Posted in Family Project, IIP

Seteduh Hati yang Berlabuh di Padang Hijau Nan Lapang

Weleh.. weleh..

Ini judul tulisannya panjang sekali. Puisi bukan.. prosa pun juga bukan. Hanya rasa yang mengalir begitu saja sehabis lega bisa menyelesaikan tantangan ketiga di Kelas Bunda Sayang kuliah Institut Ibu Profesional.

Tapi sebenarnya, judulnya lebih menunjukkan perasaan yang muncul ketika mengerjakan family project semata-mata karena ingin berkegiatan bersama-sama dengan keluarga. Dibersamai ruh kami seutuhnya, tanpa gangguan semisal gawai dan lainnya. Ada cinta yang terlihat di sana, ada kasih dan kehangatan yang terpancar seperti ketika sinar mentari mulai menyemburat dari arah timur. Ah, selebihnya sulit digambarkan. Pertama, karena Mamak tidak mahir menggambar. Kedua, karena yaa.. kadang sulit juga mencarikan padanan kata untuk mengekspresikan apa yang dirasa. Dari sekian banyak rasa yang terbangkitkan tersebab family project ini, Mamak, khususnya, jadi belajar untuk bisa lebih banyak bersyukur atas apa yang Allah berikan pada Mamak, lewat keluarga kecil ini. Ah, Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan? Seat back, relax, feel, and you will find how wonderful your life is… Tipe thinker macam Mamak ni, yang apa-apa pasti segala kepikiran, memang harus sering-sering begitu: seat back, relax and feel. Biar makin lemes (halus) hatinya Mamak yang kadang suka punya perasaan rumput tetangga lebih hijau. 😦

Mungkin, family project yang kami kerjakan sebulanan ini adalah yang paling berkesan sejauh ini. Salah satu alasannya adalah karena Arsyad juga memegang peranan penting. Tidak hanya jadi tim hore saja. Kami juga makin kompak (meskipun terkadang masih saja kekompakan ini terhempas angin alasan. Alasan malas, alasan cape, dan alasan lain-lain). Mamak juga sedikit demi sedikit belajar lebih serius mengelola emosinya. Well, yeah.. masih terseok-seok sih untuk poin ini. *emoticon monyet tutup mata*

1 proyek untuk 1 bulan penuh.

Kebun Rahasia. Begitu kami namai proyek kami. Sederhananya sih, kegiatannya seputar berkebun. Melakukan rutinitas harian di kebun seperti menyiram tanaman dan memberi makan hewan peliharaan. Beberapa “big event”-nya hanya memindahkan beberapa tanaman ke tempat yang lebih besar, merekontruksi ulang kolam ikan, memanen dan menanam kembali bibit ubi ungu, dan mengubah dinding kebun menjadi pameran lukisan. Itu saja. Tidak wah tapi membuat kami aaah.. senang! 😀 Apalagi, Papa juga semangat ketika Mamak ajak diskusi untuk memulai proyek ini. Diskusi ketika proyek berlangsung yang kebanyakan membahas bagaimana interaksi Arsyad dengan si Kebun Rahasia, kami lakukan saat senggang meski tak bisa setiap hari. Pokoknya, dari proyek yang sederhana ini saja, keluarga kami bisa makin asik. ❤

Efek lain dari proyek keluarga ini adalah perasaan tenang setiap Mamak seat back and relax di Kebun Rahasia kami. Yes, Mamak merasa tenaaaang sekali. Seperti berada di padang rumput yang luas dengan langit sedang banyak awan yang berkumpul melindungi Mamak dari kelebihan sinar matahari. Tenang, sejuk, teduh. Walaupun aslinya hanya duduk di teras samping melihat kolam mini, pot tanaman mint dan masterpiece Arsyad di dinding kebun. Ketenangan yang menjadi bahan bakar semangat untuk menyusun dan melakukan proyek-proyek keluarga selanjutnya, makin semangat mengikat rasa menuju keluarga bahagia dengan kekompakan terhakiki.

