Belajar Geografi ala Anak-anak PengejaSemesta

Beberapa hari ini anak-anak sedang asik main dengan bola dunia besar yang ada di rumah. Gaya banget ya kami punya globe. Alhamdulillah, peninggalan almarhumah uyutnya anak-anak yang dulu semasa hidupnya berkiprah di dunia pendidikan formal. Uyut yang ceritanya Mamak tulis di sini di sini nih. Ngomong-ngomong soal kiprah di dunia pendidikan, Mamak jadi teringat lingkungan keluarga besar Mamak yang notabene hampir semua pengajar. Terus Mamak? Ya mengajar anak-anak lah, di rumah… Mengajari mereka untuk cuci piring bekas makan, menyapu lantai yang kotor setelah bermain, ( ini si Mamak sudah menyaingi Ibu tirinya Cinderella 😂 )

Cerita tentang keluarga Mamak yang guru-guru ini, sempat Mamak tulis juga di sini.

Baiklah, back to geo.

Awalnya, anak-anak semangat memainkan si globe ini layaknya main sepak bola. 😅 Padahal ukurannya cukup besar, lho! Diameter sekitar 50 cm! Tapi mereka bisa sampai berhasil membuat globe-nya terlepas dari kaki penahannya. Ini Mamak harus bangga apa sedih, yaa.. 😅

Syad, bumi Arsyad aya di dieu, lho!“* Ucap Mamak suatu hari sambil menunjuk satu titik di dekat Bandung. Sedikit demi sedikit mengedukasi mereka bahwa mainan favorit baru mereka itu bukan bola sepak, hihi.

Mana, Ma? Naha teu katinggal atapna? Naha teu katinggal anteneuna?”**

Arsyad nanya kenapa atap rumahnya tidak terlihat. Hahaha.. Kemudian obrolan tentang posisi rumah ini pun berlanjut sampai beberapa hari. Dia mulai bertanya rumah Charlie (dalam serial Charlie & Lola) dimana, rumah Diego (dalam serial Go, Diego, Go!).

Aha!

Mamak jadi terinspirasi untuk “mengerjai” mereka, khususnya Arsyad.

Mari temukan rumah binatang-binatang!

Pertama, Mamak cari gambar vector beberapa binatang yang masih mirip dengan aslinya, tidak terlalu komik dan tidak terlalu lucu. Dicetak, lalu digunting. Sekalian, Mamak ajak Arsyad juga untuk gunting menggunting. Latihan motorik halus ceritanya. Kedua, Mamak rehearsing dulu, menanyakan padanya bintang-binatang apa saja yang sudah kami kumpulkan. Mamak ajak Arsyad untuk menempelkan binatang-binatannya di “rumah”-nya, sambil menyebutkan nama tempat tersebut. Misalnya, gajah di Sumatera, Thailand (Arsyad langsung teringat dengan thai tea 😅), dan Afrika. Unta di Arab, Orang utan di Kalimantan, Panda di China, dll. Seru! Anaknya mau-mau aja gitu disuruh begini begitu. LoL. Tapi memang ada jenuhnya juga dia. Maklum lah… namanya juga balita, rentang konsentrasinya masih pendek. Mau diajak gunting-gunting, tempel-tempel dan ditanya saja sudah syukur alhamdulillah.

Jadi jangan heran, kalau main sama balita, prep time-nya itu kadang lebih lama ketimbang play time. Awal-awal Mamak bebikinan tuh baper. Bikinnya susah, lama, eh mainnya hanya sebentar. Mending kalau besok-besoknya ditanyain, pengen main lagi. Lah, kalau ngga? 😂 Ini bikinnya sederhana saja. Cetak, gunting, tempel. Lebih enak cetak di kertas stiker sih. Hanya saja stok kertas stiker di rumah habis dan Mamak sedang malas ke toko ATK sementara hasrat ingin main-main dengan globe ini begitu kuat. *Halah, apa sih, Maaak… Jadilah jrenggg… pakai yang ada saja.

Itu cerita bersama Aa. Bagaimana dengan adek? Adek beda lagi dong. Dia ini sekarang sedang senang merobek kertas, mencabuti apa-apa yang menempel dan bongkar (tidak terima pasang). Jadi pas Aa selesai keliling dunia menjelajahi rumah para binatang, giliran Adek yang bereksplorasi. Dia perhatikan gambar-gambar binatang yang menempel. Lalu…

mencabutinya. 😂

Lalu…

memutar si globe dan menendangnya layaknya bola sepak.

De, teu kenging ditajong! Ieu mah sanes bola.“*** Omel Aa nya ketika melihat Adek bermain sepak bola (dunia). Hihihi.

Ini memang suka bebikinan khusus untuk belajar anu… belajar ini.. belajar itu…? Anak ada jadwalnya belajar A… belajar B…?

Kami sih lebih seringnya let it flow. Mengikuti maunya anak. Anak maunya main lego, oke… kami tinggal menemani, memberi saran, memberi apresiasi, ikut bermain. Atau… maunya di depan rumah saja, memperhatikan laba-laba dan sarangnya, dsb. Bebikinan sebenarnya hanya untuk menyalurkan hobi si Mamak dan memudahkan kami memperkenalkan sesuatu pada anak-anak. Karena kami pernah diingatkan oleh Ust. Budi Ashari, Ust. Adriano Rusfi, dan guru-guru lainnya bahwa kebutuhan anak-anak (usia di bawah 7 tahun) adalah bermain. Bermain adalah dunia mereka. Bagaimana mereka belajar? Mereka belajar dari melihat dan mengamati apa-apa saja yang terjadi di sekitar mereka.

Sesederhana itu.

Selamat bermain bersama anak-anak, Mak~ ❤ ( Jangan lupa ajak ayah juga, ya! )

Advertisements

4 thoughts on “Belajar Geografi ala Anak-anak PengejaSemesta

Leave a Reply to pengejasemesta Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s