Laundry Hack ala Mamak (Bag. 1)

Setelah hampir setahun ini tidak bisa menikmati enaknya outsourcing kerjaan yang menyangkut masa depan pakaian kami: mencuci, menyetrika, dan menyimpannya rapi di dalam lemari (yang terakhir mah sih dilakukan sendiri), Mamak pun mengalami suka duka dalam menghadapi Game of Thrones Clothes. Segala macam strategi dicari dan dicobanya. Supaya apa? Supaya si baju-baju ini ndak terlalu menguras tenaga dan pikiran. Maklum, main dengan dua bocah lincah ini saja kadang malah suka dibikin tepar duluan. 😌

Mencuci. Pekerjaan paling disenangi di antara tiga tugas yang akan dibongkar hack-nya dalam tulisan ini. Main air… siapa sih yang ngga suka? Hahaha.

Continue reading “Laundry Hack ala Mamak (Bag. 1)”

Advertisements

Belajar Astronomi ala Anak-anak PengejaSemesta

Ma, ngadamel planet-planet yuk tina playdough!” *

Seru si sulung di suatu pagi.

Anak ini minta dibuatkan diorama sistem tata surya dari playdough-nya. Baiklah… kita manfaatkan to the max si adonan ini sebelum dia berjamur! Hihihi.

Baca juga cara membuat DIY Homemade Playdough ala kami di sini.

Sayangnya, sebagian playdough kami sudah mengembara ke entah dimana. Pertama, yang berwarna hitam. Sudah hilang dari sejak hari-hari pertama dirilisnya PengejaSemesta’s 2019 Playdough Set (Laganya… kayak beneran produksi aja si Mamak nih πŸ˜‚) gegara dimainkan di halaman oleh si dua bocah dan tidak disimpan kembali pada tempatnya. Kemudian, ada juga beberapa “comot” playdough yang sudah saling mengontaminasi satu sama lain sehingga geuleuh** jika digunakan. Alhasil, kami membuat tiruan kedelapan planet ini ala kadarnya. Sing penting ada beda ukurannya lah, ya.

Kok bisa sih bocah 3 tahun ini mintanya yang aneh-aneh cem diorama tata surya? Haha. Maafkan keluarga kami yang aneh ini. πŸ˜‚ Mungkin dia terinspirasi dari salah satu episode Nussa yang ada bahas planet-planet itu, lho. Sudah pada nonton belum? Yang ini, nih…

Continue reading “Belajar Astronomi ala Anak-anak PengejaSemesta”

Pilih: Planet atau Plastik?

Sedih, deh… melihat foto, video dan cuplikan berita tentang binatang-binatang laut yang memakan sampah, laut yang berubah menjadi timbunan sampah apung, pasir pantai yang tergantikan oleh sekian banyak “fosil” sampah…

Ari urang téh sabenerna hirup di planet bumi atawa buntelan palastik, guys?* 😒

Ngeri… apa kabar tempat tinggal anak cucu kita nanti kalau sampah plastik ini semakin bertambah sedangkan yang berpuluh-puluh tahun lalu pun bahkan masih utuh wujudnya?

Kita manusia ini kok malah seperti benalu yang tumbuh subur sementara pohon inangnya lama kelamaan memburuk lalu mati. Inangnya tuh ya planet bumi ini. Kita? Lo aja kali, Mak…! Iya, gue. Gue yang masih nyampah plastik tiap harinya. Hiks.

Hhh… Sedih doang, baper doang… tidak akan menyelesaikan masalah. Waktunya bergerak, lakukan perubahan jika kita memilih PLANET, bukan palastik**!

Alhamdulillah, meskipun dilakukan sedikit demi sedikit dan mungkin terkesan receh, keluarga PengejaSemesta sudah mulai menjaga keharmonisan hubungannya dengan planet bumi ini sejak pasukannya masih dua orang saja. Apa saja yang sudah dan sedang dilakukan oleh para pengeja ini agar senantiasa romantis dengan semesta?

Continue reading “Pilih: Planet atau Plastik?”

The Secret of Being Parent

Wait, ini kan rahasia. Memangnya boleh dikasih tahu ke orang lain? Boleh ya, bocor?

Eh tapi…

Buat kalian, apa sih yang tidak boleh.

Iya… kalian. Kalian yang sudah menunggu tulisan ini jauh sebelum acaranya bahkan belum digelar. πŸ˜…

screenshot_2019-02-21-22-55-46-1529195575.png

Tapi memang, dari dulu Mamak sudah berniat untuk selalu menggambarkan kembali lampu AHA! yang Mamak dapatkan saat mengikuti seminar, talkshow, kajian, dan semacamnya. Termasuk acara spesial ini. Tujuan klasiknya sih sebagai reminder buat Mamak. “Heh, Mak. Udah pernah ikut seminar personal excellence, lho. Mana… praktiknyaa..?!” Macem tuh lah. Hamdalah, jika tulisan-tulisan Mamak juga bisa bermanfaat buat para pembaca. Senang sekali rasanya ❀

Nah, dalam tulisan kali ini, Mamak ingin berbagi ngga enaknya “ditampar-tampar” oleh kalimat-kalimatnya Cikgu Okina saat enrichment before graduation Ibu Profesional Bandung bulan lalu.

Siap?

Siap (ikut merasa tertampar juga)?

