Nabi Luth As. & Kaum Sodom


Semalam saat Mamak sedang membuat daftar bebikinan apa saja yang bisa dilakukan untuk media berkisah 25 Nabi & Rasul Allah, tangan Mamak berhenti menulis pada poin nomor 8: Nabi Luth As. Seketika ingat lagi pada materi yang sedang dipelajari di kelas Bunda Sayang IIP saat ini. Materi kesebelas: Mendidik Fitrah Seksualitas Anak.

Sampai detik ini, Mamak belum pernah membacakan kisah Nabi Luth As. pasa Arsyad, apalagi Adzkiya. Kisah-kisah Nabi yang baru dikenal Arsyad adalah kisah yang berhubungan dengan binatang. Sengaja Mamak pilihkan kisah-kisah tersebut karena binatang merupakan satu dari sekian banyak hal yang Arsyad sukai. Mengamalkan prinsip mengajak anak berkegiatan: start with the things the kids love. Nah, jika tiba saatnya nanti Mamak mengisahkan Nabi Luth As. dan kaum Sodom yang bejat itu, bagaimana Mamak bisa menyampaikannya dengan baik hingga pesan yang terkandung dalam kisah tersebut dapat diterima dan dipahami oleh anak-anak? I wonder. (Kemudian bertapa 🙈) Continue reading “Nabi Luth As. & Kaum Sodom”

Advertisements

Etika Posting Foto Anak di Medsos

Sudah cukup lama sebenarnya Mamak mendapatkan infografis ini di linimasi Instagram. Dalam tulisan kali ini, Mamak tidak akan membahas etika tersebut dengan mencantumkan wejangan-wejangan para ahli. Namun, Mamak akan coba ceritakan pengalaman Mamak sendiri di rumah dan how does it feel ketika ber-medsos dengan menaati etika posting foto anak tersebut. 
Sebagai orang tua zaman now, kita pasti sering tergoda untuk membagi segala tingkah si kecil di medsos. Eh tapi sebaiknya orangtua juga perlu sadar dengan risikonya. Salah-salah, media sosial bisa jadi bumerang yang dapat mengancam keselamatan anak.

.

Foto anak tanpa busana yang kita anggap wajar, bisa menimbulkan kesan ‘berbeda’ pada pengguna internet lainnya. Parentalk pun berbincang dengan Pendiri Lembaga Literasi Media Sosial Literos.org Nukman Luthfie.

.

“Kalau kita posting foto anak-anak, kita enggak tahu postingan mana yang dapat merangsang orang-orang dengan kelainan itu. Kalau kita posting dan ada yang terangsang, dia akan mencari di mana anak ini berada. Mereka enggak lihat umur, lho. Dari yang kecil, ada yang masih bayi aja diperlakukan tidak senonoh. Apa kita mau mengekspos anak kita dengan hal-hal begitu?” jelas Mas @nukman kepada Parentalk.

.

Semoga kita adalah orangtua yang bijak menggunakan medsos, demi keselamatan anak-anak kita 😊

#Parentalk #MillennialParenting #socialmedia#parenthacks #literasidigital

Belajar dan Terinspirasi dari TED-Ed

Beberapa kali Mamak mencari video yang menjelaskan tentang suatu fenomena di Youtube, video dari channel TED-Ed selalu muncul dari sekian banyak suggestion video yang diberikan. Dan TED-Ed tidak pernah mengecewakan Mamak, baik itu konten pelajarannya maupun presentasinya yang berupa animasi yang eye-catchy. Seperti video berikut ini:

https://youtu.be/BmFEoCFDi-w

Apa itu TED-Ed? Continue reading “Belajar dan Terinspirasi dari TED-Ed”

Membuat Stop Motion Video di Smartphone ala Mamak

Membuat film animasi dengan alur cerita dan karakter buatan sendiri merupakan salah satu cita-cita Mamak sewaktu sekolah dulu. Dulu sempat membeli buku tutorial membuat animasi juga dengan menggunakan sebuah perangkat lunak untuk PC (sayangnya Mamak sudah lupa namanya dan sampai saat ini belum pernah pasang program tersebut di PC maupun netbook Mamak 😂).

Gairah membuat animasi pendek terbangkitkan kembali ketika mengikuti kegiatan ekstrakulikuler IT bersama para siswa SMAN 6 Bandung saat praktek lapangan beberapa bulan sebelum Mamak lulus kuliah. Program yang digunakan saat itu adalah Adobe Premiere. Tapi sudah beberapa tahun ini program tersebut di-uninstall karena memberatkan kinerja netbook Mamak. Akhirnya eksperimen pembuatan videonya terbatas hanya dapat menggunakan program Windows Movie Maker. Dan… itupun terhenti karena selepas proses install ulang netbook, Mamak jadi tidak bisa menggunakan program tersebut. Akhirnya, sayonara video making! Continue reading “Membuat Stop Motion Video di Smartphone ala Mamak”

Bukulabumi: Sebuah Proyek Belajar Keluarga PengejaSemesta

Jika dibandingkan dengan proyek milik teman-teman lain di kelas Ruang Berkarya Ibu (RBI), proyek keluarga kami ini jauh lebih sederhana. Tapi sesuai dengan yang disarankan oleh ketua sekaligus pencetus proyek Ruang Berkarya Ibu, pakai kacamata kuda, supaya tidak hanyut dalam kekaguman yang berlebihan pada proyek teman-teman sehingga malah sulit fokus pada potensi diri.

Fokus. Kunci pertama dan utama untuk bisa melihat kekuatan diri dan mampu mengoptimalkannya menjadi sebuah program ataupun produk. Ini jugalah yang berulang kali disebutkan oleh Bu Septi dalam diskusi daring kelas RBI pada Selasa malam lalu.  Continue reading “Bukulabumi: Sebuah Proyek Belajar Keluarga PengejaSemesta”

Tale 4 : Once Upon a Time in a High School

Hari ini Mamak sedang ingin bernostalgia. Mengingat saat-saat mendampingi para siswa belajar di kelas satu/dua tahun ke belakang. Setahun yang lalu kira-kira di bulan Februari, Mamak mengajak para siswa kelas XI IPA untuk belajar kembali teks narrative dengan melakukan proyek kelompok membuat sebuah pertunjukan wayang dari cerita “Timun Mas”. Mereka membuat wayang dan panggung sederhana dari kardus dan ilustrasi tangan yang mereka buat sendiri, belajar melafalkan dialog bagian masing-masing, belajar menjadi dalang, dan masih banyak lagi. Di luar pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat “Timun Mas” ini, Mamak melihat para siswa juga belajar bekerja sama, saling mendukung, saling membantu dan bertanggungjawab. Mamak tidak yakin seratus persen apakah mereka menikmati proyek tersebut atau tidak, yang jelas Mamak sendiri mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan dari proyek tersebut. Dari mulai dialog membicarakan rencana proyek, berbagai persiapan, konsultasi, melatih storytelling, hingga menikmati pertunjukan mereka yang luar biasa!

Continue reading “Tale 4 : Once Upon a Time in a High School”