Ngulik Matematika Bareng Arsyad (8)

Hari ini jadwalnya Maryam mendapat imunisasi DPT dan Polio. Dia yang biasanya Mamak mandikan sekitar jam 8 pagi, sebelum jam 7 tadi sudah cantik dan wangi, siap berangkat.

wp-image-2145407407

Ini adalah eksperimen yang selalu dilakukan Arsyad pada bak mandi Maryam akhir-akhir ini. Dari mulai mengobok-obok air mandinya, melempar lego ke dalam bak mandi, mengamati lego yang mengambang di air, sampai…

“Mama, alah.. egona tiyeyep!” Seru Arsyad, seperti yang agak panik melihat legona mulai tenggelam ke dasar bak. Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (8)”

Advertisements

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (7)

RPP

Hihi, sudah seperti menyusun RPP di sekolah saja. Tapi Mamak memang berniat merumuskan kurikulum belajar Arsyad dan Maryam menjadi rangkaian kegiatan belajar yang mengasyikan. Belum kesampaian. Hingga saat ini, Mamak baru bisa membersamai Arsyad ala kadarnya. Baru tersisip dua rapot perkembangan Arsyad dalam koleksi dokumentasi belajarnya. *curcol pagi-pagi 😂 Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (7)”

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (6)

Menu sarapan Arsyad pagi ini nasi putih, sop dan kerupuk. Dengan lahap Arsyad memakan semua potongan angkol (kembang kol) di piring. Baru setelahnya dia mau memakan otel (wortel), aco (baso) dan cis (buncis). Tumben, biasanya lebih suka mendahulukan baso daripada yang lainnya. Nasi putihnya kurang begitu diminatinya tadi, sampai Mamak harus menyuapinya dan itupun tidak banyak. Tak apalah, yang penting ada asupan karbohidratnya karena di rumah sedang tidak ada sumber karbo lain selain nasi. Yang menarik adalah ketika Arsyad memakan kerupuknya.

“Mama, upukna agung! Ayitan, otongan.” Katanya minta dipotong-potong kerupuknya menjadi kepingan kecil karena ukurannya terlalu besar untuknya. Dia pun protes ketika ada potongan yang masih terlalu besar dengan mengatakan, “Agung teuing!” dan mengatakan, “Ayit teuing!” ketika ada potongan kerupuk yang terlalu kecil. Sudah mulai belajar memahami konsep kecukupan, ya, Nak, dengan mengenal kata terlalu. Saat akan memasukkan potongan sayur ke dalam mulutnya, Arsyad hampir selalu mengatakan terlebih dahulu ukuran sayurannya, entah itu kecil atau besar. “Mengulang pelajaran” tentang ukuran benda sambil sarapan, ya Nak. Happy sekali tampaknya sampai bisa habis begitu makanannya. Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (6)”

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (5)

Hujan mengguyur syahdu di sini sedari Subuh tadi. Tapi hal tersebut tidak menggoyahkan keteguhan hati Arsyad untuk jalan-jalan pagi. 😀

“Oyong jayan-jayan sayeng Mama!” Katanya sebelum mandi, ketika Mamak masih berkutat dengan kesibukan pagi ibu-ibu.

Dan pergilah kita jalan-jalan ke warung (hihi) membeli kopi untuk Papa dan sabun cuci piring, juga kue wafer kesukaan Arsyad. Setelah meminta diambilkan kue wafer yang diinginkannya, mendapat penolakan dari Mamak ketika dia ingin membeli permen (yang disikapi dengan legowo olehnya sambil menjawab, “Teuwas, nya?”/ Keras, ya?), dan semua kebutuhan yang kami perlukan sudah tersimpan di meja kasir, Arsyad dengan santainya menyimpan uang sepuluh ribu rupiah yang dipegangnya sedari tadi.

“Bayay!” Maksudnya bayar.  Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (5)”

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (4)

wp-image--1268564774

“Ieu uku Acad. Aduh. Acad aduh uku ieu.”

(Ini buku Arsyad. Punya. Arsyad punya buku ini) Kata Arsyad kemarin sore ketika melihat buku I Love Time ini tersimpan di karpet ruang tengah. Mamak sengaja titip pinjam buku anak pada Papa yang pergi ke Dispusipda Sabtu pagi. Dan Papa bawakan buku ini plus buku Clumsy Crab: Kepiting Kikuk. Senang ya, Nak… “punya” buku baru setiap dua minggu sekali. Hehee..

Nah, tadi pagi saat sarapan seperti biasa Arsyad belum bisa anteng duduk rapi makan sampai habis. Satu suap, lari-lari. Comot potongan telurnya, pergi ambil mainan mobilnya dan kembali lagi sambil memainkannya. Sesukamu saja ya, Nak. Asalkan kamu makan dengan happy! Tidak lupa berdo’a (miyah hiohman niyohim… / basmallah versi Arsyad), dan makan dalam keadaan duduk. Iya sih duduk, pas ngambil makanannya. Sesudah itu, pasti deh lari kesana kemari, meskipun ada makanan di mulutnya yang masih dikunyah. Slow but sure kayaknya yaaa… mengajarkan adab ke Arsyad. Biar tidak spaneng, baik kami maupun Arsyadnya. 😅 Mamak tinggal sebentar ke dapur dan kembali ke ruang tengah mendapati Arsyad sedang mengamati nasi yang masuk ke dasar gelas Arsyad. *tepok jidat* Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (4)”

