Posted in IIP, Kisah Mamak

Rasa-rasa September

(Aliran Rasa Bulan ke-4 Kuliah Bunda Sayang – IIP)

Dari awal mulai perkuliahan di Kelas Bunda Sayang IIP ini, Mamak sudah ada sedikit rasa khawatir. HPL adek bayik adalah bulan September, yang artinya saat Mamak sedang mengerjakan level 4. Bisa tidak yaa.. Mamak mengikuti materi dan mengerjakan tantangan setiap levelnya, terutama level 4? Kebayangnya, nanti itu Mamak hectic banget pra dan pasca lahiran. Belum lagi usia 3 bulan awal adek bayik yang cukup mengurasi energi. 

Belum apa-apa, sudah cemas begitu, ya.

Mamaaaak… Mamak.

Hamdallah, Papa support sekali kegiatan Mamak di IIP. Sampai ketika Mamak lulus kelas Matrikulasi lalu tanya beliau apakah Mamak terus lanjut kuliahnya atau cuti, he encouraged me to continue. ❀ Yaa.. Allah Maha Memudahkan, maka mintalah pada-Nya untuk memudahkan segala urusan kita.. Buah syukur kedua adalah tidak ada komplikasi yang berarti selama trimester terakhir kehamilan ini. Mamak jadi bisa mengikuti materi dan mengerjakan semua tugasnya dengan cukup baik. Hasilnya? Mamak cukup tercerahkan hati dan pikirannya dalam membersamai Papa dan Arsyad. Lebih berdaya untuk melakukan yang lebih baik setiap harinya untuk mereka. πŸ™‚ 

Dan, tibalah September yang dinantikan.

Buah syukur yang lainnya adalah proses kelahiran adek bayik berlangsung lancar meskipun ada scene yang membuat Mamak tegang. Hehee. Mamak cukup leluasa mengerjakan tantangan bulan ini tanpa hambatan yang berarti. 

Mengenali Gaya Belajar Arsyad

Sebenarnya Mamak sudah sedikit memperhatikan kecenderungan gaya belajar Arsyad sedari dia mulai lebih aktif karena kemampuan berjalannya. Itu sekitar 8 bulan lalu. Ternyata, balita itu belum bisa disimpulkan thok dominansi gaya belajarnya. Oleh karenanya, hal yang paling baik yang dilakukan orangtua adalah memberikan stimulus yang memfasilitasi semua tipe gaya belajar. Nah, apakabar Mamak yang menjadi observer belajarnya Arsyad selama sebulanan ini?

Oh, Mamak felt so excited!

Dari mulai ketekunan (padahal mah biasa saja, sih) menyiapkan media belajar (karena tantangan ini Mamak barengkan dengan kegiatan Arsyad belajar huruf Hijaiyah), semangat dalam menarik perhatian Arsyad pada media-media yang sudah Mamak buat untuk kami eksekusi bersama, dan kesabaran menghadapi “manja-time” nya Arsyad. Hihii. Luar biasa, hari-hari kami di September ini dihiasi Alif, Ba, Ta, Tsa, Jim, Ha dan Kha yang bertaburan dalam benak kami. 

Advertisements
Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 16)

wp-image-896245124

Ini pemandangan pagi tadi. Susu yang dibuatkan Papanya sebelum dia berangkat ke kampus. Mamak yang ketika itu sedang di dapur tidak tahu menahu kejadian pemberian susu pada hewan-hewan ini. Hehehee. Tahu-tahu ketika Mamak ke ruang tengah, mendapati para hewan sedang “asyik” mengerubungi susunya Arsyad, bak semut mengerubungi gula. Yang mpunya susu sedang asyik bermain di ruang kelasnya. Ketika ditanya binatang-binatang kenapa minum susunya dia, Arsyad hanya senyam-senyum kemudian berlari ke ruang tengah, menunjuk-nunjuk ke arah gelas susunya sambil berseru, “Eueut!!” (Minum) kegirangan. Hebat ya Arsyad.. bisa memberi susu pada hewan-hewan dewasa (3 diantaranya hewan buas). πŸ˜€

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 16)”

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 14)

wp-image-414700883
Courtesy http://wildolive.blogspot.co.id/2014/04/printable-weather-lacing-cards.html?m=1

 

Mamak lupa hari ini mau kasih Arsyad lacing card huruf “Ha” yang Mamak buat jauh-jauh hari. Duh, kelamaan ngga sholat dan kebanyakan dosa. Hiks. Jadi pelupa begini. Karena belum kami eksekusi, jadi wujud lacing card-nya tidak akan diunggah dulu. Lagian, siapa juga ya yang penasaran. Heuheuuu. Pokoknya sedikit banyak terinspirasi (lagi dan lagi) dari Pinterest, salah satunya ini:

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 14)”

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 13)

Arsyad dan Mamak bermain bebas hari ini, tidak terencana, terstruktur dan termediakan secara khusus, dengan dalih pemulihan badan Mamak supaya lebih fit. Ini badan Mamak sudah seperti shaum Daud saja, sehari bisa dipakai full mengerjakan berbagai housecores, membuat media belajar Arsyad dan membersamai Arsyad bermain lebih optimal, sehari kemudian agak drop kondisinya, begitu seterusnya. Heuheu.. Kalau kata eninnya Arsyad mah, ibu-ibu yang habis lahiran itu memang terlihat sehat dan jagjag (mungkin kurang lebih “fit dan bugar” dalam Bahasa Indonesia) dari luar, tapi aslinya di dalam tubuhnya masih sakit jadi pasti akan cepat lelah dan berpotensi mengalami penurunan kondisi kesehatannya jika tidak pandai mengatur kegiatan yang dilakukan dan energi untuk dikeluarkan untuk itu setiap harinya.

