Jangan Ada “Layar” Di Antara Kita (Seminar tentang Anak & Gadget bersama Mischa Indah Mariska, M.Psi)

Resume kedua untuk kajian yang tidak Mamak hadiri. 🙈

Baca juga resume pertama tentang Read Aloud Workshop di sini.

screenshot_2018-02-03-13-50-51-1-486500393.pngBerangkat dari kesedihan (suka baper deh si Mamak ini) karena tidak bisa hadir mengenyam ilmunya secara langsung, Mamak kumpulkan beberapa sebaran yang dibagikan oleh dua teman di komunitas Ibu Profesional, Teh Yulia dan Teh Siro. Lalu mengendaplah tulisan ini selama berbulan-bulan di bagian draft blog. 😂 Kebiasaan si Mamak, kejadiannya kapan… ditulisnya kapan… hmmmm (Pijit-pijit kening) Continue reading “Jangan Ada “Layar” Di Antara Kita (Seminar tentang Anak & Gadget bersama Mischa Indah Mariska, M.Psi)”

Advertisements

Me Time Itu Produktif, Biar Tidak Jadi Lazy Time

(Keseruan acara Bedah Buku 33 Kisah Me Time & Diskusi “Me Time Produktif, Kayak Gimana sih?” bersama Teh Shanty Dewi A. dan Teh Rahma Tejawati M.)

Bedah-Buku-Me-Time.jpg
Ngeksis dulu boleh, dong! Hihi…

Sabtu kemarin, akhirnya kopdar para pengurus Kelas Berbagi (KB) Cibiru IIP Bandung terlaksana juga, setelah satu bulan tertunda. Minus Teh Triana sama Teh Seruni, sih… Teh Tri sedang membersamai Abyan, putra keduanya yang baru dikhitan, sedangkan Teh Seruni sedang berada di luar kota. Acara kami kali ini bekerja sama dengan ODOP99Days dan DKM Daarul Ikhwan dan Mamak sendiri mendapat kehormatan sebagai narahubung antara pengurus dengan kedua pihak ini, dan jugaaaa… sebagai MC yang merangkap moderator! 😀

 

“Aku nervous!”

Begitu ungkap Mamak pada Papa berulang-ulang menjelang acara ini diselenggarakan. Hampir satu semester Mamak tidak berbicara di depan banyak orang, sejak berhenti bekerja sebagai tenaga pengajar di sebuah SMA. (Baca tulisan Mamak tentang cerita resign ini di sini). Jadi, karena ini kali pertama Mamak goes on another show, setiap melakukan tugas domestik pasti sambil komat-kamit latihan. Hihihi. Itulah, sekelumit tentang masa-masa sebelum acara. Continue reading “Me Time Itu Produktif, Biar Tidak Jadi Lazy Time”

Nyaring Bunyinya! (Read Aloud Workshop bersama Roosie Setiawan)

pbb1ubp6fatb-1680745279.jpgJadi tanggal 29 November tuh Pustakalana mengadakan pelatihan membacakan nyaring bersama Ibu Roosie Setiawan di Perpus Kota Bandung yang di Jl. Seram itu. Tapi Mamak tidak tahu infonya, tahu-tahu ada teman yang menayangkan foto Bu Roosie yang sedang mengisi pelatihan itu dan menceritakan bagaimana serunya acara tersebut. -_- Dia yang membuat Mamak iri adalah Ambunya Kaka! (Heheee, piiissss, Teh Wiiit! 😂)

Suka sedih, deh, kalau ada acara bagus kayak gini terus si Mamak ini tidak bisa ikutaaaaan…. Continue reading “Nyaring Bunyinya! (Read Aloud Workshop bersama Roosie Setiawan)”

Mamak Rempong juga Pengen Hafal Qur’an

(Sekelumit catatan Mamak dari Kajian “Emak Rempong Bisa Ngafal Qur’an bersama Ibu Hj. Salmiah Rambe S.Pd.I)

img_20170527_164600_586.jpgKajian offline pertama (sekaligus terakhir) yang Mamak ikuti di bulan Ramadhan tahun ini. Beberapa hari sebelumnya, Mamak antusias sekali dengan acara yang dibuat oleh RB Tahfidz IIP Bandung ini. Begitu lihat flyer-nya sudah bertekad dalam hati, bisa ikut dan belajar di sini. Bi Idznillah..

