Ngulik Tekno Bag. 12: Soundcloud

Awalnya, jaman Mamak masih fase menyusun skripsi dulu, aplikasi ini sering Mamak buka di desktop untuk menemani penyusunan skripsi. Semacam pengganti program Winamp atau Windows Media Player, yang memungkinkan kita mendengarkan sebuah lagu dengan deretan versi yang berbeda. Yup, banyak sekali artis Soundcloud yang memproduksi remake atau cover dengan menggunakan aplikasi ini. Mamak sendiri dulu pernah menerbitkan beberapa musikalisasi puisi di sana dan sempat berencana membuat dan mengunggah audiobook untuk buku-buku yang Mamak suka. Sempat berjalan, proses produksi audiobook ini. Hanya saja karena terkendala berbagai hal, prosesnya stagnan hingga saat ini. 🙈

Percaya atau tidak, Mamak mendapatkan inspirasi menerbitkan audiobook dari sebuah serial drama Jepang yang berkategori misteri/investigasi! 😅

Back to the app. Belakangan, setelah memiliki smartphone berbasis Android, Mamak kemudian mencoba menggunakan Soundcloud ini di smartphone. Aplikasi ini terbatas hanya untuk mendengarkan karya-karya audio dari para artis saja. Untuk menerbitkan karya, bisa menggunakan Soundcloud pulse for creator (yang ini belum Mamak coba, hehee)

Overall: 🌟🌟🌟🌟

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsayIIP #KeluargaMultimedia

Advertisements

Ngulik Tekno Bag. 11: Samsung Health

Healthy mate in your hand!

Aplikasi keluaran Samsung Electronic Co. ini menarik perhatian Mamak saat melihat daftar aplikasi dalam kategori “Health & Fitness” di Play Store. Sama halnya dengan sejumlah aplikasi yang sudah diulas sebelumnya (Silakan menggunakan kata kunci Ngulik Tekno di bagian pencarian), dua hal yang pertama Mamak lihat pada sebuah aplikasi sebelum mengunduhnya adalah tampilan dan konten. The visual is the first thing that pulls the trigger, always. 😂 Dan dua hal ini lah yang kemudian membuat Mamak rela menunggu beberapa menit untuk bisa menguliknya!

Fitur yang disuguhkan aplikasi ini, sesuai dengan kategori penempatannya di Play Store, adalah seputar gaya hidup dan kesehatan: 1) general tracker, dari mulai makanan yang kita konsumsi, jumlah langkah kaki setiap harinya, waktu tidur, dll, dan 2) exercise tracker, yang mencatat kegiatan olahraga kita per harinya.

Langkah pertama yang perlu kita lakukan pada aplikasi ini adalah menentukan tujuan kita. Set our health goal. Selanjutnya, kita tinggal pilih opsi apa saja yang ingin kita rekam. Misalnya, Mamak hanya memilih jenis olahraga running dan jumping untuk dicatat dalam aplikasi ini. Selebihnya kita tinggal melakukan aktivitas sehari-hari kita dari mulai tidur, makan dan berolahraga lalu mencatatnya di Samsung Health. Aplikasi ini akan “menginvestigasi” kita jika kita belum melakukan input data aktivitas kita dengan cara memberikan notifikasi. Contohnya saja untuk pencatatan waktu tidur malam, si aplikasi akan menanyakan, “Do you sleep from 11.00 PM to 05.00 AM? Record and check how good is your sleep tonight“. Perekaman ini kemudian akan sangat memudahkan kita untuk melihat kualitas gaya hidup kita. Hmmm… setiap Mamak melihat notifikasi dari Samsung Health, Mamak sering teringat pada Joan Watson dalam serial Elementary yang merupakan sober companion-nya Sherlock Holmes. 😅

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsayIIP #KeluargaMultimedia

Ngulik Tekno Bag. 9: Happy Fresh

Pertama tahu aplikasi ini ketika Mamak melihatnya dalam sebuah iklan di media sosial. Happy fresh! Nama aplikasinya menyengarkan semenyegarkan logonya. Hehee.

