Diorama Serangan Pasukan Abrahah

( Qur’an Based DIY Toys Series )

Qur’an Based DIY Toys Eps. 1

Sebenarnya ini mainan lama. Tahun kemarin Mamak bikin ini tuh. Lalu setelah si bayi cantik beranjak statusnya menjadi batita dan mulai giat eksplorasi sana sini, berjatuhanlah banyak korban. 😂 Termasuk diorama ini. Karena berbahan kertas, diorama ini rapuh dan mudah sekali sobek. Kekuatan tangan batita yang satu ini mampu menyobekkan bagian atap miniatur Ka’bah dan mencabut pohon kurma. Tadinya dia berusaha untuk mencabuti bebatuannya tapi tidak berhasil hanya menyebabkan sobeknya backdrop tanah pasirnya. Backdrop bagian langitnya juga sudah tidak sedap dipandang sih, banyak bekas lipatan saking seringnya dibuka tutup. Hihihi.

Cara bikinnya mudah! Bahan-bahannya pun mudah dicari, bahkan mungkin ada di rumah. Yang perlu disiapkan adalah…

  1. Kardus bekas/ Kertas duplek tebal, ukurannya bisa disesuaikan. Ini untuk base-nya.
  2. Kertas dekorasi (opsional), Mamak pakai kertas ermas bekas tugas Papa. Hihi. Ini untuk melapisi kardusnya. Biar terlihat lebih rapi aja gitu.
  3. Kertas karton hitam/ kertas spot light hitam/ jenis kertas lain yang punya ketebalan min. 100 gsm, untuk bagian Ka’bah agar cukup kokoh.
  4. Kertas warna emas, untuk hiasan Ka’bah. Bisa juga memakai kertas origami warna kuning.
  5. Gambar langit cerah yang berukuran setengah dari ukuran base.
  6. Gambar langit gelap berukuran 1/2 x base yang dilengkapi ilustrasi burung ababil yang sedang membawa batu sijjil. Biar lebih asik, siapkan juga dua atau tiga gambar burung ababil secara terpisah untuk ditempelkan terlebih dulu ke sepotong kardus kecil lalu ditempelkan ke gambar langit gelap ini. Untuk menciptakan efek timbul.
  7. Gambar tanah berpasir yang ukurannya setengah dari base.
  8. Gambar pohon kurma dan bebatuan yang dicetak di kertas foto atau kertas tebal. Jika dicetak di kertas HVS biasa (70-80 gsm), sebaiknya dilapisi lagi kertas bekas dus susu atau semacamnya.
  9. Cutter, gunting dan lem.

Setelah bahan dan alatnya siap, kita masuk ke bagian yang paling seru! Apalagi jika ada dua cheerleaders, makin heboh dan ngga kelar-kelar bebikinannya. 😂

  1. Kardus atau bahan base dilipat dua sehingga nanti bentuknya menyerupai buku.
  2. Lapisi satu bagian dalam base dengan gambar langit cerah.
  3. Tempelkan bebatuan di bagian dalam base yang satunya lagi. Lalu, tempelkan gambar tanah berpasir yang sebelumnya sudah diberi lubang sepanjang ukuran bebatuan dan di posisi yang sama dengan bebatuan.
  4. Tempelkan miniatur Ka’bah di bagian tengah. Satu sisi sebagai bagian depannya yang akan kita hiasi nanti, satu sisi ditempel di bagian tanah berpasir, satu sisi ditempel di bagian langit dan sisi terakhir yang akan menjadi bagian atapnya. Hiasi bagian depan Ka’bah dengan kertas kuning atau kertas emas.
  5. Tempelkan gambar pohon kurma. Alur menempelnya kurang lebih sama dengan menempel miniatur Ka’bah.
  6. Tempelkan bagian lebihan (yang berwarna putih) gambar langit gelap ke sisi luar base. Lipat dan tekuk sesuai garis. Beri garis pada gambar langit ini yang disesuaikan dengan sisi depan Ka’bah dan sisi depan pohon kurma. Garis ini nanti menjadi patokan kita untuk memotong. Ini dilakukan supaya si gambar langit gelap bisa “tembus” melewati Ka’bah dan pohon kurma.
  7. Diorama siap dimainkan! Kita bisa menyiapkan juga beberapa miniatur gajah sebagai pasukan Abrahah dari origami, puzzle kardus, atau bahkan mainan figur (yang adalah pilihan kami 😅). Jika menggunakan origami gajah atau puzzle kardus, untuk anak usia SD, bisa tuh diajak dulu berkreasi sebelum mulai berkisah.

Ternyata yang sesederhana ini juga bisa bikin si sulung ketagihan! Apalagi pas awal-awal ada diorama ini, bisa tiap hari minta diceritakan kisah dalam surat Al-Fiil ini. Ngomong-ngomong soal Al-Fiil, si diorami ini ternyata bisa multifungsi! Kami bisa menggunakannya:

  • Sebagai “undangan” menghafalkan surat Al-Fiil.
  • Sebagai penghubung ke kisah lainnya, seperti kisah Nabi Ibrahim As. & Nabi Ismail As. saat membangun Ka’bah, kisah penemuan kembali sumber air zam-zam oleh Abdul Muthalib dan anak-anaknya, dsb.
  • Untuk mengenalkan rukun islam yang kelima berikut tata caranya.
  • Untuk mengenalkan Asmaul Husna, terutama Al-Wakiil, Al-Qawwiyu, Al-Matiin, dan Al-Waliiy.
  • Untuk mendorong anak-anak agar bisa menyampaikan kembali kisah Al-Fiil ini.
  • Untuk mengenalkan salah satu kosakata dalam Bahasa Arab الفيل yang berarti gajah.
  • Untuk mengajak anak-anak mengingat kembali huruf hijaiyah ي, ف dan ل dari الفيل.

Mamak suka banget yang multipurpose begini, nih. Bikin satu, bisa dipakai buat banyak kegiatan. Huehehehe. Hemat waktu membuat, hemat tempat menyimpannya juga. Ekonomis pula! 😁

Yuk, atuh bikin!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s