Perjalanan Arsyad Memaknai Warna-warni Dunia

Judulnya ngga nahaaan… 😂

Padahal ini sebetulnya arsip Mamak yang berisi beberapa dokumentasi Arsyad bermain warna bersama Mamak, mengenal nama warna. Saat menjelajah galeri foto di smartphone tadi dan melihat beberapa foto Arsyad yang diajak main-main warna sama Mamak, tetiba hasrat untuk membuat tulisan ini menyeruak kembali. Akhirnya, diunggah juga… setelah hanya menjadi wacana belaka. 🙈

Kalau tidak salah ingat, Mamak mulai intens mengenalkan nama-nama warna saat Arsyad di kisaran usia 10 bulanan. Waktu itu, yaaa… kalau ajak ngobrol Arsyad dan kebetulan sedang menunjuk benda-benda, Mamak sekalian saja menyebutkan nama warnanya. Mamak juga koleksi banyak tutup botol bekas minuman kemasan. Sengaja mengumpulkan tutup yang bermacam-macam warnanya itu dan menyimpannya di tempat tissue (Onty Zeeett… maafkan wadah tissue-nya jadi beralih fungsi 🙈). Hamdallah, sampai saat ini si koleksi tutup botol itu masih jadi favorit. Mungkin bisa juga nanti dipakai belajar konsep berhitung. Hihihi

1. Memetik Bola

wp-image--1580662047
Arsyad ketika baru benar-benar lancar berjalan (15 bulan)

Ini salah satu prepared media yang Arsyad langsung suka dan tertarik untuk memainkannya. Yes, Arsyad itu tipe yang hard to get untuk bab bermain terstruktur dan tematis. 😂 Awal-awal si Mamak sempat baper kalau bebikinannya “ditolak” sama si bujang. Makin ke sini, makin legowo, insyaAllah.. 😌

Things to prepare:

Continue reading “Perjalanan Arsyad Memaknai Warna-warni Dunia”

Selamat Harimu, Guru!

Berawal dari kiriman infografis dari seorang kawan di grup Whatsapp kelas semasa kuliah dulu yang menyebutkan bahwa Gramedia menyediakan diskon 30% untuk para guru dan dosen pada hari ini. (Serbu Gramediaaaaa…! 😂), Mamak semacam mendapat lampu virtual di atas kepala Mamak :

Oh, hari ini tuh Hari Guru Nasional toh. Lihat kalender, ternyata memang tanggal 25 November. *tepok jidat* Ampun dah, Maak.

Tetiba terbayang suasana kelas yang ramai, kadang mengesalkan, kadang menggemaskan, nano-nano lah rasanya. 😂 Tapi selebihnya, mendapat kesempatan sebentar menjadi seorang yang duduk di satu-satunya meja paling depan yang menghadap ke belakang kelas (deskripsinya ngga kurang panjang, Mak?) adalah satu dari sekian banyak anugerah yang Allah SWT berikan buat Mamak. Betapa tidak? Sependek pengetahuan Mamak, menjadi pengajar di sekolah adalah satu-satunya pekerjaan yang membuat awet muda potensi membuat stress-nya sedikit. Karena apa? Ya karena waktu kerjanya banyak dihabiskan dengan bermain-main bersama anak-anak di kelas. Tidak termasuk ketika membuat tetek bengek administrasi guru dan sejenisnya, ya. Sampai waktu resign beberapa bulan yang lalu, Mamak masih belum dikasih suka sama bab itu. 😂 Bab menghadapi anak-anak dengan “kebutuhan atensi yang lebih tinggi” itu tantangan yang lain lagi. Hahaa.. Continue reading “Selamat Harimu, Guru!”

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (3)

wp-image-151393861Pagi-pagi setelah dimandikan oleh Papa, Arsyad sibuk dengan kaca pembesarnya. Kaca pembesar yang terputus dari gagangnya tersebab waktu dulu dipakai Mamak bikin DIY projector (tapi kurang berhasil 😂)

“Mama…!” Minta atensi.

“Waw, wajah Arsyad jadi besar, ya!”

“Hehe.. agung!” (Agung = ageung, maksudnya besar)

Karena sering memainkan kaca pembesar ini, belakang dia jadi tahu kalau alat ini bisa membuat benda-benda lain yang dilihat melaluinya menjadi tampak besar. Sedikit demi sedikit mulai mengenali konsep sebab-akibat. Tadi juga, sebelum mandi dan main-main di kamar tidur, dia berseru, Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (3)”

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (2)

Seperti biasa, Arsyad ikut bangun menjelang adzan Subuh. Ba’da sholat, ketika dia melihat netbook dalam kondisi menyala karena Papa sedang mengerjakan presentasi, hebohlah dia:

“Mama, oton tutuwus nenet nenet…!” Sambil nunjuk-nunjuk ke arah netbook. Maksudnya dia ingin nonton film Walking with Dinosaurs. Kenapa jadi tutuwus nenet nenet? Simak saja di tulisan Mamak yang ini. Hehee..

“Laptopnya lagi dipake Papa, Sayang.. Papa lagi ngerjain tugas. Nanti, ya. Baca buku aja, yuk!” Bujuk Mamak.

Setelah terjadi negosiasi yang cukup alot (halaaah…), akhirnya Arsyad beranjak juga ke ruangan kelasnya, maksud hati akan membawa buku yang diinginkan nampaknya. Tapi begitu melihat buku I Love the Universe yang dipinjam dari Dispusipda dua minggu lalu,

wp-image--61798699“Uku anét! Uku anét wéh, wios!” (Buku planet! Buku planet saja, ngga apa-apa!) Katanya.

Begitu dia buka, tampak halaman yang ada ilustrasi planet Mars, Jupiter dan Saturnus.

“Ieu, anét agung!” (Ini planet besar) Serunya sambil menunjuk planet Jupiter. “Unus!” Tambahnya lagi, maksudnya nama planetnya Saturnus. Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (2)”