Happy Fresh adalah satu dari sejumlah aplikasi yang membantu kita berbelanja kebutuhan sehari-hari tanpa keluar rumah. Biasanya belanja bulanan pergi sendiri ke supermarket, dengan Happy Fresh kita mendelegasikan orang untuk membawa kebutuhan yang ingin dibeli langsung ke rumah kita. Di aplikasi ojek online Go-Jek juga sebenarnya ada fitur serupa, yakni Go-Mart. Lalu kenapa Mamak tertarik menggunakan Happy Fresh? Karena Mamak dapat voucher belanja via aplikasi ini dari penggunaan aplikasi My XL, hihihi. 😀

Overall: 🌟🌟🌟🌟

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsayIIP #KeluargaMultimedia

Ngulik Tekno Bag. 8 : Rosetta Stone

Sumber foto : The True Ancient History

Rosetta stone adalah sebuah prasasti Mesir kuno yang terbuat dari bahan granodiorit sekitar 196 tahun sebelum masehi, ditulis dengan menggunakan perpaduan antara hieroglif dan tulisan demotic yang merupakan tulisan Mesir kuno serta tulisan Yunani kuno. (Sumber Wikipedia)

Tapi Mamak di sini bukan ingin membahas sejarah Rosetta Stone. ðŸ˜… Nampaknya akan lebih seru jika melihat dan mempelajari langsung batu tersebut di British Museum. Yihaaaa…! Tulisan ini, seperti tulisan bertajuk “Ngulik Tekno” sebelumnya, membahas aplikasi yang sedang Mamak ulik dan pelajari manfaatnya. Jadi, Rosetta Stone dalam tulisan ini merupakan sebuah media pembelajaran bahasa yang mengambil pendekatan CALL (Computer Assisted Language Learning) atau singkatnya: “belajar bahasa dengan dibantu oleh komputer” (bahkan gawai yang lebih kecil sekelas smartphone, sekarang ini). 

Overall: 🌟🌟🌟🌟🌟

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsayIIP #KeluargaMultimedia

Ngulik Tekno Bag. 7 : Seesaw Class

Seesaw, sebuah program yang mengubah portofolio siswa ke dalam bentuk digital, terhubung langsung pada guru (dan orang tua!), bisa diakses kapanpun, dimanapun selama kuota dan sinyal internet mendukung. Hehee.
Mamak memang sudah tidak lagi mengajar di sekolah tapi aplikasi ini sungguh menarik perhatian. Mamak rasa, aplikasi ini bisa dicoba digunakan di kelas privat Bahasa Inggris yang Mamak selenggarakan di rumah. 

Overall: 🌟🌟🌟🌟

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsayIIP #KeluargaMultimedia

Ngulik Tekno Bag. 6: PRIMA

5 aplikasi yang diulas sebelumnya merupakan aplikasi yang digunakan untuk kemudahan pekerjaan sehari-hari. Kecuali Duolingo mungkin, ya. Hihihi. Sengaja Mamak cari aplikasi untuk orang dewasa karena anak-anak saat ini belum membutuhkan “sentuhan” gawai. Untuk Arsyad, sekitar 7 tahun lagi mungkin, ya. Itu pun dengan cara meminjamkan gawai Mamak atau Papa untuk kegiatan tertentu seperti mencari sumber referensi belajar, menonton tayangan pelajaran atau yang mendukung bakat dan fitrah belajarnya, atau mencoba permainan yang memiliki lebug banyak sisi positifnya. Tentu saja dengan diberlakukan gadget time. 

