DIY Jigsaw Puzzle Unta Nabi Shaleh As.

( Qur’an Based DIY Toys Series )

Judulnya sih DIY, tapi ngga sepenuhnya do-it-yourself sih ini puzzle-nya. 🙈

Jadi si Mamak itu sekarang lagi belajar untuk tidak kalap ketika bebikinan. Hihihi. Iya, dulu tuh suka baper saat menyimak feed media sosialnya beberapa teman ataupun influencer yang memang ranahnya bikin-bikin mainan anak. Apalagi kalau nongkrong di Pinterest. Beuhh. Ingin bikin ini lah.. bikin itu lah.. Sudah seperti emak-emak yang laper mata kalau ada diskon baju di mall atau market place, deh! 😅

Terus mikir kan… ini Head Quarters-nya PengejaSemesta kan mungil, ya (gaya banget dah pakai HQ segala! Hahaa). Nanti mau disimpan dimana mainan-mainan yang dibikin itu. Salah-salah, malah bikin rumah berjejalan mainan dan membuat situasi berantakan yang mempermudah kondisi jiwa Mamak kusut masai. That’s one point. The most essential one. Nah, beberapa hal yang kemudian menjadi pertimbangan kami dalam ber-DIY Toys ria adalah…

  1. Tempat penyimpanan. Mau disimpan dimana, mainan ini~ (lalu si Mamak malah karokean). Perihal ini sudah diceritakan tadi kan ya. Pokoknya ini jadi poin terpenting. Jangan sampain ketika bebikinan dan main sama anaknya happy, eh begitu si mainan disimpan malah bikin dongkol karena rumah jadi nampak tak beraturan.
  2. Slot waktu. Karena kebanyakan mainan biasanya dieksekusi oleh Mamak, Mamak benar-benar kudu bisa pilah dan pilih mainan apa yang bisa dibuat dengan alokasi waktu sekian dalam seminggunya. Jika tidak begitu, nanti Mamak terlena dan melalaikan tugas-tugas yang lain. Kalau bikin-bikinnya bertiga bareng anak-anak, harus menyediakan waktu ekstra banyak (plus “gelas mindfulness” yang penuh untuk bisa nrimo hal-hal yang di luar dugaan 😅)
  3. Kebutuhan anak-anak. Sejak anak pertama menginjak usia setahun, Mamak bikinkan dia “rapot” yang isinya kurang lebih laporan perkembangan berdasarkan parameter tiap aspek. Selain memudahkan kami melihat perkembangan anak-anak, rapot ini juga menjadi patokan dalam menentukan mainan seperti apa yang akan dibuat.
  4. Make it last. Ceritanya kan bebikinan mainan ini memiliki environmental issue juga. Sehingga kami usahakan untuk benar-benar memanfaatkan benda dan bahan yang sudah tidak digunakan yang ada di sekitar rumah dan sebisa mungkin mengontrol agar tidak terlalu banyak sampah yang dihasilkan dari bebikinan ini. Dan juga sebisa mungkin kami membuat mainan yang level endurance-nya cukup tinggi dalam mengimbangi kekuatan tangan anak-anak. 😂 Cukup kuat untuk kemudian bisa diperbaiki kembali jika rusak. Tidak “potek, good bye” begitu.

Baiklah, back to the topic yang katanya jigsaw puzzle ini DIY jadi-jadian. (Laaah… 😅) Ya karena tidak sepenuhnya DIY. Kenapa begitu? Karena Mamak cuman bikin (remake vector) gambarnya, tempel ke puzzle yang sudah ada, jadi deh! Hihihi. Kok ditiban gitu si Mak, gambarnya? Ya karena cita-cita Quran Based DIY Toys Series ini. Lalu kepikiran untuk permak puzzle yang menurut kami gambarnya kurang cocok dengan value keluarga kami. Jreeengg.. jadilah Puzzle Unta Nabi Shaleh ini.

Namanya juga permak, jadi bikinnya pun cenderung mudah karena tidak seperti isi bensin di SPBU (dimulai dari nol, ya…). Bahan dan alat yang perlu disiapkan adalah:

  • Jigsaw Puzzle siap pakai. Bisa juga buat sendiri dengan memanfaatkan kardus bekas.
  • Gambar ilustrasi unta Nabi Shaleh As. Disarankan dicetak di kertas stiker atau kertas foto biar makin ciamik. Mau printable-nya? Bisa diunduh di tautan di bawah ini, yaaa!

DIY Puzzle Unta Nabi Shaleh Kisah Para Nabi

PRINTABLE PUZZLE UNTA NABI SHALEH AS

  • Lem, cutter, gunting

Banyaknya kepingan dan bentuk sambungan puzzle-nya bisa disesuaikan dengan usia sang anak. Untuk usia 3-4 tahun misalnya, bagi saja gambar printable-nya menjadi 9 persegi yang berukuran sama. Tempelkan pada kardus bekas. Jadi, deh! Cenderung lebih mudah bagi mereka untuk menyusunnya. Sambil kita menemani mereka menyusun puzzle-nya, sambil ceritakan kisah unta ajaib ini yang keluar dari bebatuan atas izin Allah SWT sebagai mukjizat Nabi Shaleh As.

Nantikan DIY jigsaw puzzle lainnya, ya! Karena di rumah kami masih ada beberapa puzzle warisan yang perlu kami permak! 😁

Baca juga cerita tentang puzzle warisan di tulisan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s