Creativity Burst 6 : Mainan Maryam

Sudah lama Mamak ingin buatkan Maryam sensory bag, akhirnya dieksekusi juga meskipun seadanya. Isi sensory bag-nya itu memanfaatkan benda-benda yang tidak terpakai. Hihi. Ada pasir putih bekas akuarium mini, yang Mamak warnai dengan pewarna makanan dan dibantu oleh Arsyad. Ada kacang yang diambil dari tanaman kacang rambat di kebun kami. Buah dari tanaman ini bentuknya seperti kacang kapri, Papa suka memakannya sebagai lalap. Jika sudah mengering, kulit buahnya akan berubah menjadi coklat dan biji di dalamnya menjadi merah seperti kacang merah tapi ukurannya lebih kecil. Terakhir, ada cairan lotion berwarna oranye milik Makcha, adik bungsunya Mamak, yang sudah tidak terpakai. 

Mamak tinggal memasukkan ketiga benda tersebut ke dalam tiga ziplock secara terpisah. Karena plastiknya agak tipis, jadi Mamak bungkus dengan ziplock lagi. 2 plastik untuk masing-masing sensory bag.

2 dari trio yang sudah mulai tak berupa 😂

Seperti yang sudah terduga, Maryam antusias menyambut kantung-kantung berisi benda yang baru dilihatnya. Main ini harus benar-benar diawasi karena bayi seusia Maryam masih fase oral, dimana semua benda pasti harus terlebih dulu dimasukkan ke dalam mulutnya. Mungkin semacam sistem quality check-nya para bayi begitu, ya. 😂 Lama kelamaan, Maryam kesal karena setiap kantungnya akan dia masukkan ke dalam mulut, Mamak secepat kilat mencegahnya. Dan, setelah drama singkat, gendong-gendong sambil jalan-jalan, Maryam pun terlelap. Kita eksplorasi lagi kantung-kantungnya siang nanti ya, Nak! 😀
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative

Advertisements