wp-1504270470498.jpg

Continue reading “Seteduh Hati yang Berlabuh di Padang Hijau Nan Lapang”

Advertisements
Posted in Family Project, IIP

Family Project : Kebun Rahasia (10)

Sabtu ini Desa kami mengadakan salah satu kegiatan annual-nya yaitu Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia. Karena Papa adalah salah seorang petugas RW, Papa tidak boleh absen dalam barisan iring-iringan pawai. Dan parade ini dimulai pagi sekali, pukul 7 semua peserta pawai dari RW kami harus sudah kumpul di lapangan untuk diberikan arahan dulu sebelum memulai long march. Jadi, tidak banyak kegiatan yang dilakukan di Kebun Rahasia tapi kami mengunjunginya lebih pagi dari biasanya, beberapa belas menit usia sholat Subuh. Langit masih gelap, Kebun Rahasia bermandikan cahaya lampu dari atas teras belakang rumah.

Seperti hari-hari lainnya, aktivitas pagi Papa yang pertama adalah memberi makan ayam dan burung. Mereka mungkin agak kaget, matahari belum menyingsing tapi makanan sudah tersedia. Hihihi. Tugas menyiram dan inspeksi tanaman diambil alih sepenuhnya oleh Mamak. Tapi sebelumnya, Mamak dan Arsyad bermain cat lengket. Anehnya, pagi itu Arsyad terlihat asing dengan catnya dan enggan memainkannya seperti kemarin lusa. Dia malah sampai menangis melihat tangannya lengket penuh cat warna oranye dan ungu. Wah, ada apa ini? Apa Arsyad sudah lupa dengan si cat lengket? Atau.. mood Arsyad belum bangun sepenuhnya mengingat ketika kami mengeksekusi cat itu adalah sekian menit dari bangunnya Arsyad dari tidur? Padahal Arsyad sendiri yang mengajak Mamak untuk bermain cat lengket. Arsyad kemudian cuci tangan dan membantu Papa membuat pakan ayam. Ikutlah dia ke kandang ayam bersama Papa. Oke, Mamak lanjut menyiram tanaman saja. Setelah tugas-tugas harian kami di kebun selesai, Papa dan Arsyad bersiap berangkat dan Mamak mulai kegiatan beres-beres rumah.

Off to the Parade!

Continue reading “Family Project : Kebun Rahasia (10)”

Posted in Family Project, IIP

Family Project : Kebun Rahasia (9)

Kami mengawali pagi di hari Jum’at ini dengan lebih sibuk dari biasanya. Papa dimintai tolong oleh Eninnya Arsyad untuk membeli semur jengkol untuk dibawa ke sekolah tempat Enin mengajar. Mau ada acara botram katanya. Sudah 2x balik ke tempat yang dimaksud, Papa pulang dengan tangan hampa karena tempatnya belum buka. Mamak juga sehabis sholat Subuh harus kejar tayang menyelesaikan revisian administrasi RPP dkk milik Enin. Harus selesai pagi ini karena akan dibawa Enin ke sekolah. Selesai ngetik-ngetik ngebut, langsung ke dapur bikin sarapan. Alhamdulillah, Arsyad kooperatif, mau main sendiri di “ruang kelas”-nya. Dan karena Papa harus berangkat pagi-pagi, Papa hanya sempat memberi makan ayam dan burung. Parahnya, Mamak juga sampai lupa menyirami tanaman. *tepuk jidat* Rupa-rupanya, kelelahan kemarin yang masih bersisa dan kesibukan pagi tadi membuat emosi Mamak jadi tidak stabil. Mamak sampai mengomeli Arsyad karena menahan pipis sampai akhirnya dia pipis di celana di perjalanan menuju kamar mandi. Astagfirullah..

