2nd Graduation from Institut Ibu Profesional

Kemarin paman datang, pamanku dari desa…

Eaaa.. si Mamak malah nyanyi. Nulis, Mak… nulis…! Ini blog sudah seperti gudang yang banyak sarang laba-labanya. Nulis….! Banyak-banyak nulis lagi, Mak…!

Hehe. Tadinya memang tulisan ini akan diawali oleh kata kemarin, terus malah teringat lagu anak-anak itu. Ada yang hafal? ๐Ÿ˜‚ Lalu jadi malah ingat lagunya Marcell Siahaan yang judulnya “Firasat”, perlu nyanyi lagi ngga Mamaknya? ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Let’s be serious now.

Tulisan ini Mamak dedikasikan untuk para wisudawati Institut Ibu Profesional, khususnya wisudawati Matrikulasi Batch 6 dan Bunda Sayang Batch 2 & 3, seluruh jajaran panitia acara wisuda (You guys rock!), teman-teman Ibu Profesional seluruh dunia, para orangtua yang tak pernah berhenti belajar demi anak-anaknya, jugaaaa… keluarga Mamak tercinta!

Ini mukadimah tulisan blog sudah menyerupai kata pengantar buku saja. Ckckck. Baiklah, daripada ngalor-ngidul lagi, mari ikut Mamak mereka ulang acara Wisuda Akbar & Seminar kemarin!

The Night Before & Behind the Scene

Para PengejaSemesta baru sampai rumah sekitar pukul sebelas malam setelah menempuh perjalanan dari Pandeglang. Hasrat ingin segera menghempaskan badan ke atas tempat tidur Mamak tepis karena ingin menyelesaikan dulu beberapa perkerjaan yang tidak bisa dikerjakan besok: mencuci baju & menyetrika. Tidur hanya dua jam, Mamak seret kaki untuk sigap kembali. Begitu melihat cermin, “Kok kucel sekali mukaku?” Serta merta diambil lah eye liner, ceritanya biar matanya terkesan lebih beunta*. Eh, kok si palette begitu menggoda, ya. Ya sudah, sapu-sapu sedikit biar kelopak matanya hรฉrang*. Tringg! Jadilah camerok*. ๐Ÿ˜‚

Naik mobil travel tujuan Jatinangor-Baltos (Balubur Town Square) yang berangkat pukul tujuh kurang beberapa menit. Alamak… registrasi ditutup pukul 07.45, telat ngga, yaaaa? Hiks. Ternyata eh ternyata… Jatinangor – Pasteur ditempuh hanya 30 menit saja. Buru-buru Mamak pesan ojek online untuk dijemput di sebrang RS Hermina Pasteur. Sekian menit menuju tutupnya registrasi ketika ojek online berhasil mengantarkan Mamak di depan venue. Lari lah si mantan sprinter jaman SMA ini dari trotoar ke lobi hotel. Oh oww, di depan lift lobi sudah banyak orang mengantri. Tangga! Mari kita gunakan tangga! Melesat naik ke lantai 1 hanya beberapa detik saja. Nah, di lantai ini Mamak bingung, tidak menemukan tangga lagi. Hamdallah dengan segera bisa menemukan Pak Satpam yang tidak ingin disebutkan namanya (lha wong Mamaknya sendiri ndak nanya, kok).

“Pak, di sini ngga ada lagi tangga ke lantai 2, ya?” Tanya Mamak sedikit terengah.

“Ngga ada, Bu. Pakai lift aja paling. Atau… lewat pintu darurat, Bu. Di sebelah sana.”

Oke, Mamak menuju pintu darurat. Darurat juga lah ini situasinya. 07.45 tepat Mamak berdiri di depan meja registrasi. Scan barcode, selesai sudah. Tinggal masuk dan mencari tempat duduk. Lagi-lagi Mamak beruntung mendapatkan kursi di bagian tengah, 4 baris dari depan. Perfect seating!

The Show

Acara belum dimulai, Mamak cari-cari dulu beberapa teman yang mencar* di berbagai sudut (Ngga di sudut sih, yang jelas mereka duduk di tempatnya masing-masing). Salah satunya ini nih :

picsart_01-21-12867848977.jpg

Diwisuda bareng sama soulmate jaman masih ABG. Kawan karokean lagu Ten2Five, nangkring di kelas Bahasa Inggris pakai sneakers yang ditempeli plester bergambar (Ya Allah…. ๐Ÿ™ˆ). Alhamdulillah, sudah menjadi ibu mah, the older the better yaa buiqq , insyaAllah.. termasuk sama-sama belajar di IIP ini. ๐Ÿ˜

By the way, kami single ladies dong pas wisuda itu. Masih mirip anak kuliah yang baru wisuda kan, ya…? Huehehe. Padahal yang pakai kerudung merah muda itu anaknya sudah dua dan yang pakai kerudung biru anak pertamanya sudah mau lulus balita, anak keduanya sedang bobo di dalam perut buiqq. Bumil ini diantar sih sama Pakmil-nya. Diantar untuk kemudian ditinggal gowes lalu dijemput kembali apabila acara sudah selesai. Hihihi.

Kemudian :

picsart_01-21-12-1729241192.jpg
Geng “Dede Emesh”-nya IP Bandung : (Ki-Ka) Tyras, Mamak, Alienda, Hajah.

