Who am I? (Sebuah Catatan Penemuan Jati Diri)

315x420_449862349dc684d8ef1ea68e89cddbf03691f293405597191ab782881f7ab279-1

Setelah merenungi beberapa catatan yang didapat dari kuliah umum hari Senin lalu bersama Abah Rama, pikiran kemudian melayang pada sebuah adegan dimana Mamak dalam keadaan tengah bercermin dan bayangan Mamak dalam cermin malah menodongkan senjata dan bertanya, “Who am I?”. Macam cover DVD film Jackie Chan yang ini, nih. Hehee.

Kuliah umum berbasis webinar ini membahas tentang Talent Mapping, mengenali dan memahami bakat sebagai modal utama untuk berkarya dan menjalankan peran dalam kehidupan. 

Apa sih bakat itu?

Menurut yang disampaikan Abah dalam kuliah umumnya, bakat adalah pola pikir, perasaan, dan perilaku yang alami (natural), berulang-ulang dan dapat dimanfaatkan untuk produktifitas. Selebihnya, bisa disimak langsung dari rekaman kuliah umum yang bisa dilihat di bawah ini.

Baca juga tulisan serupa tentang bakat di sini

***

#1 Identifikasi Bakat Dominan (Memahami Sendiri Kekuatan Diri)

Dari 34 tema/bahasa bakat yang tertera dalam buku panduan bakat Pandu 45, sebuah persembahan dari Ibu Septi dan Bapak Dodik (dan bisa diunduh secara bebas di bit.ly/Pandu45), ada 7 bakat yang Mamak rasa dan yakini sebagai potensi kekuatan yang Mamak miliki:

  1. Arranger (suka mengatur berbagai sumber daya yang diketahui dan menatanya ulang)
  2. Competition (suka membandingkan kinerja dirinya dengan orang lain)
  3. Connectedness (yakin segala sesuatu ada sebabnya, karena adanya saling keterikatan)
  4. Context (menyukai sejarah/masa lalu)
  5. Input (suka mengumpulkan berbagai infomasi atau koleksi barang)
  6. Intellection (menyukai kegiatan olah pikir)
  7. Maximizer (sangat perfeksionis dalam hal hasil)

Sedangkan jika merujuk pada ST-30 (30 poin Strength Typology) dari temubakat.com, ada 6 bakat yang Mamak tandai sebagai bakat yang paling dominan dalam diri Mamak:

  1. Arranger (mengatur penempatan dan penugasan orang)
  2. Designer (membuat gambar dari sesuatu yang direncakan untuk dibuat)
  3. Educator (mengajar, menyampaikan, melatih ilmu dan atau keterampilan agar bisa dipahami orang lain)
  4. Explorer (melakukan penelitian terhadap suatu subyek secara metodik untuk menemukan fakta-fakta)
  5. Interpreter (menjelaskan arti atau makna dari sesuatu)
  6. Journalist (menulis artikel, ide, dokumen, cerita ataupun alat bantu pendidikan)

 

#2 Why so? (Cerita di Balik Identifikasi Bakat)

Arranger

Sejak kecil, si Mamak ini senang sekali dengan kegiatan “beres-beres” dan sepertinya bahagia sekali ketika semua barang tertata rapi dan tersimpan di tempatnya. Tak heran, saat membaca buku The Life Changing Magic of Tidying Up-nya Marie Kondo Mamak sering bergumam, “I feel you, Marie-san”. Hehe. Selain itu, ketika mengerjakan suatu tugas atau proyek dalam sebuah kelompok atau tim, seringnya Mamak yang berinisiasi membagi tugas untuk setiap anggota kelompok.

Competition

Bisa dibilang Mamak ini orangnya cenderung kompetitif. Sering sekali melihat, mengamati hasil kerja dan karya orang lain lalu membandingkannya dengan kinerja Mamak. Oh yeah, it’s stressful sometimes, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa dengan kegiatan membandingkan ini Mamak jadi banyak mengambil pelajaran dari kinerja dan karya-karya orang lain.

Connectedness

Seiring berjalannya waktu, Mamak mencoba memahami kejadian demi kejadian yang Mamak alami. Tidak ada sesuatu yang kebetulan, semua sudah Allah atur bagaimana sesuatu itu terjadi dan berhubungan dengan yang lainnya. Perjalanan memahami hal ini menciptakan Aha! Moment berulang kali yang kemudian menjadikan Mamak “kecanduan” memikirkan segala keterkaitan pengalaman-pengalaman yang menjadi alur kehidupan Mamak.

Context

Saat masih berada di bangku sekolah, pelajaran Sejarah merupakan salah satu favorit Mamak. Menyimak dan mempelajari kisah demi kisah orang-orang terdahulu begitu mengasikkan kala itu, bahkan sampai sekarang. Dan yang membuat Mamak kaget sendiri adalah ketika menyadar bahwa Mamak masih mengingat beberapa kejadian di masa lalu dengan cukup jelas yang mungkin sudah dilupakan oleh orang lain yang juga terlibat dalam kejadian tersebut.

Designer

Selain pelajaran Sejarah, berada di dalam kelas saat pelajaran Seni Rupa juga merupakan waktu yang menyenangkan! Apakah kemudian Mamak mahir dalam bidang ini? Sayangnya tidak terlalu. Mamak pikir, ini karena Mamak dulu kurang mengakui ranah design ini sebagai bakat Mamak sehingga ranah tersebut kurang mendapat perhatian yang cukup dan bakatnya tidak terasah dengan baik. Belakangan, saat menginjak usia SMA, Mamak mulai mempelajari program Adobe Photoshop secara otodidak. Hingga akhirnya, saat ini Mamak mendapat kehormatan bisa bergabung sebagai bagian dari tim desain dalam kepengurusan Komunitas Ibu Profesional Bandung.