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 13)”

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 12)

Masih ada sisa-sisa ke-lungsΓ©-an kemarin, tapi alhamdulillah bisa membersamai Arsyad dengan cukup baik. Meskipun di siang menjelang Ashar Mamak sempat terkantuk-kantuk dan membuat Arsyad protes, hihihi.

Di awal minggu ini, Arsyad banyak sekali berinteraksi dengan simbol-simbol hijaiyah. Dari mulaiΒ Sirup Hijaiyah, Kartu Jejak Hijaiyah, dan Poster Hijaiyah-nya yang Mamak unduh dari Familia Kreativa. Sehabis mandi dan belum beres dia berpakaian, Arsyad menjatuhkan satu per satu botol-botol Sirup Hijaiyah ke bawah meja tempat buku-bukunya disimpan.

Namanya terinspirasi dari peristiwa jatuhnya botol (kalau dalam Bahasa Sunda : nga-GULUTUK) dan Mamak yang sedang ingin minum jus jambu KLUTUK. πŸ˜€

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 12)”

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 11)

“Pooott!”

Kata Arsyad, kalau doski ditanya gimana bunyi kentutnya.

Duh, tulisannya diawali dengan sesuatu yang kurang sedap, hehee. Seharian ini Mamak K.O oleh yang namanya masuk angin dan agak susah untuk kent**. Diantara tak enaknya rasa mulikbek di perut lantaran angin, jadi teringat percakapan semacam tadi. πŸ˜€

Arsyad bermain bersama duo bibinya lagi di rumah abah. Sampai menjelang magrib! Lalu kenapa tak Mamak jemput nih si bujang lebih awal, ba’da dzuhur misalnya? Jujur, ada baiknya hari ini Arsyad berada di rumah abahnya. Mamak khawatir jika Arsyad bermain bersama Mamak, yang ada dia kecewa karena Mamaknya sering minta izin buat time out. Terkapar lemah tadi Mamak. Alhamdulillah, selepas ashar badan Mamak agak enakan setelah segala macam cara dilakukan, hehehee.

Bersiap menyambut Arsyad.

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 11)”

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 10)

“Arsyad nuju naon?” (Arsyad sedang apa?) Begitu tanya Abahnya Arsyad saat menemuinya di kamar ba’da sholat subuh. Yang ditanya sedang asik memainkan botol warna-warni bertuliskan huruf hijaiyah.

“Ungu. Ungu..!” Serunya.

“Apa? Ungu? Lagi apa, Arsyad?” Tanya abahnya lagi sambil mendekat.

“Nih. Ungu. Ungu!” Ulang Arsyad.

“Oh, ungu. Iyaa.. Ayo mau ikut sama abah?”

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 10)”

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 9)

wp-image-1527913508

Tak ada “objekan” baru untuk hari ini. Hanya tambahan 2 botol warna yang melengkapi formasi 5 rangerΒ Sirup Hijaiyah. Dan Arsyad masih sekenanya menyebutkan nama huruf yang entah itu ditanya ataupun dia lihat sendiri simbolnya. Terkecuali huruf Alif dan Ba. Mungkin karena sudah molotok ya itu dua huruf awal hijaiyah. Kelima botol ini sudah dikondisikan pada berbagai macam posisi oleh Arsyad sesiangan tadi. Posisi tutup di bawah, posisi berbaris shaf, posisi berpasangan (menyisakan botol Ta sendiri), dan masih banyak lagi. “Yeeee…!”, katanya jika kelima botol itu sudah pada posisi yang dia inginkan. Saat pergi ke rumah Abah pun, lima sekawan ini harus turut serta. Pun ketika dia pulang lagi ke rumah, mereka tidak boleh ketinggalan. Semoga semakin sering Arsyad melihat dan berinteraksi dengan si lima sekawan, semakin menempel lah simbol-simbol huruf dalam memorinya. *Hipnosis ala Mamak* πŸ˜€ Sepertinya media ini lebih cenderung menstimulus gaya belajar visual dan kinestetik. Hmmm.. Mamak yang ngga jago musik ini harus berpikir keras setiap harinya “menciptakan” irama yang asik untuk mengabsen huruf-huruf hijaiyah yang sedang kami pelajari. Dan harus bisa menarik hati si tuan. Karena kalau tidak, yang ada si tuan malah abai dan membuat raut wajah, “Maaa.. bisa ganti lagu sekarang juga?” Heuheuu..

Ketika bangun dari tidur siangnya, Arsyad setengah berlari menuju abahnya di ruang tengah, yang pulang dari masjid ba’da sholat Jum’at langsung nyamperin cucunya.

“Ba! Ba! Ba…!!” Serunya sambil mengelilingi area ruang tengah yang ditempeli huruf hijaiyah. Mamak tidak bisa melihat dengan jelas karena waktu itu adek bayik sedang mengASI.

“Mana Ba?” Tanya abahnya, belum paham dengan apa yang diujarkan Arsyad.

“Ieu…!” (Ini) Sambil menunjuk salah satu huruf di lantai. Entah huruf apa yang ditunjuk tapi…

“Oh, huruf Ba. Iya..” Jawab abah.

Siang tadi Arsyad tidak melakukan split seperti kemarin-kemarin. Malah berjalan cepat mengelilingi ruang tengah. Mungkin dia sedang latihan thawaf. Sedari beberapa minggu sebelum bulan Dzulhijjah, si tuan jadi senang dengan kegiatan jalan-jalan mengelilingi satu area rumah, di rumah siapapun itu. Someday, we will do it the right way in Makkah al Mukaramah, my dear ❀

#Day9 #Level4 #Tantangan10Hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunSayIIP