Bukulabumi: Sebuah Proyek Belajar Keluarga PengejaSemesta

Jika dibandingkan dengan proyek milik teman-teman lain di kelas Ruang Berkarya Ibu (RBI), proyek keluarga kami ini jauh lebih sederhana. Tapi sesuai dengan yang disarankan oleh ketua sekaligus pencetus proyek Ruang Berkarya Ibu, pakai kacamata kuda, supaya tidak hanyut dalam kekaguman yang berlebihan pada proyek teman-teman sehingga malah sulit fokus pada potensi diri.

Fokus. Kunci pertama dan utama untuk bisa melihat kekuatan diri dan mampu mengoptimalkannya menjadi sebuah program ataupun produk. Ini jugalah yang berulang kali disebutkan oleh Bu Septi dalam diskusi daring kelas RBI pada Selasa malam lalu.  Continue reading “Bukulabumi: Sebuah Proyek Belajar Keluarga PengejaSemesta”

Advertisements

Bintang 3 : “The Little Explorer”

Menjelajah adalah kegiatan terfavorit Arsyad sampai saat ini. Tak perlu sampai harus pergi jauh-jauh keluar kota (ke Bandung juga sebetulnya termasuk pergi ke luar kota buat kami 😂 ), berkeliling di daerah tempat kami tinggal pun cukup membuatnya senang. Bahkan tak jarang Arsyad tantrum karena keinginan main kuwal agih (main keluar, jalan-jalan lagi) tidak kami penuhi. Ada hikmah tentunya di balik kejadian itu. Kami jadi bisa belajar menghadapi tantrum anak, berlatih berkomunikasi yang baik dan efektif (komunikasi produktif kalau istilah dalam kelas Bunda Sayang), dan sedikit demi sedikit mengenalkannya pada konsep waktu serta mengajarkan konsekuensi.  Continue reading “Bintang 3 : “The Little Explorer””

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (16)

Sejak ikut terlibat membuat jagung meletup beberapa hari yang lalu, Arsyad jadi ketagihan masak! Arsyad memang sering berinteraksi di area dapur. Entah itu ikut mencuci piring, membuat susu untuk dia minum sendiri, bermain peran menjadi koki, atau membuat masterpiece dari limbah sayuran sisa Mamak masak. Tapi baru dalam beberapa hari ini, dia benar-benar tertarik untuk ikut andil dalam kegiatan memasak. Kemarin malam sehabis Isya, saat Mamak menyiapkan bahan-bahan untuk membuat Nasi Goreng Kebuli, Arsyad dan Papa yang baru pulang dari masjid, ikut meramaikan. Jadinya family project dadakan, hihihi. Papa seksi mengupas bawang, Arsyad seksi ulek bumbu dan komando oseng-oseng, Maryam supporter dalam tidur. Saking senangnya Arsyad dalam kegiatan malam tadi itu, Papa sampai pusing. Hihi.. Hingga akhirnya, setelah Papa menuntaskan pekerjaannya dengan bebawangan, Papa ambil alih Arsyad dan mengajaknya membaca buku di ruang tengah.

Memahami Proses

picsart_12-08-02529352768.jpg
Arsyad ketika berusia 20 bulan, pertama kalinya bisa menggerakkan serok di dalam wajan berisi minyak.

Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (16)”

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (15)

Pagi-pagi saat Mamak mengisi ulang baterai gawai, Arsyad gelendotan di kaki Mamak lalu mengulik kabel TV di dekatnya. 

“Mama, ieu uwal!”

Katanya, sambil memainkan kabel hitam yang tidak tersambung ke stop kontak. Dia berpura-pura kabel itu adalah ular. Sejurus kemudian dia membuat kabel itu seolah-olah adalah setir mobil. “Ngeeeng… ngeng..” Serunya sambil mengulirkan kabel yang terlebih dahulu dibentuknya seperti setir, layaknya seseorang yang sedang mengemudikan mobil. 
#Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (13)

Ada dua halaman yang paling disenangi Arsyad dari buku I Love the Earth, halaman yang menceritakan Kum Kum sedang menyelam ke dalam laut bertemu hiu dan binatang laut lainnya, dan halaman yang menceritakan Kum Kum yang sedang menggigil karena kedinginan di Kutub Selatan. Jadi, tiap akan membuka buku tersebut, pasti mintanya dua halaman tersebut. Pagi tadi, Mamak ajak dia untuk membaca bukunya dari awal hingga selesai halaman penghujung. Baru membacakan sampai halaman ke 7, Arsyad sudah terlihat tak sabaran, ingin membuka halaman favoritnya. He’s 2 afterall, daya tahan konsetrasinya baru sekitar 2 menit. Meskipun begitu, Mamak yakin Arsyad bisa menyimak sampai akhir cerita. Makin menjadilah improvisasi Mamak dalam bercerita. Well, bisa dibilang heboh sendiri lah. 😅 Tapi terbukti Arsyad mau mengikuti ceritanya sampai tamat, hihi. Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (13)”

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (12)

Pagi tadi Mamak mengajak Arsyad dan Maryam jalan-jalan di sekitaran rumah. Sebelum keluar melewati gerbang, Mamak minta izin pada Arsyad untuk menemani Maryam berjemur. Ternyata, Aa nya ini juga malah asik sendiri dengan air yang mengalir di depan rumah. Kenapa bisa ada air mengalir di depan rumah? Jadi tadi sebelum kami keluar, bibi (ART-nya Enin) mencuci karpet mobil di halaman samping rumah kami. Air bekas cuciannya mengalir sampai ke depan rumah.

picsart_12-05-03-1411773188.jpg

“Jiga ungai!” Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (12)”

Ngulik Matematika Bersama Arsyad (11)

“Mama, Mama…! Aa emam di lebet ana?”

Tanya Arsyad sambil membawa buku I Love the Earth yang dipinjam dari perpustakaan kemarin. Dia menanyakan halaman yang memperlihatkan Kum Kum, tokoh utamanya, makan siang bersama Mr. Waker. Halaman tersebut adanya di buku I Love Time. Jadi, Mamak jelaskan padanya bahwa di dalam buku yang dibawanya itu tidak ada halaman yang diinginkan kemudian mengajaknya melihat-lihat seluruh halaman yang ada di dalam buku tersebut.  Continue reading “Ngulik Matematika Bersama Arsyad (11)”

Ngulik Matematika Bareng Arsyad (9)

Lagi-lagi Arsyad melemparkan benda-benda ke bawah. Dan ini masih menjadi misteri. Alih-alih mengomelinya, Mamak biasanya bertanya padanya kenapa hampir setiap benda yang dipegangnya nasibnya berakhir di lantai, berserakan. Arsyad pasti meresponnya dengan senyuman usil, tanpa menjawab dengan sepatah katapun. Apakah dia sedang menguji teori gaya gravitasi bumi?

Continue reading “Ngulik Matematika Bareng Arsyad (9)”