Educator

Percaya atau tidak, Mamak dulu tidak bercita-cita menjadi pengajar tapi malah kuliah di jurusan pendidikan. Mamak juga pernah bekerja di ranah publik sebagai pengajar di beberapa sekolah sampai tahun lalu memutuskan fokus terlebih dahulu memperbaiki kualitas peran sebagai ibu. Nah, ketika berbicang dengan para siswa di sekolah, kebanyakan dari mereka menyukai dan nyaman dengan gaya mengajar Mamak. Tentunya hal tersebut selain membuat Mamak terharu (Eaaaa…..) juga menyakinkan diri bahwa sejatinya bakat educator ini juga Mamak miliki, seperti halnya beberapa anggota keluarga besar Mamak yang berbakat dan berprofesi sebagai pengajar.

Explorer, Interpreter & Intellection 

il_340x270-520979550_933p
Credit to http://www.etsy.com

Mamak senang sekali bereksperimen untuk membuktikan suatu teori atau menemukan fakta-fakta yang sebelumnya tidak Mamak ketahui. Ruangan yang paling sering menjadi saksi bisu kegemaran Mamak ini adalah dapur! Dan tentu saja, laptop yang senantiasa menemani Mamak yang bereksperimen mengulik program Adobe Photoshop dan Canva. Hmmm… mungkin bakat ini pula yang membuat Mamak begitu kerasaan saat sedang belajar ilmu eksak lewat berbagai kegiatan uji coba di laboratorium sekolah. Kegemaran bereksperimen ini juga membantu Mamak dalam menjelaskan arti atau makna dari sesuatu. I’d love to know the exact meaning of the thing that’s still doubtful in my mind. Yang paling sederhana yang bisa menggambarkan kesukaan Mamak ini adalah terpasangnya aplikasi KBBI di telepon pintar Mamak. KBBI ini menjadi salah satu aplikasi yang paling sering digunakan. Betapa tidak, saat akan membuat tulisan misalnya, jika Mamak tidak yakin dengan kata yang digunakan, tangan Mamak otomatis akan menggeser-geserkan layar agar dapat membuka aplikasi KBBI. 

Kedua bakat ini, explorer dan interpreter, berhubungan erat dengan bakat intellection. Kegiatan pembuktian suatu teori dan pengungkapan arti dari suatu hal akan membuat Mamak menghabiskan banyak waktu untuk berpikir. Papanya anak-anak sering memergoki Mamak yang terlihat seperti melamun lalu bertanya, “Sedang memikirkan apa?” dan tertawa ketika jawabannya adalah menu makan keluarga untuk seminggu ke depan. Selain itu, Mamak menyukai permainan-permainan seperti TTS dan shudoku, yaa… walaupun tidak mahir tapi sangat menikmati waktu saat bermain kedua permainan tersebut. Hal ini sedikit banyak menjelaskan mengapa dari kecil Mamak menyukai komik Detectif Conan dan novel Sherlock Holmes!

Input

2003Mamak suka sekali mengumpulkan benda-benda yang menurut Mamak menarik. Sebut saja dulu ketika masih SMP, Mamak senang mengumpulkan kartu voucher isi pulsa telepon genggam. Kartu voucher yang memiliki beragam ilustrasi dengan tema-tema tertentu, salah satunya kartu edisi Idul Fitri 1424 Hijriah ini. Sekarang, Mamak senang mengumpulkan tutup bekas botol kemasan minuman yang berwarna-warni untuk dijadikan bahan media bermain anak-anak. 😀

Journalist

Terciptanya blog Pengeja Semesta ini adalah satu dari beberapa hal yang tercipta atas dasar rasa suka Mamak terhadap kegiatan menulis. Boleh jadi, kegiatan inilah yang merupakan kegiatan yang paling membuat mata Mamak berbinar-binar. Perihal membuat alat bantu pendidikan yang dijelaskan sebagai indikasi bakat journalist, Mamak akui juga sebagai kegiatan yang disenangi. Betapa tidak, Mamak bisa sampai lupa waktu ketika sedang berjibaku menyiapkan media untuk digunakan para siswa  belajar di kelas, atau… ketika membuat mainan untuk Arsyad!

 

Maximizer

Bakat yang paling membuat Mamak sendiri stressful dan terkadang orang lain juga geleng-geleng kepala ketika sikap perfectionist ini muncul. Tapi di sisi lain, ada kepuasan tersendiri ketika melihat suatu  hasil kerja, baik itu yang dilakukan sendiri ataupun dilakukan bersama-sama dengan orang lain, terlihat sesempurna yang diinginkan.

***

Fyuh, panjang sekali ya pembahasannya. 😀 Tapi sebagai seorang ibu yang sedang belajar memahami sisi-sisi unik anak-anaknya, Mamak perlu terlebih dahulu mengenali diri sendiri supaya bisa mengoptimalkan kekuatan dan “mengakali” kelemahan. Supaya apa? Salah satunya supaya mendukung perjalanan membersamai proses belajar anak-anak.

Ada yang sudah yakin dengan bakat-bakatnya? Atau masih ragu-ragu? Yuk, cek dan pastikan! Bisa dengan menggunakan Pandu 45 atau tes di Temu Bakat yang tautannya bisa diakses di pembahasan tadi.

Selamat menemukan harta karunmu! 🙂

#RuangBerkaryaIbu
#Proyek2
#TugasMateriSatu
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Who am I? (Sebuah Catatan Penemuan Jati Diri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s