Posted in Arsyad's Journal, Fiksi, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Sapi dan Tikus

Suatu hari………

Ada seekor sapi melewati sebuah pedesaan. Si sapi hendak mencari rumput makanannya di sawah. Ketika tiba di sawah, si sapi melihat seekor tikus sedang mencoba mencuri padi.

Sapi berkata, “Moooo…. Apa yang kamu lakukan tikus?” Tikus kaget dan menjawab terbata-bata, “Citt… ciiiitt.. Aku.. eh aku.. aku sedang membawa padi milikku! Ciiit.. ciitt..”

Sapi curiga, “Moooo…. Benarkah? Memangnya kamu bisa menanam padi?” “Tentu saja! Cittt.. ciiitt!” Jawab tikus.

“Moooo… Kalau begitu, coba tunjukkan padaku bagaimana caranya?” Tanya si sapi lagi.

Continue reading “Sapi dan Tikus”

Posted in Fiksi, Kisah Mamak

Sepasang Mata Bola yang Menari

2

Sepasang Mata Bola yang Menari

Siang ini entah mengapa begitu terik. Membuat peluh bercucuran di dahi Julia yang sedang berjalan pulang dari sekolahnya menuju Rumah Al-Barru, sebuah rumah asuh bagi anak-anak yatim piatu yang kini menjadi tempat tinggalnya. Meski begitu, Julia menikmati perjalanan pulang solonya tanpa Nisa. Julia dan Nisa bersekolah di tempat yang sama walaupun tidak satu kelas, tinggal di rumah yang sama, dan menempati kamar tidur yang sama. Biasanya mereka pulang sekolah bersama-sama tetapi hari ini Nisa ada kerja kelompok dengan beberapa teman sekelasnya dan meminta Julia untuk pulang duluan.

Sudah sekitar setengah windu Julia bersahabat baik dengan Nisa. Empat tahun silam di hari pertama kedatangan Julia di Rumah Al-Barru, Nisa lah yang menyambut Julia dengan ceria, seolah-olah ingin mentransfer kebahagiaan pada Julia yang masih berkabung atas kepergian Abah, kakeknya Julia. Continue reading “Sepasang Mata Bola yang Menari”

Posted in Fiksi

Dalem Boncel (English Version)

Dongeng Sunda, disadur dan dialihbahasakan oleh Mamak.

Long time ago, near Giriawas mountain, there was a village named Kandang Wesi. In that village lived a couple with their only son, Boncel. The family was very poor but the son always gave his best to reach his dream. He worked from one noble to another until he succeeded and became regent of Caringin in Banten.

As Boncel became regent, he lived in wealthy. However, his parents remained living in the village without any changes. They even did not know that their son had become regent because Boncel had never come home since he left for job. Boncel’s mother and father definitely missed him so bad that they tried to look for him. They went looking for without knowing where to find.

β€œDon’t you know? Boncel is a name of Regent in Caringin!” A man told them when they asked around. Continue reading “Dalem Boncel (English Version)”