Bukulabumi: Sebuah Proyek Belajar Keluarga PengejaSemesta

Jika dibandingkan dengan proyek milik teman-teman lain di kelas Ruang Berkarya Ibu (RBI), proyek keluarga kami ini jauh lebih sederhana. Tapi sesuai dengan yang disarankan oleh ketua sekaligus pencetus proyek Ruang Berkarya Ibu, pakai kacamata kuda, supaya tidak hanyut dalam kekaguman yang berlebihan pada proyek teman-teman sehingga malah sulit fokus pada potensi diri.

Fokus. Kunci pertama dan utama untuk bisa melihat kekuatan diri dan mampu mengoptimalkannya menjadi sebuah program ataupun produk. Ini jugalah yang berulang kali disebutkan oleh Bu Septi dalam diskusi daring kelas RBI pada Selasa malam lalu. 

Sebetulnya, proyek ini sudah berjalan ketika Arsyad berusia sekitar 13 bulan. Waktu itu program belajar terpusat pada perkembangan Arsyad di area kognitif, fisik-motorik, bahasa, dan lainnya, dengan mengacu kepada paramater perkembangan yang Mamak kumpulkam dari berbagai sumber. Parameter tersebut Mamak tuliskan dan susun menjadi sebuah “rapot” untuk jangka waktu 1 tahun. Dengan demikian, saat ini Arsyad memiliki sudah dua buah rapot. Rapot ini menjadi salah satu materi diskusi bulanan Mamak dan Papa. Biasanya, Mamak lihat catatan-catatan perkembangan dalam rapot tersebut lalu Mamak sampaikan dan jelaskan pada Papa.

Selang beberapa bulan kemudian, tepatnya pada akhir Januari 2017, Mamak memulai perjalanan kuliah di Institut Ibu Profesional. Diawali dengan kegiatan belajar daring via aplikasi whatsapp di kelas matrikulasi sampai akhirnya Mamak lulus dengan hasil yang cukup baik (meskipun sampai saat ini Mamak masih jatuh bangun mengaplikasikan ilmu yang didapat di kelas dalam kehidupan sehari-hari).

Baca juga beberapa tulisan Mamak terkait tugas Matrikulasi (Nice Homework) yang dikumpulkan di sini.

Baca juga reportase dan sedikit rangkuman mengenai materi yang disampaikan Ummi Haneen Akira dalam acara wisuda Matrikulasi IP Bandung Batch 3 di sini.

Semester kedua tahun 2017, Papa tercatat sebagai salah satu mahasiswa di IKOPIN. Saat itu Adzkiya lahir dan Mamak tengah melanjutkan tahapan belajar selanjutnya di IIP, di kelas Bunda Sayang. Alhamdulillah, dengan segala kemampuan yang ada (berasa lagu latar animasi Dragon Ball yang dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia 😂), tentunya atas izin الله Papa terpilih sebagai salah satu mahasiswa yang mendapat beasiswa. Atas rahmat-Nya pula, kami berhasil melewati satu semester penuh tantangan. Hanya saja, Mamak merasa kurang optimal sebagai guru di kelas Pengeja Semesta ini. Oleh karena itu, berbarengan dengan tugas akhir proyek RBI ini, Mamak rapikan kembali program belajar kami. Karena di awal juga sudah disampaikan bahwa ini adalah proyek keluarga, Mamak libatkan semua anggota keluarga dalam kegiatan ini: Papa, sebagai sponsor utama, pimpinan proyek, penasihat, bagian logistik, bagian transportasi; Mamak, sebagai penyusun program, pengajar, bagian bebenah, merangkap bagian keuangan; Arsyad dan Adzkiya sebagai siswa dan tim pendukung.

Di bawah ini, Mamak akan coba uraikan program belajar setiap anggota keluarga dengan jangka waktu untuk masing-masing kegiatan.

1#  Program Belajar Papa

  • Kuliah sarjana sampai lulus, target sampai tahun 2021.
  • Kuliah magister sampai lulus, dengan mengambil jurusan Ekonomi Syariah (melanjutkan kosentrasi studi dari perkuliahan S1), manajemen keuangan, atau manajemen bisnis. Target maksimal tahun 2025 sudah selesai dan wisuda.
  • “Satu Bulan Satu Buku”. Program membaca untuk lebih memperkaya wawasan, khususnya di ranah konsentrasi studi Papa. Tentunya, buku yang dibaca dalam program ini di luar buku penunjang perkuliahan.
  • Belajar ilmu pengasuhan bersama Mamak. Untuk program ini, waktunya tentatif mengikuti keluangan waktu Papa.