Mamak ambil time-out sejenak. Selesai sholat dhuha, Mamak lumayan bisa mengendalikan diri lebih baik dan bisa membersamai Arsyad bermain dengan baik dan benar. Tadinya, sore hari sebelum mandi, kami berdua akan main cat lengket lagi di kebun. Tapi sehabis Ashar, Arsyad malah diajak main ke rumah Enin. Jadi kegiatan kami berdua hari ini hanya main air di tempat pencucian piring (Mamak sambil cuci piring, hihi), main mobil-mobilan dan binatang di ruang kelasnya Arsyad, nonton film Dinosaurs, membaca buku, dan bercerita. Arsyad sedang senang-senangnya mengabsen angka 1 – 10. Jadi dalam kegiatan apapun, di hampir setiap kesempatan dia pasti menghitung apapun yang dia lihat. Dimulai dari angka “dua” (entah kenapa dia selalu melewatkan angka “satu”) yang selalu Mamak koreksi untuk memulai kembali dari angka “satu”. Tak lupa setiap berhasil menyebutkan angka “…luh” (10), Mamak ajak dia mengucapkan “alhamdulillah”. Biasanya, setelah itu dia juga senang mengapresiasi dirinya sendiri dengan berseru, “Yeaaaaa…!!”. 😀

Kirim foto ke Papa yang baru mau pulang (tadi sehabis Isya). Senang ya Nak, hari ini? 🙂

Nah, sudah beberapa hari ini Papa dan Mamak menaruh perhatian lebih pada si kolam mini karena ada beberapa ikan ditemukan mati mengapung. Kami pun membahas kemungkinan-kemungkinan penyebab kematian ikan-ikan itu. Apakah memang mereka pada dasarnya tidak sehat sehingga terkena seleksi alam dengan mudahnya, apakah pengaruh cuaca, apakah karena panas matahari yang berlebihan, air yang terlalu dingin sampai akhirnya kami tiba pada kesimpulan bahwa kolam kami perlu dipasangi filter. Dari hasil obrolan kami, selagi Papa mandi tadi sepulang kerja, Mamak pun langsung searching berbagai referensi daring mengenai cara pembuatan filter sendiri. Ini bisa dijadikan proyek keluarga selanjutnya, heheee.. Setelah menunjukkan beberapa contoh pembuatan filter kami pun membahas rancangan dan bahan-bahan yang akan dibutuhkan. Tidak akan tereksekusi dalam waktu dekat ini sih, tapi setidaknya sudah ada planning. Waaah.. nanti makin sedap saja yaa si Kebun Rahasia. Apalagi ditambah lukisan-lukisan karya Arsyad di dinding kebun. ❤

 

Hmmm… Kebun Rahasia ini mungkin nantinya selain tempat hunian tanaman-tanaman penyejuk mata (juga penambah kebutuhan memasak Mamak), bisa difungsikan sebagai tempat refreshing kami, dan alternatif tempat bermain dan belajar Arsyad dan adik-adiknya. Aaah.. lovely! Family project kali ini benar-benar luar biasa!

 

#Day9 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunSayIIP

Posted in Family Project, IIP

Family Project : Kebun Rahasia (8)

17 Agustus, tanggal yang identik dengan dominasi warna merah dan putih (Hmmm.. apa Mamak aja ya mikir begitu), tapi kami awali bertiga dengan penuh warna ceria! Yeayyy…!

Sesi bermain warna lagi, dengan media baru (buat Arsyad). Ceritanya ini cat lengket yang Mamak buat sehabis cuci piring tadi sesubuhan tadi. Terinspirasi dari resep-resep cat ramah anak yang banyak ditemukan dimana-mana seperti website-nya Mom C dan Mainan Eduka. Catnya Mamak buat dari campuran tepung tapioka dan air (perbandingannya 1 : 5), ditambah sedikit gula putih & garam. Campurannya dimasak di dalam panci dengan api kecil sampai mengental. Setelah dingin dimasukkan ke dalam wadah lalu diberi sentuhan macam-macam warna dari pewarna makanan. Awalnya ketika Arsyad ikut mencampurkan pewarna makanan ke dalam adonan cat yang sudah dingin, dia kesal tangannya kotor dan lengket, sampai nangis-nangis. Tapi begitu catnya sudah jadi dan Mamak bawa ke Kebun Rahasia, sambil diberi contoh “bagaimana memainkannya”, dia malah jadi ketagihan main.