Jangan klik continue reading kalau belum siap dan kuat. πŸ˜…

Continue reading “The Secret of Being Parent”

Belajar Geografi ala Anak-anak PengejaSemesta

Beberapa hari ini anak-anak sedang asik main dengan bola dunia besar yang ada di rumah. Gaya banget ya kami punya globe. Alhamdulillah, peninggalan almarhumah uyutnya anak-anak yang dulu semasa hidupnya berkiprah di dunia pendidikan formal. Uyut yang ceritanya Mamak tulis di sini di sini nih. Ngomong-ngomong soal kiprah di dunia pendidikan, Mamak jadi teringat lingkungan keluarga besar Mamak yang notabene hampir semua pengajar. Terus Mamak? Ya mengajar anak-anak lah, di rumah… Mengajari mereka untuk cuci piring bekas makan, menyapu lantai yang kotor setelah bermain, ( ini si Mamak sudah menyaingi Ibu tirinya Cinderella πŸ˜‚ )

Cerita tentang keluarga Mamak yang guru-guru ini, sempat Mamak tulis juga di sini.

Baiklah, back to geo.

Continue reading “Belajar Geografi ala Anak-anak PengejaSemesta”

Menginap 10 Jam di Amaris Hotel Serang

Minggu lalu para PengejaSemesta main jarambah*. Dua hari dua malam kami bernomaden ria di daerah Banten. Sebuah mobil Kijang warna biru metalik keluaran tahun 1997 penuh oleh kami berempat beserta Abah, Enin, Makche dan Makcha, juga barang bawaan kami yang menyesaki bagasi. πŸ˜€ Start dari Jatinangor sekitar pukul setengah sebelas pagi, rehat dan sholat di Rest Area KM 88, sampai akhirnya terjebak macet sebelum masuk daerah Jakarta yang menyebabkan kami baru tiba di Serang lewat pukul delapan malam.

amaris-hotel-serangSalah satu dari kami berkutat dengan Google Maps, mencari arah menuju tujuan kami: rumah adiknya Abah yang akan mengadakan hajatan pernikahan anak bungsunya, yang adalah keponakan Abah dan sepupu Mamak. Dua lainnya juga sibuk dengan gawainya untuk mencari hotel terdekat yang harganya ramah kantong tapi fasilitasnya juga bisa membuat kami sekeluarga merasa cukup nyaman. Setelah beberapa menit pencarian, muncullah nama Amaris Hotel Serang yang cocok dengan kebutuhan kami. Mereka sendiri menobatkan hotelnya sebagai :Β  Β  Continue reading “Menginap 10 Jam di Amaris Hotel Serang”

2nd Graduation from Institut Ibu Profesional

Kemarin paman datang, pamanku dari desa…

Eaaa.. si Mamak malah nyanyi. Nulis, Mak… nulis…! Ini blog sudah seperti gudang yang banyak sarang laba-labanya. Nulis….! Banyak-banyak nulis lagi, Mak…!

Hehe. Tadinya memang tulisan ini akan diawali oleh kata kemarin, terus malah teringat lagu anak-anak itu. Ada yang hafal? πŸ˜‚ Lalu jadi malah ingat lagunya Marcell Siahaan yang judulnya “Firasat”, perlu nyanyi lagi ngga Mamaknya? πŸ˜…πŸ˜…

Let’s be serious now.

Tulisan ini Mamak dedikasikan untuk para wisudawati Institut Ibu Profesional, khususnya wisudawati Matrikulasi Batch 6 dan Bunda Sayang Batch 2 & 3, seluruh jajaran panitia acara wisuda (You guys rock!), teman-teman Ibu Profesional seluruh dunia, para orangtua yang tak pernah berhenti belajar demi anak-anaknya, jugaaaa… keluarga Mamak tercinta!

Ini mukadimah tulisan blog sudah menyerupai kata pengantar buku saja. Ckckck. Baiklah, daripada ngalor-ngidul lagi, mari ikut Mamak mereka ulang acara Wisuda Akbar & Seminar kemarin! Continue reading “2nd Graduation from Institut Ibu Profesional”

Uyut : In Memoriam

Januari dua tahun yang lalu, keluarga besar Lebak Ringgit berlibur bersama ke area wisata air panas Darajat Pass. Kalau bukan Uyutnya Arsyad & Adzkiya yang minta, nampaknya akan sulit bagi kami untuk memaksakan diri bermacet-macet ria ke sana. Maklum, waktu itu masih suasana liburan sekolah jadi hampir sepanjang rute Jatinangor – Darajat Pass ditandai dengan warna merah jika dilihat di Google Maps.

uyut2
Ibu Suri dan ketiga menantu yang sedang unjuk kekuatan. (Darajat Pass, Januari 2016)

Ini adalah pertama kalinya kami mengunjungi Darajat Pass beriringan, menghabiskan malam yang luar biasa dingin di satu cottage yang sama, tidur blek semua β€œtumpah” di ruangan tengah cottage, luar biasa. Di kemudian hari, kegiatan berendam dan bermalam di Darajat Pass ini menjadi agenda rutin keluarga besar kami selama dua tahun ini. Dan perjalanan terakhir kami bersama β€œIbu Suri” adalah pertengahan tahun lalu. Meskipun sudah tidak bisa berjalan, bahkan di mobil pun Ibu Suri hanya bisa terbaring, beliau nampak senang dan tak sabar ingin segera sampai di tujuan.

β€œCeu, iraha nepina ieu teh?” * Begitu terus tanyanya berulang kali pada Eninnya anak-anak sepanjang perjalanan. Β  Continue reading “Uyut : In Memoriam”