Posted in IIP, Kisah Mamak

Bilang ya, Nak… (2)

Pagi tadi tidak seperti biasanya, Arsyad mandi agak siang. Karena Papanya ada kerjaan “ngebengkel” dulu dan Arsyadnya keburu diajak jalan-jalan sama Bi Caca sebelum sempat Mamak mandikan. Setelah mandi, Arsyad terpaksa dipakaikan diaper karena Mamak dan Papa ada perlu ke kampus. Arsyad dititipkan dulu di rumah Enin. Menyebabkan tidak ada pelajaran “ngamar mandi” dari dia bangun sampai dia diantar pulang ke rumah oleh Bi Caca, sekitar jam setengah 2 siang. Langsung Mamak buka diapernya dan ganti celananya. Menjelang Ashar, ketika kami berdua asik membuka halaman demi halaman dari buku Transportation, Arsyad tetiba jongkok dan memegangi kemaluannya.

“Arsyad.. mau pipis? Pipis di kamar mandi, yuk.” Dari sebelum mulai latihan Mamak dan Papa memang selalu sounding kalau pipis dan pup dilakukan di kamar mandi. Tapi sampai sekarang, Arsyad belum mau nih melakukan kedua hal itu di tempat seharusnya, heuheuu..

“Pipis..”

“Yuk, ke kamar mandi. Yuk, pipis di kamar mandi!”

Masih “accident”. Hahaaa..

Ketika cebok, Arsyad malah air sampai bajunya basah. Baiklah, sekalian mandi sore. Ehtapi, Mamak belum masak air buat mandinya. Oke, ajak dulu cuci piring sambil nunggu air panas. Arsyad kemudian dimandikan Papa dan dari situ, komando diambil alih oleh beliau. Mamak bereskan urusan cuci piring dan lanjut cuci baju. Menurut laporan Papa, beberapa saat setelah mandi, Arsyad pup. Eh, pas Mamak lihat mereka berdua sedang anteng di depan rumah ngotak-ngatik roda pengangkut galon, Arsyad melakukan pose jongkok lagi. Dan, pup lagi (mungkin yang tadi belum beres kali, ya!)

“Bilang, Nak.. Kok sama Papa mah ngga bilang kalau mau pipis sama ee tuh? Kenapa..?”

Mamak menjaga jarak, memperhatikan dialog mereka berdua.

Arsyad masih dengan posenya, diam.

“Yuk, ombΓ©h (cebok). Ee sama pipisnya di kamar mandi, ya. Kalau mau pipis sama ee bilang dulu.”

“Nononono!” Arsyad akhirnya membuka suara.

“Ayo ombΓ©h, Nak.”

“Nononono!”

Karena Arsyad terus menolak, jadilah diangkat sama Papanya ke kamar mandi lewat pintu belakang.

Magribnya, karena Arsyad ikut ke masjid dengan Papanya, dipakaikan lagi lah diaper. Maka, pelajaran “ngamar mandi” sore menjelang tidur pun ditiadakan. Hari ini durasi belajarnya sebentar sekali, ya. Tapi lumayan membuat Mamak bisa merebahkan badan dulu sebentar. Badan sedikit cenat-cenut karena terlalu bersemangat mengerjakan house cores. πŸ˜€

Catatan “pengungkapan”

Arsyad sudah mulai mau bilang “alim” ketika menolak sesuatu. Ditambah seruan “nononono!” ketika menolak ke kamar mandi di adegan depan rumah tadi.

Catatan “meal time” dan beberes

Makan dhuha Arsyad disuapi enin daaan.. sorenya pun Mamak suapi karena agak susah makannya. Kalau tidak disuapi, malah dimainkan makanannya dan ujung-ujungnya ngga makan. Tapi pas ngemil, dia mau makam sendiri. (Masih) dengan bantuan berupa pemotongan dan penataan makanan di piring sehingga dia mudah mengambil dan memasukkannya ke dalam mulut. Urusan beres-beres mainan dan buku: semua dikerjakan Mamak ketika Arsyad sedang di luar rumah. Heuheuu.. *emoticon ketawa dengan jidat berpeluh*

Ah, hari ini pelajaran Arsyad enteng sekali. Semoga tidak menghambat kemajuannya di esok hari. Semangat teruuuuuuus~

#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10Hari #Day2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s