Saat Mamak menyiapkan cat bersama Arsyad, Papa memberi makan ayam dan burung sekaligus mengambil alih tugas menyiram pagi. 😀 Papa juga sempat memindahkan tanaman sawo ( yang kami tanam dari biji, lhoo.. ❤ ) ketika Mamak dan Arsyad asik bermain cat aci (tepung tapioka). Setelah cat yang ada dalam piring habis, Mamak mandikan Arsyad dan mengajaknya membeli beberapa gorengan di dekat rumah. Papa yang suka sekali kudapan khas Indonesia ini, makin senang karena bisa memakannya dengan cabe rawit yang dipetik langsung dari kebun. Hihihi. Alhamdulillah, kami merdeka dari keharusan membeli cabe rawit untuk keperluan sambal ulek, teman gorengan, taburan mie rebus atau nasi goreng. Merdeka!!! 😀

Continue reading “Family Project : Kebun Rahasia (8)”

Posted in Family Project, IIP

Family Project : Kebun Rahasia (7)

Hari Rabu, Papa libur kerja tapi tetap tidak banyak yang kami lakukan untuk proyek hari ini. Yaa.. tidak seheboh di dua Big Days hari Sabtu dan Minggu kemarin. Papa dan Mamak agak kurang fit hari ini jadi kami memutuskan hanya melakukan rutinitas harian saja dan menonton film bersama di sore hari.

Pagi ini kami mulai dengan melakukan tugas masing-masing. Arsyad memberi makan ikan, Papa memberi makan ayam dan burung, Mamak memberi minum semua tanaman.

Sampai diperhatikan apakah ikan-ikannya langsung memakan makanan yang dia berikan. 😀

Lalu Arsyad meminta bermain semprot api dan menggambar dengan kapur. Kali ini dia membuat ular, bulan dan bintang katanya. Dengan komposisi warna masih didominasi warna hijau dan bentuk masih seperti ular yang sedang menggelung. Hihihi. Usai Papa memberi makan ayam dan burung, Papa mengajak Arsyad ke lapangan RW sambil membawa bola.

“Aga..! Poiii, Papa.” Mau pergi olahraga di lapangan volley bersama Papa katanya sambil mencium tangan Mamak. Kami mengajarkan Arsyad untuk selalu pamit sebelum dia pergi meskipun hanya ke warung terdekat.

“Arsyad badé kamana?” (Mau kemana?)

“Sareng saha?” (Sama siapa?)

“Hati-hati, nya.. Cepengan tangan (…..).” (Hati-hati, ya. Pegang tangan (…/ orang yang menemani Arsyad).

“Ati.. atiiii…” Biasanya dia suka mengikuti mengucapkan kata itu setelah mencium tangan kami dan mengucapkan salam, “Akuum..!”

Nah, ketika Papa dan Arsyad menghabiskan waktu bersama berdua saja setelah beberapa hari belakangan ini Papa lembur (Pagi hanya sempat memandikan Arsyad, Papa pulang Arsyad sudah tidur pulas), Mamak membuka salon dadakan seperti yang Mamak lakukan pada tanaman Hanjuang di hari Minggu kemarin. Kali ini yang Mamak eksekusi adalah dua tanaman Cabe yang terletak di atas tempat mesin pompa air. Kalau Hanjuang penuh dengan kutu putih, hampir seluruh daun Cabe-cabe ini dihinggapi kutu kecil berwarna hitam. Ukurannya lebih kecil dari kutu putih tapi lebih bandel nempelnya. Mamak sampai mengorbankan botol semprotan pelicin pakainan untuk menyalon si cabe karena alat semprot tanaman yang kami punya ini harus dipompa berkala. Ceritanya untuk menghemat energi yang dikeluarkan dan mengefektifkan waktu. Hehehee. Kata Papa, menanam cabe memang paling challenging. Paling mudah diserang hama, semacam kutu hitam ini. Harusnya sih disemprot dengan larutan bawang, tapi karena kami tidak punya stok larutan tersebut jadilah daun cabe-cabenya cukup dibilas dengan air saja. Beberapa helai daun yang memang sudah sangat parah terkena kutunya, Mamak petik dan buang. Haaah.. setelah selesai rasanya lega mungkin selega si cabe yang berkurang rasa gatalnya dari serangan si hama-hama legam.

