Belajar Astronomi ala Anak-anak PengejaSemesta

Ma, ngadamel planet-planet yuk tina playdough!” *

Seru si sulung di suatu pagi.

Anak ini minta dibuatkan diorama sistem tata surya dari playdough-nya. Baiklah… kita manfaatkan to the max si adonan ini sebelum dia berjamur! Hihihi.

Baca juga cara membuat DIY Homemade Playdough ala kami di sini.

Sayangnya, sebagian playdough kami sudah mengembara ke entah dimana. Pertama, yang berwarna hitam. Sudah hilang dari sejak hari-hari pertama dirilisnya PengejaSemesta’s 2019 Playdough Set (Laganya… kayak beneran produksi aja si Mamak nih πŸ˜‚) gegara dimainkan di halaman oleh si dua bocah dan tidak disimpan kembali pada tempatnya. Kemudian, ada juga beberapa “comot” playdough yang sudah saling mengontaminasi satu sama lain sehingga geuleuh** jika digunakan. Alhasil, kami membuat tiruan kedelapan planet ini ala kadarnya. Sing penting ada beda ukurannya lah, ya.

Kok bisa sih bocah 3 tahun ini mintanya yang aneh-aneh cem diorama tata surya? Haha. Maafkan keluarga kami yang aneh ini. πŸ˜‚ Mungkin dia terinspirasi dari salah satu episode Nussa yang ada bahas planet-planet itu, lho. Sudah pada nonton belum? Yang ini, nih…

Tapi iya sih pas si Mamak nonton episode ini, tetiba impian memiliki diorama tata surya yang sempat bersemi kala kecil dulu menyeruak hadir memonopoli alam sadar. (Weleh.. weleh… opo tho iki, Maaak?) Jadi begitu Arsyad request kok seperti gayung bersambut, ya. Hehee. Niat awalnya memang ingin membuat yang seperti dipunyai Nussa. Hanya saja begitu dipikir lagi, mengingat dan menimbang ada anak bayi yang masih suka bongkar tak terima pasang, kok ya sayang gitu kalau bikin yang kayak begitu sekarang-sekarang. Diputuskan lah untuk mengabulkan permintaan Arsyad 100% tanpa manipulasi; benar-benar menggunakan playdough gitu maksudnya.

Si sulung bersikeras untuk menggunakan playdough warna kuning untuk dijadikan Matahari. Padahal si kuning ini termasuk yang ukurannya kecil dibandingkan playdough yang lain. Terlebih, kami nanti juga akan membutuhkannya untuk Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus. Sudah begitu kan Matahari harus dibuat jadi bulatan yang paling besar. Hmm, Mamak must do something!

A, pami nganggo nu oren kumaha? Soalna nu konΓ©ng mah kantun sakedik deui. Kan matahari mah kedah ageung.” ***

Saran ditolak, Pemirsa! πŸ˜…

Anak ini keukeuh**** kalau Matahari itu harus kuning. Si Mamak harus banyak akal ini mah. Hahaha. Akhirnya, pilihan jatuh pada bola plastik warna kuning. Yang ini dia terima. Setelah drama pencarian figur matahari yang mengalahkan hebohnya casting pemain film (lebay, ah), adegan si anak yang tidak begitu suka dengan bulatan hasil karyanya sehingga kemudian menyerahkan pembuatan planet-planet ini pada Mamaknya dan dia mengklaim dirinya sebagai mandor yang berdedikasi tinggi, hingga drama rebutan planet dengan adiknya, delapan planet beserta bintang kuningnya berhasil diabadikan. Plus dua kaki yang katanya sedang menjadi kaki T-rex. Seekor T-rex berjinjit-jinjit di galaksi bima sakti? As you wish, son! πŸ˜…

Supaya mereka bentuk planetnya tidak terlalu ngasal, Mamak keluarkan salah satu buku favorit kami: 136 Fakta Menakjubkan tentang Dunia. Di sana, ada ilustrasi ciamik yang menggambarkan delapan planet yang ada di tata surya dengan detail yang cukup bagus.

Baca juga review buku 136 Fakta Menakjubkan tentang Dunia di sini.

Lalu, apa saja yang kami obrolkan di sepanjang pembuatan diorama beralaskan coΓ©t***** ? Lebih banyak ke review dan remind sih karena sedikitnya Arsyad sudah mengenal beberapa objek luar angkasa. Salah satunya dari buku itu tadi. Sederhana saja, sih. Seperti:

  • Planet yang paling dekat dengan matahari: Merkurius.
  • Planet tempat kita tinggal : Bumi.
  • Planet paling besar : Yupiter.
  • Planet yang memiliki cincin: Saturnus.
  • Planet Mars berwarna kemerahan.
  • Biru dari planet Bumi itu laut, yang hijaunya tanah.
  • Menghitung jumlah planet.
  • Membandingkan ukuran planet

Memang harus, ya? Dari usia segitu anak-anak dikasih tahu tentang semesta. Kalau anak-anak PengejaSemesta mah harus biar sesuai family brand. Lah… alasan apa pula itu. πŸ˜… Just kidding. Sebenarnya lagi-lagi karena anaknya yang minta. Kami yang katanya adalah fasilitator mereka ya memfasilitasi semampu kami. Si sulung mengenal tata surya ini pertama kali dari buku tadi. Salah satu buku yang cukup membantu kami dalam mengajarkan kosakata baru pada mereka. Lalu, ketika Mamak membuat versi lain dari Pohon Literasi keluarga kami, Arsyad jadi lebih dekat dengan istilah tata surya dan benda langit lainnya.

Baca juga Galaksi Literasi, sebuah versi lain pohon literasi ala kami di sini.

Jadi, judulnya memang “belajar” tapi lebih kami suasanakan sebagai kegiatan bermain. Bermain yang ternyata jadi sarana belajar juga bagi anak-anak.


* (B. Sunda) “Ma, bikin planet-planet yuk dari playdough!”

** (B. Sunda) Jelek, menjijikan

*** (B. Sunda) “A, kalau pakai yang warna oranye gimana? Soalnya yang kuning tinggal sedikit lagi. Kan matahari harus besar.”

**** (B. Sunda) Bersikeras, pantang didebat

***** (B. Sunda) lumpang; alat untuk menumbuk (bumbu, biasanya), seringnya digunakan untuk membuat sambal, bagian yang seperti ceruk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s