Kenang-kenangan Itikaf Ramadhan 1440 H

“Pah, malam ini ke masjid kan?”

Tanya Mamak kemarin sore pada Papa yang tengah sibuk membersihkan ayam potong pesanan kedua mamanya.

“Oke.”

“Beneran… siap?”

“Siap.”

Mamak agak sangsi kalau kami bisa kembali beritikaf di masjid di malam ganjil terakhir Ramadhan ini.

Continue reading “Kenang-kenangan Itikaf Ramadhan 1440 H”

Advertisements

Fun Ramadhan ala PengejaSemesta

Bulan April lalu di Whatsapp group Rumah Belajar DIY Toys Komunitas Ibu Profesional Bandung Mamak dan kawan-kawan pencinta mainan “bikinan sendiri di rumah” ditantang untuk merencanakan menu aktivitas Ramadhan. Anti mainstream, ya. Karena merencanakan menu sahur dan buka selama Ramadhan sudah biasa, tercetuslah ide liar luar biasa: menu kegiatan anak selama Ramadhan. 😁

Rumusan kegiatan sudah pernah Mamak tayangkan di tulisan beberapa minggu yang lalu.

Tulisannya bisa dicek di sini, yaa…

Dan sekarang sudah memasuki minggu terakhir bulan Ramadhan. (Sapu tangan mana sapu tangan… T_T) Alhamdulillah, meskipun tidak semua rencananya dapat terwujud, kami merasa gaung keagungan Ramadhan sedikitnya mengena ke diri anak-anak. It’s totally different, this month is so special. Kurang lebih begitu. Sang anak lelaki pun selalu bersemangat untuk pergi ke masjid bersama Papanya ketika adzan Isya dan Subuh berkumandang.

Bagaimana shaumnya anak-anak?

Continue reading “Fun Ramadhan ala PengejaSemesta”

DIY Jigsaw Puzzle Unta Nabi Shaleh As.

( Qur’an Based DIY Toys Series )

Judulnya sih DIY, tapi ngga sepenuhnya do-it-yourself sih ini puzzle-nya. 🙈

Jadi si Mamak itu sekarang lagi belajar untuk tidak kalap ketika bebikinan. Hihihi. Iya, dulu tuh suka baper saat menyimak feed media sosialnya beberapa teman ataupun influencer yang memang ranahnya bikin-bikin mainan anak. Apalagi kalau nongkrong di Pinterest. Beuhh. Ingin bikin ini lah.. bikin itu lah.. Sudah seperti emak-emak yang laper mata kalau ada diskon baju di mall atau market place, deh! 😅

Terus mikir kan… ini Head Quarters-nya PengejaSemesta kan mungil, ya (gaya banget dah pakai HQ segala! Hahaa). Nanti mau disimpan dimana mainan-mainan yang dibikin itu. Salah-salah, malah bikin rumah berjejalan mainan dan membuat situasi berantakan yang mempermudah kondisi jiwa Mamak kusut masai. That’s one point. The most essential one. Nah, beberapa hal yang kemudian menjadi pertimbangan kami dalam ber-DIY Toys ria adalah…

Continue reading “DIY Jigsaw Puzzle Unta Nabi Shaleh As.”

Pohon Ramadhan Para PengejaSemesta

Awalnya, kami membuat pohon Ramadhan ini sebagai dekorasi yang turut serta menyemarakkan penyambutan datangnya bulan Ramadhan.

Baca tentang cerita menyambut Ramadhan ala kami di tulisan ini, ya.

Tapi kemudian, sebuah ide terbersit di benak Mamak untuk memanfaatkan pohon-pohonan ini lebih jauh. Biasa, prinsip emak-emak… barang tuh sebisa mungkin kudu multiguna! 😂

Continue reading “Pohon Ramadhan Para PengejaSemesta”

Pop Up Diorama Siang dan Malam

“Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur pada-Nya.” (QS. Al-Qasas : 73)

Ketika anak sulit dikondisikan untuk tidur sehabis Isya dan ngeyel dengan bilang ngga akan tidur, dan akan terus main siang maupun malam,

“Badan kamu harus diistirahatkan. Biar selalu sehat. Allah minta kita buat istirahat di malam hari karena Allah sayang.”

Diulang begitu terus sampai sudah seperti kaset kusut. 😅 Belakangan, si sulung nantangin,

Kumaha cenah saur badan Arsyad téh?” *

Arsyad, abdi téh kedah istirahat. Améh kuat, améh séhat. Abdi dipiwarang ku Allah pami wengi téh waktosna abdi istirahat.” **

Kalau sudah begitu, baru dia manut. Mungkin dia terinspirasi dari film Toys Story sehingga setiap saat meminta Mamak atau Papa jadi interpreter atas apa-apa “yang dikatakan benda” yang sedang kami perbincangkan.

