Stay at Home Mom? Do These 7 Things!

Ibu yang hanya bekerja di ranah domestik cenderung mudah bosan dan terlihat kurang bergairah. Benarkah begitu?

Lakukan 7 langkah berikut ini dan jadilah Ibu Rumah Tangga yang Memesona!

1# Stay Beauty!

Mak, bukankah orang-orang yang paling berhak melihat kita versi cantik adalah suami dan anak-anak kita? Jangan mentang-mentang titelnya Ibu Rumah Tangga, dasteran melulu featuring rambut yang jarang disisir dijadikan daily style. Justru karena kita kerja di rumah, maka baju rumahan kita harus yang fashionable dong! 😎

Bukan berarti harus ngikut tren fesyen terkini. Cukup pakai baju rumahan yang tetap cantik dan nyaman untuk kita pakai berkegiatan di rumah. Kalau Mamak sih, jamnya jadi cleaning service biasanya pakai seragamnya tersendiri (baca: celana pendek/celana olahraga + kaos oblong, hihihi). Nah, setelah jamnya “nginem” habis, berubahlah si Mamak!

Haha. Ya ngga begitu juga. Ganti baju pakai “seragam dinas” rumah lah. Versinya Mamak sih, kalau ngga rok + kaos, senengnya pakai tunik sepaha + legging. Tak lupa sapukan moisturizer dan bedak tipis-tipis. Pakai lip balm kalau bibirnya agak kering. Plus body lotion atau body butter yang wanginya cukup membuat kita tidak perlu menyemprotkan minyak wangi (Mamak irit πŸ˜‚).

Kalau versimu, Mak?

2# Schedule Like a Boss!

Mengisi planner hanya kerjaannya Ibu Ranah Publik? Say whoooo??

Ibu Ranah Domestik juga perlu banget bikin schedule! Terlebih jadwal harian untuk dirinya. Bahkan si Mamak mah nyuci bajunya aja pakai jadwal! Jangan lupa, jadwalkan sekian menit untuk self care, tak peduli betapa sibuknya kamu dengan anak-anakmu, atau betapapun banyaknya pekerjaan rumahmu. Diri kita perlu diprioritaskan!

Β 

Baca juga tentang cuci mencuci yang terjadwal di tulisan ini.

Karena…

“If you fail to PLAN, you are PLANNING to fail!” (Benjamin Franklin)

3# Embrace your Passion!

Biar hari-harimu penuh gairah, Mak! Temukanlah passion-mu dan salurkanlah dengan bijak! ❀

Baca juga tentang menyalurkan passion di tulisan ini.

Masih ragu dan bingung apa passion-mu, Mak? Coba rangkul, kenali dan pahami dirimu terlebih dahulu. I think tulisanku yang ini mungkin bisa membantu.

4# Give yourself a Gift!

Sesekali, boleh dong kita makan es krim sendirian tanpa berbagai dengan anak-anak kita. Boleh dong kita menikmati mie rebus instan dengan irisan cΓ©ngΓ©k* malam-malam saat anak-anak telah terlelap untuk mengapresiasi kinerja kita yang menurut kita saat itu lebih luar biasa dari hari-hari sebelumnya?

Mak, bahkan Prof. Hiromi Shinya, sang dokter pakar enzim, pun menganjurkan makan yang begitu-begitu kalau toh memang bikin kita bahagia! Ya sesekali saja tapi. Once a year gitu. Hahahaha.

Let’s treat ourself a scoop of ice cream then! ❀

5# Get Around, Get Connected!

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari No. 2101)

Memiliki satu wadah untuk berkumpul dengan para ibu yang satu frekuensi, saling dukung, saling menyemangati, saling berbagi wawasan, pokoknya saling memancarkan resonansi positif, adalah sebuah rejeki yang tak terkira! That describes how important sebuah komunitas ini untuk kita emak-emak. Belum lagi kalau komunitas ini passion-based. Bisa tambah semangat kita dalam menyalurkan passion kita, Mak!

Mamak dan teman-teman kelas Matrikulasi IIP Batch 7 Bandung 3 saat Kopdar di Taman Film dua hari yang lalu.

6# Enrich your Smart!

Lah, kita kan sudah belajar zaman sekolah dulu. Ditambah saat di kampus juga. Ndak bosan apa, belajar terus?

Belajar mah Mak… sepanjang hayat. Ngga ada habisnya. Hanya saja, buat enrichment yang satu ini, kita mesti investasikan waktu dengan sebaik-baiknya. Dijadwalkan begitu… belajarnya. Kayak zaman sekolah saja, ada jadwalnya. Biar apa? Biar nampol ilmunya. Keseriusan kita mempersiapkan diri untuk belajar itu berbanding lurus dengan keberhasilan kita dalam mencapai level tertentu yang kita targetkan dalam belajar tersebut.

7# Be Careful of your Emotion Remote Control!

Kendalikan emosi kita dengan baik maka semua hal lainnya akan jauh lebih mudah kita kendalikan. Jangan biarkan remot emosi kita diatur oleh orang lain. Pegang erat-erat remotnya, Mak!

Baca juga tentang remot emosi di tulisan Mamak yang ini di tulisan Mamak yang ini.

Ini hal-hal yang coba Mamak lakukan sehari-hari agar bisa stay waras. Kalau kamu sudah coba lakukan apa saja, Mak?


* (B. Sunda) cabai rawit

Β 

Β 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s