Continue reading “Family Project : Kebun Rahasia (7)”

Posted in Family Project, IIP

Family Project : Kebun Rahasia (6)

Masih tentang menyiram tanaman dan memberi makan ikan. Papa menjadi PJ tanaman di halaman belakang, Mamak PJ tanaman di area depan rumah dan Arsyad PJ kolam ikan. Kegiatan pagi dilakukan seperti halnya kemarin, dieksekusi oleh masing-masing PJ. Arsyad dan Mamak tidak melakukan banyak kegiatan lain di kebun hari ini karena anginnya kurang bersahabat. Kencaaang sekali. Jadi upaya antisipasi juga agar batuk dan pileknya Arsyad tidak kambuh lagi.

Sore hari sebelum Arsyad mandi, angin memelankan hembusannya. Mamak jadi tidak khawatir ketika Arsyad mengajak main semprot api dan mereproduksi karya Picasso di dinding kebun.

“Api…! Emmmm… Apuuurr… (Kapur)!!” Serunya bahkan sebelum selesai dipakaikan celana sehabis pipis di kamar mandi.

“Oh, Arsyad mau main di luar? Yuk..”

“Yuk yuk yuk yuuuuk…” Serunya lagi senang.

Ketika Mamak berikan pilihan mau main semprot api atau kapur dulu, dia memilih kapur. Diberikanlah sekotak kapur warna yang kemarin kami pakai. Arsyad mulai menggambar, Mamak menyapu tanah yang diseraki daun-daun yang jatuh. Belum banyak coretan yang dihasilkan, Arsyad dipanggil sama Nenek Diah yang rumahnya bersebelahan dengan kebun mini kami. Jadilah kami main di rumah Nek Diah karena kebetulan juga cicitnya yang hanya berbeda sekitar setahun dengan Arsyad sedang ada di sana. Arsyad main bola dan pulang ke rumah memboyong oleh-oleh kue sagon dari Nek Diah.

“U-un.” (Nuhun/ Terima kasih) Kata Arsyad ketika diberi kue sagon.

“… akum!” (Assalamualaikum) Katanya setelah mencium tangan ke semua orang yang ada di rumah Nek Diah.

“Dadaaah…!” Serunya lagi sambil melambaikan tangan.

Sesampainya kami di rumah, Mamak ajak Arsyad mandi tapi doski keukeuh ingin segera makan kue sagon yang dibawanya. Mamak kasih sepotong dan memintanya memberi makan ikan setelah dia menghabiskan kuenya.

Di satu sisi, ikan-ikan sedang berebut makanannya. Di sisi lain, anak bujang ribut minta kue lagi.

Adegan ter-epic sepanjang proyek berlangsung selama 6 hari ini, terjadi setelah Arsyad mandi.

Continue reading “Family Project : Kebun Rahasia (6)”

Posted in Family Project, IIP

Family Project : Kebun Rahasia (5)

Tadinya karena Papa hari ini berangkat pagi-pagi sekali, si Kebun Rahasia akan hanya seputar Mamak dan Arsyad. Tak tahunya, Papa sempatkan menyiram tanaman sebelum berangkat. Menyisakan beberapa tanaman di depan rumah untuk lanjut disiram Mamak. Papa juga masih ingin ikut andil bagian di hari ini. Hihihi.

