Posted in Kisah Mamak

Mama Sherk

Lah, ini judulnya maksudnya apa, coba? Hihihii. Well, tulisannya masih seputar curhatan emak-emak lah, ya. Ngga jauh dari itu. Judulnya ini sebenarnya terinspirasi dari berbagai hal : ibu-ibu, masa kecil si ibu-ibu ini, shark, dan chef.

Kenapa shark? Itu lho, gegara video Baby shark yang sempat ngeHits (apa sekarang juga masih?), jadi ya terlintas saja begitu dalam benak Mamak.

Kenapa chef? Karena inilah yang mau dibahas dalam tulisan ini. Berhubungan dengan dunia masak-memasak, lah..

Lalu, kenapa Mama Sherk? Suka-suka penulisanya ja lah.. 😂😂

Oke, first thing first, jadi si Mamak ini pas di dapur, bereksperimen (padahal lagi bikin tumis-tumisan biasa), kepikiran salah satu chef Indonesia legendaris yang menjadi idola Mamak masa cilik. Si mamak kecil ini ternyata, despite of her boyish appearance, suka sekali acara masak di TV. Heuheuu. Lalu apakah dari kegemarannya menonton acara masak itu, jadi bikin dia keranjingan gitu bebikinan di dapur? No, no, no. Big NO. Hobi nonton, hanyalah hobi menonton. Visualnya tidak direalisasikan jadi kegiatan kinestetik. Hahaa. *Maapkan putri sulungmu ini, Nin.. 🙈🙈 Parahnya, kalau mamahnya dia ini masak, suka komen-komen dan ngasih tahu kalau di acara masak A tuh begini, di acara B begitu. Begini, begitu. Bisanya cuman membuihkan mulut saja, tak bisa membuihkan barang satu masakan berkuah pun. *tobat, Gusti… 🙈

The legend Ibuk Sisca Soewitomo, di acara masak “Aroma” Indo**ar yang sering Mamak tongkrongin.

Continue reading “Mama Sherk”

Advertisements
Posted in IIP, Kisah Mamak

Rasa-rasa September

(Aliran Rasa Bulan ke-4 Kuliah Bunda Sayang – IIP)

Dari awal mulai perkuliahan di Kelas Bunda Sayang IIP ini, Mamak sudah ada sedikit rasa khawatir. HPL adek bayik adalah bulan September, yang artinya saat Mamak sedang mengerjakan level 4. Bisa tidak yaa.. Mamak mengikuti materi dan mengerjakan tantangan setiap levelnya, terutama level 4? Kebayangnya, nanti itu Mamak hectic banget pra dan pasca lahiran. Belum lagi usia 3 bulan awal adek bayik yang cukup mengurasi energi. 

Belum apa-apa, sudah cemas begitu, ya.

Mamaaaak… Mamak.

Hamdallah, Papa support sekali kegiatan Mamak di IIP. Sampai ketika Mamak lulus kelas Matrikulasi lalu tanya beliau apakah Mamak terus lanjut kuliahnya atau cuti, he encouraged me to continue. ❤ Yaa.. Allah Maha Memudahkan, maka mintalah pada-Nya untuk memudahkan segala urusan kita.. Buah syukur kedua adalah tidak ada komplikasi yang berarti selama trimester terakhir kehamilan ini. Mamak jadi bisa mengikuti materi dan mengerjakan semua tugasnya dengan cukup baik. Hasilnya? Mamak cukup tercerahkan hati dan pikirannya dalam membersamai Papa dan Arsyad. Lebih berdaya untuk melakukan yang lebih baik setiap harinya untuk mereka. 🙂 

Dan, tibalah September yang dinantikan.

Buah syukur yang lainnya adalah proses kelahiran adek bayik berlangsung lancar meskipun ada scene yang membuat Mamak tegang. Hehee. Mamak cukup leluasa mengerjakan tantangan bulan ini tanpa hambatan yang berarti. 

Mengenali Gaya Belajar Arsyad

Sebenarnya Mamak sudah sedikit memperhatikan kecenderungan gaya belajar Arsyad sedari dia mulai lebih aktif karena kemampuan berjalannya. Itu sekitar 8 bulan lalu. Ternyata, balita itu belum bisa disimpulkan thok dominansi gaya belajarnya. Oleh karenanya, hal yang paling baik yang dilakukan orangtua adalah memberikan stimulus yang memfasilitasi semua tipe gaya belajar. Nah, apakabar Mamak yang menjadi observer belajarnya Arsyad selama sebulanan ini?

