga..

“Yang, ayo atuh bersihin berdua. Arsyadnya susah dibangunin.”

Sambil mengumpulkan sisa-sisa tenaga, Mama mengikuti Papa yang menggendong the sleeping prince ke kamar mandi.

“Yang, air panasnya belum dimasukin ke ember.”

“Ya Allah.. katanya udah disiapin!” Emosi mulai naik.

“Iya, sok masukin dulu air panasnya.”

“Air panasnya kok dikit banget? Ini di tekonya juga kayak yang ngga ada airnya!” Gusar, emosi makin naik. “Jadi ngga anget nih airnya.”

Begitu air diguyur ke arah pant** Arsyad, dia histeris dan menangis. Mamak menyalahkan Papa karenanya.

“Maafin, Sayang. Cebok dulu, ya. Biar bersih, Nak. Biar bobonya enak. Sebentar kok.” Mengalihkan emosi jadi upaya menghibur Arsyad yang menangis karena ketidaknyamanannya.

Selesai sampai Arsyad tertidur lagi, Mama tiduran di samping Arsyad. Papa masih di kamar mandi membereskan sisa-sisa pertempuran. Begitu masuk kamar,

“Yang, tidurnya pake selimut?” Papa menyelimuti kaki Mamak.

“Masih pusing, Yang?”

Akhirnya, karena tidak ada jawaban Papa pun merebahkan badannya di sisi lain Arsyad. Mamak keluar, duduk di ruang tengah. Menangis.

Dan, terjadilah sebuah pengakuan atas sampah emosi masa lalu yang masih tertimbun. Papa dengan sabar mendengarkan dengan baik Mamak yang bercerita sambil sesegukan.

“Sini, peluk.”

Ah, Papaaa…

Dari sini, Mamak ambil hikmahnya bahwa kendala komunikasi (khususnya) tidak akan selesai-selesai kalau akar masalahnya tidak diusut tuntas. Dan Mamak rasa akar ini adalah si sampah emosi tadi. Malam tadi Mamak sudah membuangnya. Dengan bantuan dan dukungan Papa, Mamak bersihkan salah satu sampah yang Mamak rasa sulit sekali dihilangkan.

“Bukankah kita sudah berjanji akan menghadapi semuanya bersama?” :’-)

Semoga ke depannya semua menjadi lebih baik. Karena sejatinya, rintangan-rintangan itu muncul dari ulah Mamak sendiri. Papa dan Arsyad selama ini sangat suportif dan kooperatif. Tinggal Mamaknya saja yang harus lebih pandai mengelola emosi.

Tarik nafas.. tahan sebentar.. keluarkan..

Bismillah..

#level1 #day9 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s