Anyway, baca juga tulisan Mamak tentang reading aloud buku cerita “Toys Story” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda di sini. 😁

Continue reading “Pop Up Diorama Siang dan Malam”

Diorama Serangan Pasukan Abrahah

( Qur’an Based DIY Toys Series )

Qur’an Based DIY Toys Eps. 1

Sebenarnya ini mainan lama. Tahun kemarin Mamak bikin ini tuh. Lalu setelah si bayi cantik beranjak statusnya menjadi batita dan mulai giat eksplorasi sana sini, berjatuhanlah banyak korban. 😂 Termasuk diorama ini. Karena berbahan kertas, diorama ini rapuh dan mudah sekali sobek. Kekuatan tangan batita yang satu ini mampu menyobekkan bagian atap miniatur Ka’bah dan mencabut pohon kurma. Tadinya dia berusaha untuk mencabuti bebatuannya tapi tidak berhasil hanya menyebabkan sobeknya backdrop tanah pasirnya. Backdrop bagian langitnya juga sudah tidak sedap dipandang sih, banyak bekas lipatan saking seringnya dibuka tutup. Hihihi.

Continue reading “Diorama Serangan Pasukan Abrahah”

Menyambut Ramadhan ala PengejaSemesta

Ramadhan tiba… Ramadhan tiba…

Marhaban yaa Ramadhan… Marhaban yaa Ramadhan…

Izinkan Mamak mengawali tulisan ini dengan berdendang bersuka cita ala Upin Ipin sambil memalu kompang. Tek dung dung dung tek!

Masya Allah… Ramadhan sudah di depan mata. Terharuuu… Sama seperti Ramadhan tahun lalu, markas PengejaSemesta Insya Allah selalu ceria terlebih saat sahur dan buka dengan adanya dua balita yang makin uhuy ini. Kata si sulung, Ramadhan kali ini dia ingin ikut shaum. Bismillah, semoga Allah mudahkan. Sebenarnya, tahun kemarin juga doski bilang dengan polosnya kalau dia mau ikut shaum tapi ya gitu… orang lain sholat Dhuha, dia minta buka. 😅 Sempat juga bilang, “Arsyad mah moal shaum ah. Cape!” Ya sudah, kami mah nurut wae.

Tahun ini agak berbeda, kami berharap bisa mengajaknya untuk lebih bersuka cita menyemarakkan ramadhan dengan kebaikan-kebaikan. Apa saja yang kami persiapkan?

Continue reading “Menyambut Ramadhan ala PengejaSemesta”

Pilih: Planet atau Plastik?

Sedih, deh… melihat foto, video dan cuplikan berita tentang binatang-binatang laut yang memakan sampah, laut yang berubah menjadi timbunan sampah apung, pasir pantai yang tergantikan oleh sekian banyak “fosil” sampah…

Ari urang téh sabenerna hirup di planet bumi atawa buntelan palastik, guys?* 😢

Ngeri… apa kabar tempat tinggal anak cucu kita nanti kalau sampah plastik ini semakin bertambah sedangkan yang berpuluh-puluh tahun lalu pun bahkan masih utuh wujudnya?

Kita manusia ini kok malah seperti benalu yang tumbuh subur sementara pohon inangnya lama kelamaan memburuk lalu mati. Inangnya tuh ya planet bumi ini. Kita? Lo aja kali, Mak…! Iya, gue. Gue yang masih nyampah plastik tiap harinya. Hiks.

Hhh… Sedih doang, baper doang… tidak akan menyelesaikan masalah. Waktunya bergerak, lakukan perubahan jika kita memilih PLANET, bukan palastik**!

Alhamdulillah, meskipun dilakukan sedikit demi sedikit dan mungkin terkesan receh, keluarga PengejaSemesta sudah mulai menjaga keharmonisan hubungannya dengan planet bumi ini sejak pasukannya masih dua orang saja. Apa saja yang sudah dan sedang dilakukan oleh para pengeja ini agar senantiasa romantis dengan semesta?

Continue reading “Pilih: Planet atau Plastik?”

Bukulabumi: Sebuah Proyek Belajar Keluarga PengejaSemesta

Jika dibandingkan dengan proyek milik teman-teman lain di kelas Ruang Berkarya Ibu (RBI), proyek keluarga kami ini jauh lebih sederhana. Tapi sesuai dengan yang disarankan oleh ketua sekaligus pencetus proyek Ruang Berkarya Ibu, pakai kacamata kuda, supaya tidak hanyut dalam kekaguman yang berlebihan pada proyek teman-teman sehingga malah sulit fokus pada potensi diri.

Fokus. Kunci pertama dan utama untuk bisa melihat kekuatan diri dan mampu mengoptimalkannya menjadi sebuah program ataupun produk. Ini jugalah yang berulang kali disebutkan oleh Bu Septi dalam diskusi daring kelas RBI pada Selasa malam lalu.  Continue reading “Bukulabumi: Sebuah Proyek Belajar Keluarga PengejaSemesta”