Nyaring Bunyinya! (Read Aloud Workshop bersama Roosie Setiawan)

pbb1ubp6fatb-1680745279.jpgJadi tanggal 29 November tuh Pustakalana mengadakan pelatihan membacakan nyaring bersama Ibu Roosie Setiawan di Perpus Kota Bandung yang di Jl. Seram itu. Tapi Mamak tidak tahu infonya, tahu-tahu ada teman yang menayangkan foto Bu Roosie yang sedang mengisi pelatihan itu dan menceritakan bagaimana serunya acara tersebut. -_- Dia yang membuat Mamak iri adalah Ambunya Kaka! (Heheee, piiissss, Teh Wiiit! 😂)

Suka sedih, deh, kalau ada acara bagus kayak gini terus si Mamak ini tidak bisa ikutaaaaan….

Haha, sudahlah. We can’t turn back time. Mamak kadang emang suka kalap acara, mungkin sebagian acara tersebut  الله “sembunyikan” supaya Mamak fokus untuk belajar dulu aja di rumah, menghabiskan banyak bebukuan yang masih berstatus on reading process atau long way to go to the end! 😂 Jadi, demi menghibur diri karena tidak bisa mengikuti workshop ini, Mamak tulislah uneg-uneg hal-hal yang sekiranya berkenaan dengan reading aloud. 

Dari pelatihan tersebut, Ambu menyarikan salah satu manfaat dari membacakan nyaring adalah untuk mendorong anak untuk tertarik dan menyukai kegiatan membaca buku. Bahkan, karena manfaatnya ini, sangat dianjurkan bagi para orangtua untuk membacakan nyaring sejak sang anak masih dalam kandungan (sejak usia kandungan 4 bulan). Membuat anak tertarik dengan apa yang kita lakukan termasuk membaca adalah tantangan. Tentunya, kita perlu belajar membacakan nyaring supaya menjadi ahli dan anak-anak pun berhasil terpikat. Tapi, menurut pengamatan Ambu, teknik membacakan nyaring itu katanya cukup sederhana! Cukup dengan kehadiran ibu ataupun ayah sebagai pelaku, anak sebagai sasaran, dan buku sebagai media dan voila! Kegiatan membacakan nyaring sudah bisa dimulai~ Terkadang kita perlu mengesampingkan persiapan yang bikin heboh, pretelan media yang njelimet dan berpikir sederhana. Just us! Mom/ dad, you (kids), and the book! Lebih asiknya lagi, meskipun terlihat sederhana dan sepele, manfaatnya bisa terasa saat anak-anal beranjak dewas nanti! Masya Allah… Ternyata, selain kecintaan terhadap buku yang terstimulus dari kegiatan membacakan nyaring ini nantinya akan memudahkan anak untuk mendapatkan informasi secara cerdas (mengingat menggali informasi ini adalah sebuah kegiatan yang harus dibarengi dengan strategi yang jitu agar hasil yang didapat akurat dan aktual). Plusnya, membacakan nyaring juga menjadi kegiatan yang bisa menjalin keterikatan antara anak dan orangtua. Duh, ini bonusnya ciamik beneeeer. Bonding anak-orangtua itu adalah satu dari sekian modal penting bagi keberhasilan orangtua mendidik dan membersamai anak-anaknya.

Teralami sendiri memang oleh Mamak dan Papa. Aktivitas membaca bersama anak-anak menjadi salah satu rutinitas kami di rumah, walaupun tekniknya masih khas orang awam sekali. 😅 Hamdallah, berkat membaca ini pula, Arsyad cenderung ternetralisir dari gadget dan media visual lain seperti TV. Dan yang Mamak rasakan, kemampuan bahasa Arsyad cukup terbantu dengan aktivitas bersama buku-buku ini. Jadi anak-anak itu belajar kosakata melalui : (1) percakapan sehari-hari, dari sini anak diperkenalkan dan diajarkan bahasa lisan, dan (2) membacakan nyaring, anak diperkenalkan dan diajarkan bahasa tulisan. Tantangan buat Mamak dan Papa selain mengasah kemampuan membaca kami adalah memberikan pengertian pada Arsyad di usianya yang ke 26 ini bahwa ada kata-kata yang tidak layak dan pantas untuk diucapkan, sebagai upaya kami menyaring kata-kata yang diproduksi oleh Arsyad.

S.E.M.A.N.G.A.T !

Sebelumnya disebutkan bahwa Ambu berpendapat teknik membacakan nyaring ini cukup sederhana.

Ah, masa sih?

Iya, dong ternyata! Coba acungkan jempol, telunjuk dan jari tengah kita. Ada berapa, tuh? Tigaaaaa…. Yup, sejumlah dengan teknik membacakan nyaring yang Mamak tuliskan di bawah ini :

  1. Menunjuk kata per kata. Fungsinya adalah mengenalkan simbol huruf dari kata-kata yang kita bacakan.
  2. Membacakan gambar/ Picture walk. Anak kan cenderung tertarik dengan gambar, jadi
  3. Prabaca alias membaca berulangkali terlebih dahulu buku yang akan kita bacakan secara nyaring pada anak. Dengan ini, kita jadi tahu letak tanda baca dan intonasi dalam membavakan nyaring.

Ah, jadi ingin baca bukunyaaa…

img_20171217_055452-1680745279.pngOh iya, satu hal lagi yang Mamak dapat dari Ambu. Tahapan Membacakan Nyaring. Tahap ini ada 2:

  1. Tahap Mendengar, dimana orangtua membiasakan bayinya dengan suara mereka. Jadi, bersuaralah ketika kita membaca, usahakan bayi mendengarnya.
  2. Tahap Menyimak, dimana rentang fokus anak lebih panjang (1 menit x usia anak dalam hitungan tahun) dan matanya pun dapat mengikuti pergerakan benda, ilustrasi yang ada dalam buku dengan lebih detail, dan mengamati keadaan di sekitarnya.

 

 

Eh tapi, Mamak belum selesai baca buku ini *tepok jidat* (baru keingetan)

S.E.M.A.N.G.A.T. untuk berjuang agar waktu emas anak-anak kita tidak begitu saja tersia-siakan oleh hal yang teu pararuguh, S.E.M.A.N.G.A.T. mengisi tangki memori mereka dengan kenangan indah, S. E.M.A.N.G.A.T. menikmati masa berpayah-payah demi masa depan cemerlang mereka, sekali lagi :

S.E.M.A.N.G.A.T. . . ! ! ❤

Jika seorang anak tidak pernah mendengar kata, anak tidak akan pernah mengucapkan kata. Jika anak tidak bisa mengucapkan kata, anak akan sulit membaca dan menulis kata. – Jim Trealease (The Read-Aloud Handbook)

Advertisements

4 thoughts on “Nyaring Bunyinya! (Read Aloud Workshop bersama Roosie Setiawan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s