Posted in Family Project

DIY “Nampan” Buku

Apa iniiiiii…..???

Hehehee. Sudah lama sekali Mamak merindukan sebuah rak atau lemari buku yang kece yang bertebaran itu di laman-laman google atau linimasi Facebook Mamak. Tapi apa daya… rumah mungil begini, kurang hegar sepertinya kalau ditambahi lagi furnitur. Lagipula… budget-nya masih harus diprioritaskan untuk hal lain. Tapiiii… buku-buku kami yang tidak seberapa banyak itu kan perlu “rumah”, tak bisa teronggok begitu saja di kamar depan. Sebagian nyempil, numpang di tempat bukunya Arsyad. Weleh… weleeeeh…

Akhirnya, Mamak ngobrol lah ke Papa, kepengen punya rak buku yang nempel di dinding. Jadi tidak memakan banyak tempat begitu… Dan dalam rangka memanfaatkan beberapa benda yanh sudah tak terpakai, jadilah alas raknya pun bikin sendiri, ngga pake kayu atau bahan lainnya. πŸ˜€

Nah, lebih jelasnya… bahan dan alat yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  1. Kertas duplek tebal, biasanya berwarna kuning (3 lembar untuk 1 buah papan)
  2. Kardus bekas yang cukup tebal (2 lembar untuk 1 buah papan)
  3. Kertas karton hitam. Lebih bagus bisa pakai wallpaper sih, atau kertas kado yang motifnya cantik.
  4. Double tape & selotip bening besar
  5. Gunting, cutter, pensil & penggaris
  6. Plastik mika yang biasa dipakai untuk sampul buku
  7. Siku besi
  8. Skrup & fischer (sesuaikan ukurannya dengan ukuran lubang pada siku besi)
  9. Mesin bor dan mata bor yang sesuai dengan ukuran skrup
  10. Obeng.

Nah, pertama, membuat papannya terlebih dahulu…

  • Potong kertas duplek dan kardus pada ukuran yang diinginkan. Tata kedua jenis kertas tersebut dengan susunan duplek – kardus – duplek – kardus – duplek. Lem dengan menggunakan double tape. Bisa juga dengan menggunakan lem kayu tapi harus menunggu sampai lem benar-benar kering sebelum lanjut ke proses selanjutnya. Rekat kembali lapisan duplek dan kardus dengan menggunakan selotip besar.
  • Bungkus lapisan duplek dan kardus dengan kertas karton. Bungkus kembali dengan plastik mika. Rekatkan dengan menggunakan double tape atau selotip besar.
  • Papan siap dipasang!

Yang kedua ini, tugasnya Papa karena urusannya dengan mesin bor. Mamak pernah coba sih pegangin bor saat akan membuat lubang untuk skrup, tapi ngga kuat nahan lama. Hahaa.

The Drill Man! (Marvel boleh banget bayar royalti namanya ke Mamak kalau mau dibikinin komik. Hahaa)
  • Sebelum menyalakan mesin bor, beri tanda pada dinding, titik-titik mana saja yang akan dilubangi. Patokannya adalah lubang-lubang pada siku besi.
  • Lubangi dinding, masukkan fischer ke setiap lubang. Tempelkan siku besi di atas dinding dan pasang skrup dengan bantuan obeng.
  • Setelah siku besi terpasang baik, pasang papan di atas siku.
  • Rak sederhananya siap dihuni oleh buku-buku… πŸ™‚

Dan ternyata “nampan”nya masih kuraaang.. hihi. Sepertinya perlu 2 nampan lagi untuk ditemplokkan di dinding. Daaaaan.. perlu sedikit hiasan gitu biar makin sedap dipandang ketika mata tertuju pada salah satu sudut ruang tengah ini. Macam visual grafis ala-ala atau hand writing gituu.. Next Project, berarti! πŸ˜€

Lah, ini kenapa malah keripik yang jadi fokus kamera??! Nampannya masih kurang kece buat dipublikasikan. :-p
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s