Oh, Mamak felt so excited!

Dari mulai ketekunan (padahal mah biasa saja, sih) menyiapkan media belajar (karena tantangan ini Mamak barengkan dengan kegiatan Arsyad belajar huruf Hijaiyah), semangat dalam menarik perhatian Arsyad pada media-media yang sudah Mamak buat untuk kami eksekusi bersama, dan kesabaran menghadapi “manja-time” nya Arsyad. Hihii. Luar biasa, hari-hari kami di September ini dihiasi Alif, Ba, Ta, Tsa, Jim, Ha dan Kha yang bertaburan dalam benak kami. 

Diaper Turunan

wp-image-638632938

Habis nanjak, terdapatlah turunan. Heheee..

Turunan yang Mamak maksud di sini itu lungsuran, warisan, bekas, secondhand. Jadi waktu pertama kali belikan cloth diaper buat Arsyad dua tahun lalu, Mamak berazam akan merawat mereka dengan baik sehingga nantinya bisa diwariskan pada adiknya Arsyad. At least to his first sibling. Dan ya, meskipun perawatan yang Mamak lakukan ngga sesuai SNI, 😀 masih bisa lah dipakai adek bayik yang lahir tanggal 2 September kemarin ini. Lumayan lah buat starter. 3 diaper ukuran newborn dan 5 diaper ukuran regular (yang nampak begitu jumbo di badan adek bayik, hihihi) sudah resmi berpindah tangan. Dalam rangka menghibur hati adek bayik, Mamak belikan lagi 1 diaper ukuran reguler biar dia tidak merasa jenuh memiliki barang-barang secondhand. “Yeay, aku dibelikan sesuatu yang baru juga!” Begitu mungkin kira-kira. Padahal, bayik merah ini tentulah belum paham kerasnya dunia yang mana yang sudah pernah dipakai, yang mana yang masih bau toko.

Bicara soal perawatan,

Continue reading “Diaper Turunan”

Posted in Arsyad's Journal, IIP, Kisah Mamak

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 8)

Huaaaaaaaaaah ❤

Ini pertama kalinya setelah sekian lama Mamak bisa menikmati tidur siang…!

*Apa sih, Mak.. bisa tidur siang aja heboh begitu..

Mungkin kesannya sepele, ya. Tapi inilah kenapa Mamak waktu check up pertama ke klinik pasca lahiran dikasih PR harus tidur siang minimal 1 jam: kerasa bangeeeeeet cape, lemes dan ngantuknya kalau skip afternoon nap. Alhamdulillah.. hari ini bisa menyempatkan tidur siang menengahi si tuan dan si nona. Si tuan kalau tidur suka menjelajah ke seluruh penjuru kasur, jadi Mamak memfungsikan diri sebagai palang antara dia dan si nona kecil berusia 12 hari yang sama-sama suka “menari dalam tidur”. 😀

Istirahat cukup, level kewarasan meningkat. Hehee.. Maka, sehabis bangun dari tidur siang tadi, kami (Mamak dan Arsyad) menjalani sisa hari dengan riang. Tidak buru-buru Mamak ajak dia belajar hijaiyah. Kami makan siang dulu, cuci piring dulu -“Cai..!” (main air) kalau kata Arsyad mah- dan bermain bebas. Oiya, ketika Arsyad akan pipis, dia melihat styrofoam yang digunakan untuk Tusuk Hijaiyah lalu berkata,

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 8)”

Posted in Kisah Mamak

Balada Adm.

Ketik-ketik-ketik.

Beberapa minggu ini, Mamak jadi mendadak dangdut (a)dmin. Awalnya, gegara Papa yang diamanahi tugas tambahan di lingkungan RW sebagai sekretaris dan mulai hectic dengan kerjaannya di sana tersebab akan diperiksanya administrasi RW oleh petugas desa. Papa yang juga sedang memadat jam kerjanya tentu tidak bisa mencurahkan segenap jiwa raganya (etdaah) pada pekerjaan RW tapi deadline tidak memiliki rasa belas kasihan. Deadline tetaplah deadline yang mematikan jika dilanggar. Maka dari itu, turunlah Mamak ke garda terdepan (di belakang Papa, behind the scence of Papa’s works). Ngga semua sih dikerjakan Mamak, yang kira-kira membutuhkan banyak waktu untuk diselesaikanlah yang terpaksa Mamak kerjakan. Yaaah.. ngga ikhlas dong, Mak.. ckckck *emoticon monyet tutup mata*

Continue reading “Balada Adm.”