2# Program Belajar Mamak

  • Kuliah di IIP sampai lulus. Setelah berhasil di kelas Bunda Sayang nanti, insyaAllah akan dilanjutkan pada kelas Bunda Cekatan. Untuk kelas Bunda Sayang sendiri, materi akan berakhir sekitar 3 bulan lagi.
  • Meningkatkan jam terbang dalam pengoperasian program desain Adobe Photoshop. Selain menciptakan ruang untuk bakat designer Mamak, keahlian menggunakan program ini juga nantinya bisa bermanfaat untuk mendukung kegiatan lain dalam program belajar Bukulabumi. Saat ini, Mamak cukup terbantu dengan tugas-tugas di Tim Desain IP Bandung. Supaya kemampuannya lebih terasah, Mamak tambah jam belajarnya dengan program “Satu Minggu Satu Video (tutorial)”. Dalam program ini, Mamak akan menyimak sebuah video tutorial desain dengan menggunakan Photoshop, mencoba mengaplikasikannya sampai terbuat sebuah karya dengan menggunakan trik yang dibahas dalam video tersebut. Misalnya:
  • “Satu Bulan Dua Buku”. Sama seperti program membaca Papa, hanya berbeda di jumlah target buku yang dibaca.
  • “Satu Minggu Satu Mainan Buatan Sendiri”. Program One Week One DIY Toys sebenarnya sudah diinisiasi beberapa bulan lalu, hanya saja Mamak belum konsisten menjalankannya. DIY Toys ini sendiri merupakan media yang digunakan dalam program belajar Arsyad & Adzkiya.
  • Belajar ilmu pengasuhan via daring maupun luring.

3# Program Belajar Arsyad

Menuju 3 tahun Arsyad, Mamak dan Papa rancangkan beberapa program belajar, salah satunya sebagai persiapan belajar di Kuttab Al Fatih nanti saat dia berusia 5 tahun. Ini berarti, program ini memiliki jangka waktu eksekusi selama kurang lebih 2 tahun.

  • Mengenal الله, Rasulullah Muhammad Saw., serta 24 Nabi & Rasul الله lainnya melalui kegiatan berkisah.
  • Mengenal dan membiasakan adab (adab makan, tidur, berbicara, bersuci dan adab belajar).
  • Mengenal huruf hijaiyah sebagai kegiatan pra membaca Al Quran. Sampai saat ini Arsyad belum kami kenalkan pada huruf alfabet. Harapan kami, anak-anak bisa lebih dekat dan mengenal Al Quran dulu sebelum fasih membaca buku bertuliskan huruf alfabet.
  • Menghafal Juz Amma. Harapannya, pada usia 3 tahun Arsyad sudah bisa melafalkan surat Al Faatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas dengan lebih baik tanpa harus dibarengi.
  • Belajar sesuai dengan indikator perkembangan dari rapot yang telah disusun, dalam hal ini Rapot 2 Arsyad (parameter perkembangan anak usia 24 – 36 bulan dari berbagai sumber).

4# Program Belajar Adzkiya

Adzkiya akan menginjak usia 1 tahun pada bulan September. Oleh sebab itu, Mamak harus sudah selesai membuat Rapot 1 Adzkiya (parameter perkembangan anak usia 12 – 24 bulan dari berbagai sumber) dan menyusun kegiatan belajat per bulannya. Untuk saat ini, Mamak memusatkan perhatian pada perkembangan motorik dan sosio-emosionalnya.
Setelah merancang garis besar program, tugas selanjutnya adalah menyusun rangkaian kegiatan untuk setiap bulannya. Hari Minggu ini akan Mamak selesaikan rencana kegiatan belajar Mamak dan Arsyad untuk bulan Mei sehingga bisa mulai dieksekusi besok Senin (meskipun tanggal 1 Mei jatuh pada hari Selasa). Buku yang Mamak targetkan untuk selesai dilahap dan mulai diaplikasikan ilmunya adalah buku Terapi Berqisah Melalui Buku-nya Bunda Susanti Agustina dan The Miracle of Enzime karya dr. Hiromi Shinya. Nantikan ulasan bukunya di blog ini! ❤

The Next Month Reading Target

#RuangBerkaryaIbu #Proyek2 #TugasMateriTujuh #KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s