Pop Up Diorama Siang dan Malam

“Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur pada-Nya.” (QS. Al-Qasas : 73)

Ketika anak sulit dikondisikan untuk tidur sehabis Isya dan ngeyel dengan bilang ngga akan tidur, dan akan terus main siang maupun malam,

“Badan kamu harus diistirahatkan. Biar selalu sehat. Allah minta kita buat istirahat di malam hari karena Allah sayang.”

Diulang begitu terus sampai sudah seperti kaset kusut. 😅 Belakangan, si sulung nantangin,

Kumaha cenah saur badan Arsyad téh?” *

Arsyad, abdi téh kedah istirahat. Améh kuat, améh séhat. Abdi dipiwarang ku Allah pami wengi téh waktosna abdi istirahat.” **

Kalau sudah begitu, baru dia manut. Mungkin dia terinspirasi dari film Toys Story sehingga setiap saat meminta Mamak atau Papa jadi interpreter atas apa-apa “yang dikatakan benda” yang sedang kami perbincangkan.

Anyway, baca juga tulisan Mamak tentang reading aloud buku cerita “Toys Story” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda di sini. 😁

Salah satu kontributor buku Kepingan Cinta Ramadan yang merupakan pengurus Rumah Belajar DIY Toys Komunitas Ibu Profesional Bandung menuliskan “resep” membuat diorama siang dan malam ini di dalam buku. Tadinya mau Mamak tiru plek idenya nih. Eh, si Mamak malah kesengsem sama pop up book yang sampai beberapa hari yang lalu belum kesampaian, baik beli mau belajar bikin. Hihihi. Sim salabim! Akhirnya dibuatlah diorama dengan meniru konsep buku meletup!

Seperti yang dicontohkan para ahli pop up book di sejumlah channel Youtube, sebelum kita membuat halaman pop up, sebaiknya kita buat dulu rancangannya dari kertas biasa, HVS misalnya. Ini untuk memudahkan kita menata letak bagian-bagian dari halaman tersebut. Terlebih jika dalam halamannya terkandung beberapa fitur. Seperti pada diorama yang Mamak bikin ini, isinya ada:

  • 3 fitur meletup: semak-semak, rumah, dan langit.
  • 1 fitur geser: seorang anak sedang bermain sepeda.
  • 3 fitur buka-tutup: pintu, jendela, dan pohon.

Untuk membuatnya, yang diperlukan adalah:

  • Kertas HVS (Mamak pakai bekas tugas makalah Papa 😂) untuk membuat rancangan.
  • Bahan base, Mamak menggunakan kardus bekas berukuran A3 yang dilapisi kertas karton.
  • Gambar-gambar pendukung, seperti langit siang dan malam, rumah dengan sisi terang dan gelap, semak-semak, pohon, anak, dll. Mau yang seperti punya kami? Bisa unduh printable-nya di tautan di bawah ini. Ukuran gambar-gambarnya untuk base A3, ya. Jika ingin membuat yang lebih kecil, A4 misalnya, silakan disesuaikan saat mencetak.

PRINTABLE DIORAMA SIANG DAN MALAM

  • Lem, cutter, dan gunting.

Supaya diorama ini “meletup” sebagaimana mestinya, kita perlu membuat rancangannya yang pas ukuran bagian-bagiannya, pas letaknya juga pas sudut kemiringannya. Jadi, take your time saat membuat rancangan dengan menggunakan kertas HVS. Rancangan ini nanti akan sangat membantu kita sebagai patokan memposisikan bagian-bagian diorama agar berdiri tepat pada tempat yang semestinya.

Untuk membuat fitur geser si anak yang sedang bermain sepeda, Mamak lapisi gambarnya dengan kertas yang cukup tebal (Mamak pakai karton bekas cemilan) yang berbentuk seperti huruf T terbalik. Saat akan melapisi kardus (bahan base) dengan karton, Mamak terlebih dahulu menyisakan sedikit area di pojok sebelah kanan agar tidak diolesi lem. Beri lubang berbentuk garis lurus secukupnya untuk memasukkan gambar anak bersepeda. Setelah gambar anak dimasukkan (dari bagian dalam/bawah karton, dimasukkan ke lubang sampai gambar sepenuhnya ada di luar, menyisakan dudukannya di bagian dalam), olesi bagian bawah karton tapi hati-hati jangan sampai mengenai dudukan gambar anak bersepeda.

Gambar anak bersepeda ini jika dioramanya akan ditutup, perlu kita lipat dulu (seolah-olah anaknya jatuh). Termasuk juga gambar pohon dan penyangga pohonnya dilipat.

Tak hanya Aa, adek juga suka dengan diorama ini! Bagian favoritnya adalah membuka jendela dan menujukkan si anak laki-laki yang ada di balik jendela sedang tertidur. Juga saat membuka pintu dan menunjukkan si anak laki-laki di balik pintu terlihat sedang makan. Aa-nya senang sekali melihat perubahan yang terjadi saat dioram dibuka.

Naha tiasa kitu, Ma?” ***

Tanyanya antusias. Nah lho, Mamak harus jawab apa? 😂


* “Apa yang badan Arsyad bilang soal itu?” (B. Sunda)

** “Arsyad, aku tuh harus istirahat. Biar kuat, biar sehat. Aku disuruh Allah buat istirahat kalau malam.” (B. Sunda)

*** ” Kenapa bisa begitu?” (B. Sunda)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s