Posted in IIP, Kisah Mamak

Merajut Rasa Bersama

“Badge bukan tujuan akhir, melainkan salah satu batu pijakan agar kita dapat melompat lebih tinggi.. lebih jauh.. untuk lebih dekat pada tujuan yang sesungguhnya.” (Nurita AR – Kelas Bunda Sayang Bandung 2)

Tak terasa, sudah di penghujung materi kedua kelas Bunda Sayang. Hamdallah, Mamak bisa lebih konsisten dalam mengamati pun menuliskan hasil pengamatan selama membersamai Arsyad melatih kemandiriannya. Meskipun drama tentu tak bisa terelakkan. Jumlah drama berbanding lurus dengan besarnya lingkaran perut. Heuheuu. Sampai saat ini, masih jatuh bangun mensinkronkan perasaan dan akal sehat ketika ke-fit-an tubuh sedang dalam “masa kritis”. Ketika hasrat hati ingin merebahkan tubuh dan merasakan dan mengistirahatkan otot-otot yang tegang, kenyataan membuyarkan impian. Tenaga masih harus didistribusikan demi keberlangsungan pelajaran potty training si bujang.

Ah, nano-nano rasanya! 😀

Sering muncul keinginan untuk berhenti sejenak, meliburkan “kelas ngamar mandi Arsyad”, sekedar menguapkan rasa lelah. Tapi melihat Arsyad dengan berjuta keluarbiasaannya, Mamak langsung mengubur dalam-dalam keinginan norak bin egois itu. Papa yang tak henti menyemangati dan memberikan bahu yang siap ditimpa kepala pening dan mumet, padahal hari-hari kerjanya mungkin saja lebih mumet.. Juga adek bayik yang senantiasa sehat dan aktif bersalto ria di perut Mamak.. Ah, nikmati Allah yang mana lagi yang Mamak dustakan! 😦

Continue reading “Merajut Rasa Bersama”

Posted in Kisah Mamak

Si Ulat Kecil yang Membuat Arsyad Sedih

Biasanya, kalau Arsyad sudah lemes-lemes dan matanya 3 watt-an, Mamak suka tawarin cerita atau bacakan buku. Bukunya bisa Arsyad yang pilih sendiri atau Mamak pilihkan kalau matanya dah kadung sepet. 😀

Tadi sebelum bobo dhuha, Arsyad mulai tarik-tarik buku. Mungkin sambil menimbang dan memilah buku mana yang akan dibaca bersama Mamak. 4 buku keluar dari sarangnya dan ekspresi wajahnya seperti masih berpikir. Mamak tawarkan untuk melanjutkan kisah lebah yang tadi dibaca sebelum dia pergi bersama Abahnya, tidak mau. Akhirnya, dia berseru, “Uwaaatt…!” (Ulat) Maksudnya cerita si Ulat dari “The Hungry Catterpillar” ini.

The book and the creator

Arsyad belum punya bukunya tapi beberapa waktu lalu sering menonton ceritanya dari animasi yang diunggah akun Illuminated Films di Youtube. (Hamdallah sekarang mah doski ngga keranjingan lagi nonton video di hp Mamak… Fyuuhh)

Continue reading “Si Ulat Kecil yang Membuat Arsyad Sedih”

Jurnal Potty Training Arsyad

Hari Senin ini adalah hari ke-23 Arsyad latihan “ngamar mandi” ❤

Ada 10 tulisan yang mendeskripsikan perjalanan harian Arsyad berpotty ria (meskipun tidak setiap hari dia senang duduk di potty-nya). 10 tulisan yang juga diunggah karena keperluan tugas kuliah Bunda Sayang materi kedua “Melatih Kemandirian”. Hehee.

Berikut tautan jurnalnya (yang mungkin lebih terasa sebagai curhatan ketimbang laporan):

Tahu dong kenapa itu atasan sama celana piyamanya beda… 😀