Ulasan kali ini, Mamak akan membahas mengenai aplikasi yang dikeluarkan oleh IDAI alias Ikatan Dokter Anak Indonesia. Kalau tidak salah, Mamak mengetahui informasi peluncuran aplikasi ini dari Facebook group  “Room for Children” ketika Arsyad masih berusia beberapa bulan. Saat itu, Mamak langsung pasang aplikasi ini dan mencobanya. First impression: Buku KIA in the next level! 😍

Overall: 🌟🌟🌟

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsatIIP #KeluargaMultimedia

Ngulik Tekno Bag. 3: KBBI

Sebuah benda berwarna hijau seukuran kotak DVD (hanya saja jauh lebih tebal) dengan tulisan yang dicetak berwarna emas menghiasi salah satu sudut rak buku Mamak (dulu). Tulisannya adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus itu diadopsi Mamak pada saat masih duduk di bangku sekolah menengah dari pustaka pribadi Enin. Tidak heran angka 86 menjadi dua digit terakhir dari angka tahun terbitnya. Lembaran-lembaran dari halaman kamus itu sekarang sudah menguning, kosakatanya pun banyak yang sudah tidak dipakai saat ini. Kalau program mungkin sudah lama di-upgrade. Jadi saat ini si kamus hijau sudah tidak nangkring lagi di rak buku. 

R.I.P, kamus hijau…

Jaman kuliah dulu, kamus ini masih setia menemani, masih berdiri tegak di samping si mini Oxford Learners’ Pocket Dictionary. Belakangan, Mamak lebih sering berkonsultasi kosakata pada versi daringnya di https://kbbi.kemdikbud.go.id. Saat Mamak punya gawai yang lebih canggih, cari-cari arti kata pun sekarang tinggal klik, klik, klik, mainkan jempol di atas layar sentuh. Jadi kalau sedang membuat tulisan, laptop dan smartphone itu bagaikan wajan dan serok yang tak bisa dipisahkan saat menggoreng. Laptop untuk mengetik tulisannya, smartphone untuk membuka aplikasi KBBI. Ya, meskipun laptop juga bisa multitasking, tapi Mamak lebih nyaman saja ketika bekerja menggunakan laptop, mata fokus tertuju pada satu tampilan kerja, entah itu Ms. Word ataupun blog. 

Aplikasi luring ini bisa digunakan oleh pengguna smartphone berbasis Android maupun iOS. Untuk Android, aplikasi bisa diunduh di sini, atau tinggal masukkan kata kunci KBBI dan pilihlah aplikasi yang dikeluarkan oleh Badan Bahasa Kemendikbud. Tautan aplikasi untuk pengguna iOS : klik di sini

Tidak adanya opsi semacam “kembali ke menu utama dengan hanya sekali klik” membuat Mamak pribadi merasa kurang nyaman jika sudah menggunakan kamus ini untuk mencari katakanlah tujuh kata atau lebih kemudian ingin langsung ke halaman utama tapi tidak bisa. 

Overall: 🌟🌟🌟

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsatIIP #KeluargaMultimedia

Ngulik Tekno Bag. 2: Flip

Flip!

Sekarang transfer uang menjadi semudah membalikkan (flip) tangan! Hihihi, sudah lama kali, Mak… sejak adanya mobile banking lalu internet banking. Lalu, apa kelebihan aplikasi Flip ini buat Mamak? 

Flip: Transfer Antar Bank Gratis

Begitu yang Mamak lihat dari “pasar” tempat Mamak mendapatkan aplikasi ini. Sebagai seseorang yang cukup sering berbelanja secara daring untuk kebutuhan pribadi, keluarga bahkan untuk perdagangan kecil-kecil yang kadang Mamak lakukan untuk mengisi waktu, memiliki aplikasi ini sungguh menyenangkan. You definitely know why as I’ve said before: tidak adanya charge ketika melakukan transfer uang ke rekening tujuan yang berbeda bank. 😅

Dan kelebihan Flip tidak hanya sampai di sana saja.

Overall: 🌟🌟🌟🌟

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsayIIP #KeluargaMultimedia