Posted in IIP, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Bilang ya, Nak… (5)

Mungkin karena intervensi kemarin, Arsyad jadi ngga bilang-bilang kalau pipis. Bahkan setelah celananya basah pun. Dan hari ini, (masih) terjadi banyak accident, heuheu.. Tapi sisi baiknya adalah, hari ini Arsyad mulai menunjukkan ketertarikan dan kesukaannya pada si potty. Yaa.. meskipun pada akhirnya malah dimainkan seperti dia mengendarai mobil truk-trukannya. *laugh but sigh*

Accident pertama itu pas pagi-pagi sebelum mandi dan yang kedua sejam sebelum “tersangka” tidur dhuha. Siang setelah bangun dari tidurnya sampai sesorean akan mandi, terjadi 3 kali accident, dan itu semua bertempat di halaman belakang Enin. Accident ketiga, saking asiknya main air warna-warni, dia sampai adem ayem aja meski celananya basah sama pipis. Padahal biasanya suka heboh bilang, “Ntos..! Ntos..! Oméh..!” (Ganti celana! Cebok!)  Accident keempat dan kelima sih, back to yesterday: heboh lagi setelah tahu celananya basah.

Yang anteng main sampe khilaf dia pipis di celana.

Waktu mandi sore, Arsyad inisiatif menaiki si potty. Sekalian saja Mamak ingatkan dia lagi,

“Ya, Arsyad kalau mau pipis atau ee naik potty dulu, ya. Pipis, ee, di potty. Ya?”

“Pootiiii…!” Arsyad berseru senang.

“Iya. Potty tempat Arsyad pipis dan ee.”

Kemudian dia malah mengendarai si potty seperti yang dilakukannya tadi pagi.

“Bukan untuk dikendarai. Untuk pipis dan ee, Nak. Potty untuk pipis, untuk ee. Udah, yuk! Pake handuknya.”

The last accident terjadi saat Papa sudah di rumah. Ketahuan sama Papa pas Arsyad lagi di teras belakang, lagi-lagi ngga bilang, sampai kami harus menelusuri jejak dan menemukan apakah ada genangan air berbau amonia di tempat-tempat yang tadi dia lewati.

Pelacakan: nihil.

Kesimpulan: TKP Arsyad pipis adalah teras belakang.

“Bilang mau pipis téh, Nak. Kan ada potty sekarang. Arsyad pipisnya di potty.” Kata Papa sambil nyebokin Arsyad.

“Pottiiiiiii…!”

“Iya, pipis di potty. Di kamar mandi. Bukan di celana, bukan di luar.”

Sehabis Mama dan Papa sholat magrib, Arsyad menghampiri kami sambil bergelagat seperti orang yang kebelet,

“Pis.. pipis! Potiii…!”

“Oh, Arsyad mau pipis? Yuk, ke potty!” Antar Mamak dengan sumringah.

Begitu dibuka celananya, langsung menaiki potty. Tapi tak pipis yang tertampung di ceruknya potty. Mamak langsung inget buku “Potty“-nya Leslie Patricelli, mirip ceritanya. Hahaa.. Oke, ngga apa ya, Arsyad belum berhasil pipis di potty. Tapi setidaknya ada inisiatif dan kemauan Arsyad menaiki potty sudah membuat Mamak syenaaang~ Tambah lagi dia melakukan sesuatu setelah itu.

“Oh! Iya.. habis pipis potty-nya disiram, ya!”

Padahal dia ngga pipis sama sekali tapi mungkin dia ingat kalau habis buang hajat, klosetnya disiram, kemaluannya dibersihkan. 🙂

Beberapa saat sebelum Arsyad tidur…

“Arsyad sudah Mama pijit.. enak kan?”

Yang ditanya hanya senyum, sepertinya saking enak pijatan Mamak. Hihi.

“Sekarang ganti dulu celananya sama diaper, yaa. Arsyad kan mau bobo, pake diaper dulu. Besok pipis sama ee di potty lagi, ya.”

Padahal belum berhasil nih si potty-nya difungsikan sebagaimana mestinya.

Semangat terus, Arsyaaaad ❤

#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10Hari #Day5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s