Tale 2 : Blendi si Blender

Hey, Arsyad! Kenalkan namaku Blendi! Aku suka membantu Mama membuat jus, lho. Jus buah-buahan yang Arsyad suka. Nah, pagi ini Arsyad mau kubuatkan jus buah apa?

“Alpukat!” Seru Arsyad.

Itu adalah pagi kami saat Maryam tertidur. Mamak menceritakan sebuah karakter perabotan yang cukup sering dipakai. Terinspirasi dari bunyi mesin tersebut yang terdengar dari arah rumah tetangga sebelah. Hihi. Cerita biasa saja, sambil pura-pura membuat jus.

Arsyad, sebelum alpukatnya dimasukkan ke dalam badanku, kamu cuci dulu ya alpukatnya!” Kata Mamak, menyerukan suara Blendi si Blender.

Arsyad mengangguk dan berpura-pura mencuci alpukatnya dengan air yang mengalir dari keran. Lalu Blendi meminta Mamak untuk memotong alpukatnya dan memasukkan ke dalam badannya.

Arsyad mau putarkan kenopku?” Tanya Blendi pada Arsyad. Tentu saja, itu sebenarnya suara Mamak yang bercita-cita bisa melakukan vetriloquism karena Arsyad suka memperhatikan gerakan mulut Mamak ketika menyuarakan sebuah karakter cerita. πŸ˜‚

Lagi-lagi, Arsyad dengan senang hati berpura-pura memutarkan kenopnya. Tidak sulit mengarahkannya bermain peran sambil bercerita pagi tadi karena kegiatannya adalah kegiatan yang biasa kami lakukan bersama! Setelah selesai membuat jus alpukat, Arsyad meminta Blendi membuat jus anggur untuk Mamak dan jus jeruk untuk Papa, Maryam mah katanya ngASI saja. πŸ˜… Mamak tetiba terpikir untuk membuat gambar si Blendi ini di dalam buku gambar Arsyad. Si Mamak nih, cerita sudah selesai barulah terpikir menggambar. Mak… Mak… *tepok jidat*

Kalau gambar pasti bergantung sekali pada mesin pencari.

Saat menggambar, pikiran Mamak sebagian melayang ke memori masa kecil dulu saat menikmati program televisi yang menayangkan almarhum Pak Raden, Sang Legenda, membawakan cerita anak sambil menggambarkan. Seketika Mamak jadi fans beliau dan si Unyil, juga bercita-cita pandai menggambar seperti beliau.

Semoga Ψ§Ω„Ω„Ω‡ melapangkan kuburmu, Pak… seluas inspirasimu bagi anak negeri ❀

Tunggu, kenapa serial tugas Bunda Sayang IIP ini langsung Tale 2? Dimana Tale 1-nya? Hehe, kemarin Mamak sok sibuk jadi tak sempat menuliskannya di blog. Jadi bikin rekamannya saja. Check this one out! Β πŸ˜†

DiΒ Tale 1, Mamak membacakan cerita laba-laba dalam Si Super Sibuk Laba-laba, versi terjemahan berbahasa Indonesia dari The Very Busy Spider- nyaΒ Eric Carle. Siang kemarin dengan dua audiens cilik kesayangan Mamak, Arsyad dan Maryam, Mamak perlihatkan big book-nya sambil memenuhi permintaan Arsyad yang ingin dibuatkan laba-laba seperti dalam buku tersebut. Tapi dari lego. Karena tipe bukunya yang wordless dan dialognya juga mengandung beranekaragam suara binatang, dimana Mamak agak kesulitan awalnya saat menyuarakannya, mereka berdua suka sekali. Dibacakan beberapa kali pun tetap tidak bosan. Dulu, Mamak dan Papa sering menyampaikan cerita ini pada Arsyad saat dia baru bisa mumbling. Arsyad terlihat menikmati ketika Mamak atau Papa dengan suara ala kadarnya membunyikan suara binatang demi binatang yang ada dalam cerita. Nah, Maryam juga senang sekali nih dengan cerita ini. Selain cerita laba-laba, karya Eyang Eric Carle yang cukup sering diceritakan adalah The Hungry Caterpilar dan The Mixed-up Chameleon.Β 

Laba-laba unik temannya Arsyad. Mereka berkaki empat. Hihi. Sepertinya bisa jadi inspirasi untuk cerita di lain hari! πŸ˜†

Oh iya, sudah tahu manfaat membacakan nyaring atau read aloud? It kinda small thing gives great impact. Lebih banyak tentang membacakan nyaring, bisa disimak di tulisan Mamak yangΒ ini.

#Tantangan10Hari #Level10 #KuliahBundaSayang #GrabYourImagination

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s