Posted in IIP, Kisah Mamak

Rerimbun Rasa Mengalir (Aliran Rasa Kelas BunSay IIP Bag. 1)

Alhamdulillah, tantangan pertama belajar di Kelas Bunda Sayang IIP bisa terlewati dengan penuh drama. Heuheuu.. Mamak beruntuuuung sekali, Allah sudah kasih Mamak, Papa sama Arsyad yang sangat mendukung Mamak untuk terus belajar meski belajarnya harus sampe ngesot-ngesot. *lebay

Jadi di kelas Bunda Sayang ini, kita berkuliah selama 12 bulan dengan sajian 12 materi yang gurih nan sedap. Setiap teteh fasilitator memberikan materi di hari Senin di minggu awal bulan dan terjadi perhelatan diskusi asik di WAG (WhatsApp Group) mengenai materi tersebut, kami para emak-emak pembelajar ini kemudian diberi tugas praktek langsung di lapangan. Istilahnya kalau di sini Game Challenge/ Tantangan 10 Hari daaaan.. tidak lupa melaporkan hasil praktek ini dalam bentuk tulisan setiap harinya selama tantangan. Bulan ini, materi pertama adalah komunikasi produktif. Materi yaaaang luar biasa menguras energi Mamak untuk belajar. Karena eh karena, Mamak merasa memang agak bermasalah dalam cara berkomunikasi selama ini. Dan lewat challenge ini, alhamdulillah Mamak belajar banyak dan (sedikit) mampu melakukan perubahan. *baru sedikit, yaa.. huhuu.

Dapet badge ini tuh jadi pengingat keras buat Mamak bahwa Mamak must be responsible for her communication result. Meski sampai sekarang masih harus melakukan banyak perbaikan cara komunikasi, baik itu terhadap diri sendiri, Papa, juga Arsyad. Oh, terhadap dedek bayik juga nanti, insyaAllah 🙂 Yang sangat terasa selama sebulan ini adalah, Mamak bisa menekaaaaan emosi negatif Mamak sedemikian rupa sehingga intonasi dan nada suara ketika berkomunikasi dengan Arsyad, pun Papa, bisa terkendali. Keep merdu gitu. Hahaa.. Untuk indikasi komunikasi produktif lainnya, Mamak masih on the way dalam memperbaikinya. Misalnya saja, poin komunikasi dengan anak “Mengatakan apa yang kita inginkan, alih-alih yang bukan kita inginkan” ini masih agak sulit dipraktekkan, heuheuu. Masiiiiih saja kadang kelepasan membuat kata larangan. “Arsyad, airnya jangan ditumpah-tumpah atuh..” padahal kan sebenarnya bisa begini, “Arsyad, airnya diminum aja.” Untuk cara berkomunikasi dengan pasangan, kaidah 73855 masih perlu lebih dimulusin lagi, biar kami tambah bahagiaaa.. 😀 Poin “Choose the Right Time”  sebetulnya sudah Mamak praktekkan sebelum belajar di kelas BunSay juga.. yang mengakibatkan kami jarang melakukan diskusi demi kemaslahatan bersama *caelah* karena dalam semester awal 2017 ini, Papa banyak lembur kerja jadi suka kasihan gitu mau ngajak ngobrol seriusnya. Ditambah pasti akan kurang efektif pembicaraannya. Tapi, setelah belajar di sini, Mamak jadi suka cari-cari kesempatan dalam kesempitan, hihihi. Hasilnya, selalu ada waktu bagi kami untuk bermusyawarah nan mufakat meskipun tidak tok setiap hari. Poin lainnya, “Clear and Clarify” juga masih perlu diperbaiki. Mamak masih suka “terlalu bersemangat” ketika berbicara untuk kemudian (agak) sewot ketika Papa tidak memberikan respon yang diinginkan, alias salah tafsir. *emoticon monyet tutup mata* Maaak… inget! You are responsible for your communication result.. 😉

Overall, Mamak merasa lebih banyak melakukan perubahan terhadap cara berkomunikasi dengan Arsyad. Dengan Papa, agak sedih memang.. karena perubahannya tidak terasa signifikan. Hiks, *sungkem sama Papa* Nah, sebelum menulis aliran rasa ini, Mamak sempat ngobrol dulu dengan Papa tadi malam sebelum beliau pergi i’tikaf. (Curi-curi kesempatan…) Mamak utarakan apa yang Mamak rasakan selama belajar di bulan ini. Dan, Mamak tanyakan juga, apa yang Papa rasakan selama Mamak belajar sebulan ini. “Apa, ya? Hmmm.. manis.. asin..” Nyebelin ngga, sih.. dijawabnya begituuuu. Hahaha. Dasar emang nih Papa, Mamak perlu stand up comedy-an dulu kali yaa.. sebagai hiburan selepas doski kerja. 😀 Akhirnya, Papa memberikan jawaban yang embikin Mamak terharu. Katanya, Mamak sudah banyak berubah ke arah yang lebih baik. Lebih kalem laaah.. tadinya lebih gampang sewot. Huhuuu.. maafin Mamak, Papaaa.. suka menjadikan Papa tempat meluapkan emosi buruk yang Mamak dapatkan darimana-mana. Dari antah berantah mungkin, ckckck.

Memang kerasa banget apa yang disampaikan Ust. Salim A. Fillah dalam bukunya, Bahagianya Merayakan Cinta, bahwa kunci dari komunikasi adalah H.A.T.I. ❤ Mamak harus senantiasa menjaga hati ini supaya tetap tenang dan bersih. (Kemudian nyanyi “Jagalah Hati”)

For the things change, I must change first…

#AliranRasa #level1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Advertisements

One thought on “Rerimbun Rasa Mengalir (Aliran Rasa Kelas BunSay IIP Bag. 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s