Kenapa Dede Emesh? Karena produk-produk “gilingan” kami selalu menggemaskan. ๐Ÿ˜‚ Yes, kami berempat adalah Kakak (Alienda) dan Dede-dede yang tergabung dalam tim desain IP Bandung. Foto yang dipilih adalah foto yang blur dengan pose kami yang mungkinย not approved for wefie,ย  mencirikan personaliti yang selalu motah* dan bodor*.

picsart_01-21-12-624709919.jpg
Mamak bersama dua orang penting yang sama-sama wisudawati: Ibu Ketua Pelaksana ( Dianing Banyu Asih ) & Blogger keren : Ibu Jerapah alias Dessy Natalia.

Saat acara akan dimulai, Mamak kembali ke tempat duduk dan menyimak dengan khidmat apa-apa saja yang terjadi di depan panggung. Sebelum graduation ceremony, kami disuguhi materi Personal Excellence yang luar biasa sedap dari Cikgu Okina Fitriani dan sepasang suami istri yang merupakan living truth dari ilmu-ilmunya Cikgu. Penasaran? Simak kilasan materinya di tulisan Mamak selanjutnya, ya!

Habis seminar, terbitlah aliran rasa dan… wejangan dari Ummi Siti Muntamah yang aduhai… lembut tapi nancep-nancep ke hati. Dan akhirnya, Mamak dkk dipanggil namanya satu persatu untuk naik dan diwisuda! Guess what? Salah satu Fasilitator di Kelas Mamak yang tinggal di Padang, hadir dong! Dialah yang menyematkan kalung wisuda pada Mamak, Teh Juli, Teh Nafsa, dan Teh Novi. Yeah, dari kelas kami yang hadir hanya empat orang. Hiks.Tapi tidak mengapa, kehadiran Mz. Yuli, Fasilitator kami ini, sudah lebih dari obat pelipur lara (Naon atuh, Mak…).

picsart_01-21-12-1393399559.jpg
(Ki-Ka) Ketua IP Bandung, Wening Prihapsari, Mamak, Neneng Novi, Mz. Yuli, Nafsa Karima, Juli Romiyanti.

Plusnya, kami jadi bisa mengobrol sebentar bersama Mz. Yuli, mengobati rindu dan berilmu kembali padanya.

The Way Home

Jalanan padat di sekitaran Setiabudhi bawah dan Babakan Siliwangi membuat Mamak menyerah pada rasa kantuk. Ngalenyap* lah Mamak di dalam angkot Ledeng-Cicaheum yang penuh. Again, alhamdulillah Mamak berhasil bangun sebelum perempatan Balubur. ๐Ÿ˜… Mamak tuh dulu sering sekali bablas terlewat titik turunnya jika tertidur di dalam angkutan umum. Hihihi. Mungkin setelah menjadi emak-emak, saraf awareness-nya perlahan jadi berfungsi dengan baik kembali. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Ngomong-ngomong tentang awareness, sudah baca tulisan Mamak tentang self-awareness yang ini belum?

Pulang ke rumah menggunakan mobil travel lagi karena tadi paginya Mamak beli tiket PP, which is cheaper! Hahaha. Pukul tiga sore mobil mulai melaju. Mamak keluarkan jamuan makan siang yang sengaja tidak dimakan di tempat wisuda karena sibuk bertemu banyak teman dan mengobrol bersama Mz. Yuli. ๐Ÿ˜… Selesai makan dan merapikan tas, mata mulai berat lagi. Tertidur lah lagi si putri peppy tidur ini di dalam mobil dan bangun saat mobil hendak keluar dari gerbang tol Cileunyi. Beberapa menit sebelum tiba di pool, Mamak pesan ojek online dulu dan langsung dapat karena Bapaknya memang sedang stay di pool. Allahumma shayyiban naafi’an, hujan turun dengan derasnya tepat sebelum kami para penumpang turun dari mobil. Meski Mamak pakai jas hujan yang disediakan Bapak ojek (yang namanya tertera di aplikasi tapi sekarang Mamak lupa), tote bag oleh-oleh dari wisuda, rok dan sepatu hรฉrang* Mamak basah terkena hujan, baรฉ lah* yang penting segera sampai rumah. Dan sesampainya di rumah, Mamak disambut ceria oleh Papa dan Adzkiya (yang merindukan ASI-nya). Arsyad masih tertidur di kamar depan.

***

picsart_12-25-08174756133.jpg

Hidup itu penuh tantangan. That’s what makes us live, feel alive. Dan tantangan demi tantangan di IIP ini, banyak membantu Mamak dan Papa belajar how to parent. Sudah dua kali Mamak jadi wisudawati (cerita wisuda pertama bisa disimak di sini, ya!). Apakah dengan begitu, Mamak bangga? Mamak tahu self appreciation itu perlu, rasa bangga sedikitnya tentu ada. Kami juga punya slogan: Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Hanya saja, untuk saat ini Mamak masih belum bisa optimal mengamalkan semua ilmu yang didapat, khususnya di IIP ini. But hey, wake up, move on, do something! Buatlah perubahan-perubahan kecil di dalam rumah kita, sekarang tanpa nanti! Garish finish tidak akan tercapai jika kita tidak mulai melangkah, sekecil apapun.

I’m not good enough, for now. I’ll be trying to be what so called Ibu Profesional every single day! Are you guys with me, Maaaak? โค


Kata-kata yang diberi tanda * adalah kata dalam Bahasa Sunda

*beunta : melek

*hรฉrang : jernih; gemerlapan

*camerok : tebal, misalnya dalam memakai bedak

*mencar : berpencar

*motah : sangat aktif, tidak bisa diam

*bodor : lucu, tingkah laku dan atau perkataannya membuat orang tertawa

*ngalenyap : tertidur sebentar tanpa disadari

*Baรฉ lah : Biar saja

Advertisements

4 thoughts on “2nd Graduation from Institut Ibu Profesional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s