Pohon Ramadhan Para PengejaSemesta

Awalnya, kami membuat pohon Ramadhan ini sebagai dekorasi yang turut serta menyemarakkan penyambutan datangnya bulan Ramadhan.

Baca tentang cerita menyambut Ramadhan ala kami di tulisan ini, ya.

Tapi kemudian, sebuah ide terbersit di benak Mamak untuk memanfaatkan pohon-pohonan ini lebih jauh. Biasa, prinsip emak-emak… barang tuh sebisa mungkin kudu multiguna! πŸ˜‚

Alkisah, bunga-bunga di pohon ini akan terus bertambah jika Arsyad, anak sulung kami yang sedang belajar shaum, rajin beribadah dan melakukan kebaikan. Sebaliknya, jika dia melakukan hal yang tidak baik, seperti berteriak karena marah, memukul, dll satu per satu bunganya akan berubah menjadi hitam legam.

Kami simulasikan perbuatan baik yang berbuah pahala dan perbuatan buruk yang berujung pada dosa lewat pohon Ramadhan ini. Dan itu cukup berhasil. Baru seminggu pohon Ramadhan ini bertengger di balik pintu depan, Arsyad sudah tahu kalau bunganya bertambah karena sehari sebelumnya dia ikut makan sahur, shaum, sholat lima waktu, ikut tarawih bersama Papanya dan mengayomi adiknya. Pernah juga dia mempertanyakan jumlah bunga yang tak kunjung bertambah padahal dia merasa sudah menjadi anak yang baik. Hihihi. Si Mamak kelupaan menempelkan bunganya. Percayalah, Nak. Balasan dari Allah mah tak akan pernah telat. πŸ™ˆ

Cerita si pohon Ramadhan ini tidak sampai di situ saja, saudara-saudara. Rencananya, pada hari ke-25, lentera yang bertuliskan huruf Ω† akan padam cahayanya (diganti dengan gambar lentera yang hitam, tidak bertuliskan huruf). Kemudian besoknya, giliran lentera ΨΆ yang padam. Besoknya lagi, lentera Ω… yang cahayanya menghilang. Hingga pada akhirnya, lentera terakhir yang bertuliskan huruf Ψ± juga akan ikut padam. Di hari terakhir bulan Ramadhan, semua lentera berubah menjadi hitam kelam. Kami ingin menyampaikan kesan sedih dan kerinduan pada Ramadhan yang akan pergi lewat perubahan keempat lentera yang menggantung di pohon Ramadhan kami. Nantinya kami berharap kegembiraan terhadap datangnya Ramadhan dan kesedihan akan perginya Ramadhan menjadi dua perasaan yang melekat di hati para PengejaSemesta.

Klimaksnya adalah sehabis adzan Magrib berkumandang sebagai pertanda datangnya bulan Syawal, kami akan membereskan seluruh dekorasi yang menempel pada pintu depan ini. Pohon Ramadhan sudah pergi. Insya Allah dia akan kembali tumbuh lagi nanti tahun depan. Dengan tidak membuat pohon Ramadhan ini tertempel sebagai dekorasi rumah yang permanen, kami ingin mengkhususkannya sebagai dekorasi yang ada hanya pada bulan Ramadhan, sebagai simbol bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang spesial.

Begitulah…

Sampai pohon dekorasi saja harus ada ceritanya, ya! Hehee. Terinspirasi dari anak sulung kami yang selalu menagih cerita untuk setiap hal yang ditemuinya! πŸ˜…

One thought on “Pohon Ramadhan Para PengejaSemesta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s