Tak banyak yang kami berdua lakukan di Senin ini. Selain menyiram tanaman yang sudah menjadi rutinitas, Mamak juga mengecek keadaan tanaman yang kemarin Sabtu dipindah-potkan. Sejauh ini, tanaman cabe rawit masih terlihat agak layu. Semoga dia bisa bertahan dan berkembang. Arsyad memberi makan ikan sebelum kami pergi jalan-jalan membeli sayuran. Pulang dari membeli sayuran, langsung mencuci tangan dan kakinya, dia duduk manis di ruang tengah menagih sendok untuk dipakai makan puding ubi yang dia beli di toko sayuran. Pudingnya dia pegang terus dari toko sampai rumah. Hihihii. Tak beberapa lama, dia terlelap. Tumben. Normalnya tidur dhuhanya sekitar jam 10 atau 11 pagi, tapi memang sedari bangun Subuh tadi Arsyad terlihat tidak sesemangat biasanya. Mungkin masih kecapean sehabis main bola di lapangan sore kemarin bersama Papa. 😀 Bangun jam 10an, minta cemilan lagi. Habis itu, Mamak ajak bermain kapur di Kebun Rahasia. Melihat kapur warnanya, dia seperti bertemu kawan yang lama tak jumpa. Walaupun kegiatan menggambarnya tidak berlangsung lama, kami (khususnya Mamak) menikmatinya. Dari moment memilih kapur, membuat gambar ular di tembok, meminta Mamak ikut membuat gambar dengan memilihkan kapurnya, sampai menyuruh ikan-ikan di kolam ikut menggambar juga! Hihihi.

“Kaaaan… ‘mbar!” Katanya sambil menghampiri kolam. Kapurnya dia taruh di atas ram kawat lalu berjongkok menunggu reaksi ikan-ikan tersebut.

“Lho, ikannya harus menggambar juga?”

” ‘Mbar..! Kaaan..!” Masih keukeuh.

“Ngga bisa gambar ikan mah, Sayang.. Hihihi. Yuk, Arsyad sama Mama aja yang gambar lagi.”

“Yuuuk…”

Ini backsound-nya Lagu “Kalau Bulan Bisa Ngomong”-nya Doel Soembang tapi digubah jadi “Kalau Ikan Bisa Gambar” 😀

Kegiatan bersama Arsyad ini masih tentang angka 1 – 10, warna, dan ciptaan Allah. Sederhana sekali memang. Mamak hanya mengulang-ulang kalimat semacam, “Ular ciptaan Allah..”, “Ikan ciptaan..?, “Pohon ciptaan..? (Dijawab Arsyad Allah) Alhamdulillah.. (Diikuti penggalan lillah-nya oleh Arsyad). Juga mengajarkannya lagu:

Satu-satu, Arsyad cinta Allah…

Dua-dua, cinta Rasulullah…

Tiga-tiga, cintaa.. al Qur’an…

Satu-dua-tiga, Arsyad anak shalih..

Alhamdulillah, Arsyad selalu mau ikut bernyanyi meski hanya mengucapkan bagian akhir tiap bait. Mamak berharap dengan seringnya informasi sederhana ini masuk ke dalam memori Arsyad, akal pikirannya akan lebih mudah mengenal, mengetahui, menganalisa ilmu tauhid nantinya. ❤

Alon-alon asal kelakon ya, Nak..

#Day5 #Level4 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Posted in Family Project, IIP

Family Project : Kebun Rahasia (4)

Well, here’s the story of the 2nd BIG DAY

Karena tiap Minggu pagi itu jadwalnya Papa ke pesantren, jadi kegiatan pagi Mamak ambil alih. Arsyad sudah lebih dulu ingin pergi ke Kebun Rahasia sebelum Mamak ajak dia. “Apiii…! Api…!”, katanya. Mungkin main peran sebagai petugas pemadam kebakaran kemarin cukup berkesan buatnya, jadi teringat-ingat terus. Hihihii. Kami main padamkan api sambil mengulang pelajaran kemarin. Setelah mandi, kami sarapan kupat tahu di rumah Enin dan kemudian berpisah. Arsyad main dengan Bi Caca, Mamak menyiram tanaman. Inginnya sih Arsyad ikut juga menyiram tanaman, tapi apa boleh buat, anaknya lebih memilih “jaja-an” (jalan-jalan). Dan kesendirian ini pun membuat terbersit pikiran untuk menunaikan keinginan yang sudah sekian lama tertunda terus. (Halah apa sih ini..)

