Posted in IIP, Kisah Mamak

Merajut Rasa Bersama

“Badge bukan tujuan akhir, melainkan salah satu batu pijakan agar kita dapat melompat lebih tinggi.. lebih jauh.. untuk lebih dekat pada tujuan yang sesungguhnya.” (Nurita AR – Kelas Bunda Sayang Bandung 2)

Tak terasa, sudah di penghujung materi kedua kelas Bunda Sayang. Hamdallah, Mamak bisa lebih konsisten dalam mengamati pun menuliskan hasil pengamatan selama membersamai Arsyad melatih kemandiriannya. Meskipun drama tentu tak bisa terelakkan. Jumlah drama berbanding lurus dengan besarnya lingkaran perut. Heuheuu. Sampai saat ini, masih jatuh bangun mensinkronkan perasaan dan akal sehat ketika ke-fit-an tubuh sedang dalam “masa kritis”. Ketika hasrat hati ingin merebahkan tubuh dan merasakan dan mengistirahatkan otot-otot yang tegang, kenyataan membuyarkan impian. Tenaga masih harus didistribusikan demi keberlangsungan pelajaran potty training si bujang.

Ah, nano-nano rasanya! πŸ˜€

Sering muncul keinginan untuk berhenti sejenak, meliburkan “kelas ngamar mandi Arsyad”, sekedar menguapkan rasa lelah. Tapi melihat Arsyad dengan berjuta keluarbiasaannya, Mamak langsung mengubur dalam-dalam keinginan norak bin egois itu. Papa yang tak henti menyemangati dan memberikan bahu yang siap ditimpa kepala pening dan mumet, padahal hari-hari kerjanya mungkin saja lebih mumet.. Juga adek bayik yang senantiasa sehat dan aktif bersalto ria di perut Mamak.. Ah, nikmati Allah yang mana lagi yang Mamak dustakan! 😦

Maka selayaknya semangat untuk bertumbuh menjadi sosok istri idaman, sosok ibu yang mumpuni dalam membersamai tumbuh kembang dan belajar anak-anaknya, harus selalu ternyalakan. Semakin hari, harus semakin berkobaran..! ❀

Di tengah-tengah emosi yang gampang banget bergejolak, huhuu.. alhamdulillah Mamak bisa menyelesaikan tugas kedua kuliah BunSay ini. Materi kemandirian, yang masih berlanjut sampai hari ini. Bersyukuuuuur sekali potty training-nya Arsyad mengalami kemajuan yang di luar dugaan, meskipun Mamaknya ini kadang belum bisa membersamainya dengan hati yang tertata rapih. :’)

Tugas perkuliahan ini memang hanya sebatas satu bulan saja tapi.. melatih kemandirian ini sejatinya akan berlanjut terus sampai anak-anak Mamak nanti berhasil membuat diri mereka tangguh menyelesaikan tugas-tugas kehidupan mereka tanpa ketergantungan bantuan orang lain. Semoga Mamak juga mampu Excellent di hadapan-Nya, di mata Papa, Arsyad, dan adek bayi.. πŸ™‚

#AliranRasa #Level2 #Tantangan10Hari #BunSayIIP #InstitutIbuProfesional

Advertisements

One thought on “Merajut Rasa Bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s