Alhamdulillah, izin dari Papa keluar dengan mudah. Mamak juga dikasih sehat daan.. Adek-adek Mamak lagi ngga ada kegiatan jadi bisa nitipin Arsyad ke mereka. Hehehee. Kok dititip Arsyadnya? (1) Karena Mamak pengen bisa menangkap sinyal-sinyal pencerahan dengan baik, (2) Saving energy; bumil lagi shaum itu bener-bener perlu pinter mengatur kegiatan yang dilakukan dan strategi hemat energi (hihii).. Arsyad itu bukan tipe anak yang bisa duduk diem anteng dalam kurun waktu yang lama meski udah bebekelan buku, mainan, pun makanan.. jadi: saving energy! 😀 Ini kajiannya betul-betul sekece judulnya. Hehee.. Keputusan yang tepat memang tidak mengikutsertakan Arsyad. Energi positif dan semangatnya bisa terserap maksimal sama Mamak…

Continue reading “Mamak Rempong juga Pengen Hafal Qur’an”

Komunikasi Efektif

(Sepenggal catatan Mamak dari kajian Parenting bersama Bunda Siti Sarah Hajar N., S.Psi, “Komunikasi Efektif pada Anak“)

Mamak ikut kajian ini udah lamaaa.. sekitar 5 bulan yang lalu, tepatnya 14 Januari 2017. Daaaan… baru sempat (gayanya sok sibuk) mindahin paririmbonnya ke blog sekarang. *emoticon monyet tutup mata*

Seminar ini Bunda buka dengan menayangkan sebuah video yang berceritakan seorang pelatih american football sedang meneriaki para pemain di timnya. Mamak awalnya mikir itu pak pelatih lagi emosi tinggi tersebab di pertandingan sebelumnya timnya kalah jadi main bentak-bentak aja. Eh, di akhir pak pelatih memeluk beberapa pemain dan bilang, “You’re doing great!” (Entah apa ucapan pastinya yang jelas macam tuh lah.) Bunda Sarah lalu menjelaskan itu adalah salah satu contoh komunikasi efektif. Ya, meskipun si pelatih teriak-teriak. Tapi itu efektif diaplikasikan di lingkungan seperti itu. Pertanyaannya, apakah atmosfir keluarga kita sama dengan atmosfir lapangan football tadi? Tentu tidak kan. Berarti, apakah ketika kita sang orangtua berkomunikasi pada anak kita dengan cara berteriak, komunikasi yang dilakukan itu efektif? Jelas tidak berarti, ya. Meskipun pesan yang ingin disampaikan adalah baik, tapi caranya salah (berteriak tadi, misalnya) pastinya tidak akan diterima dengan baik oleh si anak. Mungkin, masuk telinga kanan lalu keluar dari telinga kiri. Mending kalau hanya begitu.. kalau si anak merasa sakit hati karena diteriaki? Lebih berabe lagi..

Jadi, bagaimana dong melakukan komunikasi yang efektif pada anak-anak?

Continue reading “Komunikasi Efektif”

Mencetak Generasi Penghafal Quran

Catatan KulWapp “Emak Rempong Bisa Punya Balita Hafal Al-Qur’an” bersama Bunda Judhita Elfaj

 

images (66)
Photo Courtesy : https://kuri007.blogspot.co.id

Siapa sih yang ngga kepengen anak-anaknya hafal Qur’an? Menyandang gelar hafidzh dan hafidzah? Pasti itu jadi mimpi yang kita tanamkan pada anak-anak kita, yekan buibu pabapa?

Sayangnya, kebanyakan dari kita cita-cita mulia ini hanya sebatas angan-angan yang kemudian dengan mudahnya dihempas oleh angin lalu. Karena apa? Karena niat dan ikhtiar kita kurang kuat untuk mewujudkannya. Seringnya kita disibukkan oleh rutinitas harian yang memforsir sebagian besar energi kita. Akhirnya niatan mengajak anak menghafal Qur’an terlupakan oleh rasa lelah dan letih kita. Kita pun kadang berdalih dengan mengambinghitamkan sifat-sifat anak kita yang tidak kooperatif. Hiks.

Mari introspeksi diri, luruskan niat, dan memohon pada Allah supaya kita diberi kekuatan dan kemudahan dalam mengeksekusi impian kita yang satu ini.

Lantas, mari cari ilmunya. Biar tidak salah kaprah, biar tidak melulu mengambinghitamkan sifat-sifat “unik” anak kita. Dan, Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu ada undangan untuk mengikuti kuliah via whatsapp bersama Bunda Judhita Elfaj yang merupakan anggota Tim Ahli Rumah Main Anak dan treatments-nya pada anak-anaknya sangat perlu kita jadikan contoh.

Continue reading “Mencetak Generasi Penghafal Quran”

Menemukan Harta Karun

Berbinar-binar…

Kalau kita menemukan harta karun, salah satu ekspresinya, begitu mungkin ya: berbinar-binar. Harta karun yang Mamak maksud di sini bukanlah limpahan koin atau batang emas beserta aneka ragam perhiasan berkilauan dalam kurungan peti kayu. Bukan… Tapi yes, ini soal perkara yang membuat para emak berbinar-binar: keberhasilan anak-anaknya. Jadi ini tadinya Mamak bikin perumpaan, gitu.. Seorang ibu yang melihat anaknya berhasil, sukses, pasti ibarat dia menemukan harta karun. Bahagia luar biasa. Betul kan?

Betul apa betul banget?

Continue reading “Menemukan Harta Karun”

Jadi Ibu Cerdas, Selalu Beride

Buibuuuuu…

wp-1494299915118.jpg
Duet Ummi Haneen bersama Teh Fiena

Ini dia secuil materi Open House IIP Senin lalu yang dipaksa ringkas oleh Mamak dikarenakan gagal fokus 100% fuuullll. Ckckck. Walau secuil, semoga kita bisa mengambil hikmahnya, yaaa… Aamiin.. *emoticon senyum sambil tutup mata*

Selain materi, Mamak juga berbagi aliran rasa tentang serba-serbi wisuda dan perkuliahan Matrikulasi batch 3 kemarin. Mangga dibaca juga tulisan ini, yaaa… hehehee.

Continue reading “Jadi Ibu Cerdas, Selalu Beride”

改善, The Philosophy

改善 (Kaizen) adalah sebuah filosofi Jepang yang secara singkatnya dapat diterjemahkan sebagai perubahan ke arah yang lebih baik. (Kemudian “disurakan” sama para pemaham Japanese). Oke, jadi ini ada tulisan NHW terakhir. Hiks. NHW ke-9 ini, para buibu diminta untuk bisa menjadi ibu yang berperan juga sebagai Agent of Change. Yeah, the double agent mom. Sebenarnya, title ibu itu perannya sangat banyak seperti yang sudah dibahas di materi-materi matrikulasi sebelumnya. Nah, kali ini peran yang harus ditaklukan si ibu adalah peran agen perubahan, salah satunya dengan terlebih dahulu memahami dan mempelajari filosofi Kaizen ini. Mamak akan coba bahas tentang Kaizen di tulisan yang lain, ya. Jadi mari langsung ke NHW-nya saja.

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Continue reading “改善, The Philosophy”