Posted in IIP, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Bilang ya, Nak… (3)

Sabtuuuu…! Waktunya main di sawah Uyut wetan..!

Sebelum pergi ke sawah, kami bertiga plus dedek bayik dalam perut Mamak bersarapan ria di teras rumah, bersama Enin dan Abah. Ada yang menyantap kupat tahu, ada juga yang menikmati nasi kuning. Selesai makan, Arsyad mejeng “mengawasi” serangga-serangga yang bisa dia temui di kebun sebelah rumah, ditemani Abah dan Enin. Eyyy.. tak beberapa lama mereka berdua heboh dikarenakan Arsyad melakukan “accident”. Mamak antar lah ke kamar mandi, hanya cebok, tidak mandi. Papa bilang mandinya nanti saja sepulang dari sawah.

Arsyad menikmati sekali waktu bermainnya di sawah uyut wetan. Main lumpur dan menaiki alat bajak ketika munding (kerbau)-nya istirahat. Dan dia ketagihan! Hahaa.. Sebelum pulang ke rumah, Papa membersihkan kaki Arsyad dan mengganti celananya. Dari aromanya sih, nampaknya waktu bermain tadi Arsyad sempat pipis. Habis mandi kemudian tidur. Bangun pas menjelang dzuhur. Sampai semingguan pelajaran “ngamar mandi” ini, Mamak mengira-ngira kalau Arsyad bangun dari tidur siang itu biasanya akan pipis setengah jam kemudian. Dan benar. Tadi sekitar jam setengah 1, Arsyad melakukan gerak-gerik mencurigakan.

“Arsyad mau pipis? Yuk, pipis di kamar mandi. Pipisnya di kamar mandi.”

Arsyad masih belum beranjak dari tempatnya berdiri.

“Yuk, pipis di kamar mandi.”

“Ndiii…!” Sambil berjalan ke arah kamar mandi.

Di dalam kamar mandi, dia malah main air. Kalau sudah begitu, keluarlah ceramah tentang ngga baiknya berlama-lama di kamar mandi berikut Mamak ingatkan dia tujuan awal pergi ke kamar mandi.

“Ayo, Arsyad jongkok. Pipisnya jongkok, Nak. Pipis.. jongkok. Pipisnya sambil jongkok. Yuk, jongkok. Lihat nih jongkoknya kayak Mama.”

“Ngkokok!”

Sekitar 10 menit lah, kami berada di sana. Setelah jongkok-berdiri lagi-jongkok-main air-berdiri lagi-main air lagi-jongkok, dan…

ARSYAD PERTAMA KALINYA PIPIS SAMBIL JONGKOK DENGAN PERGI MENYENGAJA DULU KE KAMAR MANDI!

Mamak happy sekaliiii…! Lebay mungkin, ya. Ah tapi, happiness for a mom sometimes can be this simple! πŸ˜€ Seketika itu pula, Mamak apresiasi achievement-nya dan dengan hati berbunga-bunga mengganti memakaikan celana yang dipakai sebelumnya. Sejam berikutnya, dua kali dia bilang “Pipis” dan “Ndi” tapi malah seperti excuse buat dia main air. Dan malah pipis di dapur, tanpa ada aba-aba, ketika kami menyeduh susu yang dia minta. Itu terjadi sekitar 2 jam setelah achievement perdananya tadi. Sehabis Ashar, dia “diculik” Bi Caca. Mau bantu Enin nyuci mobil, katanya. Jam setengah 5-an Arsyad pulang dan langsung Mamak mandikan. Sepertinya sih dia pipis pas main basah-basahan dengan shampo mobil, tercium dari celananya yang hampir basah semua. Beberapa saat setelah mandi, Arsyad yang tengah main mobil-mobilan di ruang tengah tetiba berpose layaknya kodok akan lompat.

“Arsyad mau ee? Di kamar mandi yuk, ee-nya. Ee-nya di kamar mandi.”

Mamak hampiri dia dan sudah tercium aroma semerbak. Yang diajak masih mematung dengan gaya kodoknya. Ketika di kamar mandi, dia nampak tidak ingin melanjutkan hajatnya. Pup-nya hanya sedikit. Adegan selanjutnya adalah dalam kurun waktu satu setengah jam, Arsyad melakukan “accident” sebanyak 3 kali. Yang paling heboh itu yang pertama, pas dia duduk di pangkuan Bi Caca.

“Teteh! Arsyad pipis…!” Langsung menurunkan Arsyad ke lantai. Sang tersangka malah santai dan diam.

“Arsyad pipis? Jongkok atuh. Pipisnya jongkok.” Akhirnya si Mamak ini malah menyuruh dia menuntaskan di TKP. Tak disangka, setelah jongkok dan membereskan pipisnya, dia berdiri dan menginjak-injak air pipisnya. Membuat terciprat-ciprat ke segala arah. Membuat dia kegirangan. Membuat Mamak sebaliknya, jengkel dan mengomel.

“Arsyad kakinya diam! Pipisnya jadi kemana-mana, Nak. Jijik. Najis!”

“Dihukum” lah Arsyad dengan dilarang menguntil Mamak, disuruh menunggu di kamarnya sementara Mamak membereskan TKP hingga jalan menuju kamar mandi. Prosesi pembersihan sampai dilakukan 3 kali. Menjelang Isya, Mamak pakaikan Arsyad diaper.

“Arsyad pakai diaper, ya. Arsyad kan mau bobo, jadi pakai diaper dulu.”

Sempat ngobrol sih dengan Papa terkait pemakaian diaper saat tidur malam setelah Arsyad menjalani potty training ini. Mamak pikir ini bakal membuat durasi latihan Arsyad menjadi lebih lama. Tapi, sekali lagi, kami mengukur kemampuan kami sehingga kami memutuskan untuk memberikan potty lesson dari pagi sampai menjelang tidur dulu saja untuk saat ini. Mungkin pemakaian diaper malam ini akan berlangsung sampai si adik lahir.

Catatan “pengungkapan”

Arsyad sudah semakin terlatih mengucapkan “awim” (baca: alim, artinya ngga mau) saat tidak menginginkan sesuatu. Kosakatanya bertambah: “Ndak” (baca: candak, artinya ambilkan) yang dia ucapkan ketika minta tolong ambilkan benda yang di luar jangkauannya. PR berikutnya adalah mengucapkan kata punten (semacam “please” dalam bahasa Inggris) dan hoyong (mau). Kata hoyong ini kadang-kadang sudah bisa dia ucapkan ketika diminta menirunya, semisal dalam kejadian minta susu, alih-alih mengucapkan “cucu” disertai grumble ngga jelas.

P.S.

Masih perlu extra sabar dalam melatih Arsyad untuk:

  1. tidak memainkan pipisnya
  2. bilang “ee” sebelum dia pup
  3. tidak berlama-lama di kamar mandi
  4. merasa tenang saat diceboki dengan air dingin (tidak heboh teriak-teriak, “Tiis! Tiis…!”)
  5. segera memakai celana setelah cebok

Daaaaaan… bersiap menuju hari ke-9 potty training Arsyad dengan cara melatih yang lebih baik lagi…! πŸ˜€

#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10Hari #Day3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s