Continue reading “Family Project : Kebun Rahasia (4)”

Posted in Family Project, IIP

Family Project : Kebun Rahasia (3)

#1 BIG DAY…!

Seperti yang sudah direncanakan, selagi Mamak beres-beres sepagian tadi, Papa ngeng pake motor ngambil tanah dan pupuk dari kandang ayamnya Abah. Yang tanpa direncanakan adalah kami bertiga tidak sengaja memakai kaos dengan warna yang sama untuk hari ini: Abu-abu! Cieee.. kompak cieee… Hihihi. Sambil menunggu Papa, Mamak siapkan sarapan kilat dan Arsyad main air di tempat cucian piring. Sepulangnya Papa, kami bertiga sarapan di teras belakang. Papa kemudian mencampuradukkan tanah & pupuk di pojok kebun. Arsyad dan Mamak main peran jadi petugas pemadam kebakaran.

“Wiuuu.. wiuuuu…”

Sebelumnya, Mamak buat dulu 6 gambar api ukuran kecil & 4 gambar api ukuran besar, terus dibungkus pake plastik. Tempel deh ke dinding pake double tape. Dari kegiatan ini, ada beberapa poin yang merupakan review pelajaran Arsyad:

  1. Pengenalan urutan angka 1 – 10 (jumlah api ada 10).
  2. Perbandingan besar – kecil.
  3. Api itu warnanya oranye.
  4. Api itu panas dan bisa berbahaya.
  5. Api itu ciptaan Allah.

Nah, setelah tanahnya siap digunakan, mulailah kami bertiga main kotor-kotoran! Ada beberapa tanaman yang kami pindahkan dan ganti tanahnya: Lidah Mertua, Gelombang Cinta, Salak, Alpukat, dan Cabe rawit. Tanaman lainnya hanya disiram seperti biasa dan dibasmi hamanya. Saat main tanah ini, Arsyad bertemu dengan beberapa ulat dan cacing. Mungkin karena merasa sudah begitu mengenal ulat (Mamak sering ceritakan “The Hungry Caterpillar“), jadi dia tak segan untuk menyentuh mereka. Tapi dicegah sih sama Mamak, bisi ararateul! Berbeda dengan cacing, karena jarang melihatnya pun karena Mamak juga belum pernah membawakan cerita tentang cacing pada Arsyad (dia tahunya cacing yang bikin sakit perut, heuheu), jadi dia malah bilang, “Ayiim… cieun!” (Ngga mau.. takut!). Wah, PR nih buat Mamak & Papa untuk lebih mengenalkan cacing tanah ke Arsyad. Ada rekomendasi cerita? 😀

Yang membuat curiosity-nya Arsyad muncul mungkin pasir-pasiran yang ada di dekat rak perkakas. Ada pasir hitam dan putih bekas aquarium mini-nya Papa. Tadinya pasir putihnya mau Mamak jadikan bahan campuran untuk membuat pasir kinetik, tapi oleh Arsyad malah dicampur dengan pasir hitam. Dan disebar-sebar ke tanah. Heuheuu.. Sejauh ini, imaji Arsyad tentang alam memang sudah positif jadi kami tinggal meningkatkannya dengan memperbanyak aktivitas seperti project Kebun Rahasia ini. Terbukti dengan antusiasmenya bermain tanah saat usianya masih 7 bulan. Meskipun gerak sudah semakin terbatas dan gampang lelah, rasanya senang sejali melihat Arsyad anteng dengan kegiatan berkebun ini, senang sekali Papa mau menegangkan ototnya mengambil dan mengaduk tanah + pupuk. Senang.. senang.. senang..! Alhamdulillah ❤

Gundukan apartemen si Lumbricus terrestris
Lagi masukin tanah ke pot pun, begitu tahu mau difoto, balik kanan dulu. Hihihii
Para lidah yang sudah dibenahi tanahnya dan dibuang bagian keringnya.
Segerombolan tanaman buah yang kebanyakan dilahirkan di sini dari biji (buah yang kami makan) 😀
Tukang foto yang ingin ikut terdokumentasikan : “Udah ngga kuat jongkok, jadi duduk sila aja gosok potnya”

Tak lupa, si bayik kesayangan juga ikut difoto.

 

The second big day is coming upYiiihaaaa~

 

#Day3 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Posted in Family Project, IIP

Family Project: Kebun Rahasia (2)

Rencana awalnya, pagi ini kegiatan kami akan seputar perawatan harian tanaman (penyiraman dan pemeriksaan ada tidaknya hama), sambil mengenalkan bagian-bagian tanaman pada Arsyad. Tapi karena kami telat bangun, dan si bujang juga ikut-ikutan telat bangunnya, akhirnya Papa sendiri yang guyur-guyur tanaman, Mamak siap-siap bikin sarapan dan persiapan pergi. Hari ini, Papa dan Arsyad akan mengantar Mamak periksa kandungan. Kebetulan jadwal USG-nya pagi jadi pakpikpek sekali tadi itu.

Nah, karena Arsyad sebelum berangkat itu berkegiatan bebas jadinya aktivitas untuk Arsyad akan dimundurkan ke sore hari, sekalian menyiram tanaman. Ternyata, pas jalan-jalan sambil menunggu nomor antrian kami dipanggil, Mamak dan Arsyad menemukan sebuah tanaman. Sebetulnya, Arsyad yang lebih dulu tertarik dengan tanaman tersebut. Ah, kenapa tidak sekalian saja kami belajar dari tanaman ini. Hehee.. Kami belajar menyebutkan bagian-bagian tanaman: daun, buah, dan batang. Kebetulan tanamannya tidak berbunga. Juga menyebutkan warna & ukuran masing-masing bagian tanaman tersebut. Buah: ijjaw – ayit (hijau – kecil), Daun: ijjaw – ayit (hijau – kecil), Batang: cokat – ayit (coklat – kecil). Sambil Mamak “ceramahin” juga Arsyad, kalau buah, daun dan batang itu ciptaan Allah.

Arsyad terlihat antusias “memanen” buah hijau yang imut-imut dari tanaman ini.

“Arsyad, buah ini ciptaan Allah.. Alhamdulillah..”

“Daun juga ciptaan Allah.. Alhamdulillah..”

“Batang juga, ciptaan Allah.. Alhamdulillah..”

Meski Arsyad tampak belum mengerti dan baru bisa mengikuti akhiran tahmid, semoga pembicaraan singkat tadi bisa menjadi bekal kemudahan Mamak & Papa nanti untuk mengenalkan Siapa yang menciptakan kami, tanaman-tanaman di Kebun Rahasia kami, dan seluruh alam semesta ini pada Arsyad dan adik-adiknya. 🙂

Lusa itu pas dapat materi tentang 4 kecerdasan anak, jadi serasa diingatkan kembali bahwa ada banyak hal yang belum kami kenalkan pada Arsyad yang harusnya dilakukan di usianya ini. Dari kesemua indikator, yang paling menantang bagi kami sebagai orangtua Arsyad adalah kecerdasan anak menghadapi tantangan, yaitu mampu mengontrol diri dan menerima jika tidak semua permintaan dikabulkan di rentang usia hingga 6 tahun. Memang masih ada banyak waktu sebelum Arsyad menginjak usia 6 tahun. Tapi.. ah, buang jauh-jauh pikiran negatif. Stay and keep positive! InsyaAllah dengan jalan family project ini, kami bisa membersamai Arsyad dengan baik sehingga keempat kecerdasannya dapat berkembang sesuai dengan tahapan usianya. ❤

Bersiap untuk Big Day 1 besooook….! 😀

#Day2 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunSayIIP